Jumat, 31 Mei 2013

Saya Merasa Dicintai

Petang, langit lembayung, dan jalan raya menghimpit menyesakkan hati.  
Perut berkruyuk, tanda saya lapar.  

Dan, ya, momen itu dilanda pula oleh perasaan sebal.  Oleh karena dunia asmara sedang menunjukkan labirin ajaib lagi.  

Setelah saya pikir semuanya akan berjalan lancar di penghujung tahun, sesudah saya rasa tahun ini akan meluruskan lagi apa yang sudah berbelok, tiba-tiba alur dibengkokkan.

Benar sekali apa kata Ayah.  Juga Ibu.  

Ayah bilang, "Kamu terlalu bingung karena mendapat kiriman pilihan yang begitu banyak."

Sedang Ibu malah berkata, "Kamu itu perempuan, tunjukkan kalau kamu perlu dilindungi."

Tepat sekali apa yang mereka tuturkan.  Sesuai apa yang saya pikirkan tentang pilihan-pilihan saya.  Dan saat ini saya sedang benar-benar tak tahu mesti bertingkah macam apa.  

Bulan-bulan  belakangan mengalun tanpa kejelasan.  Seakan semua sengaja digantung di langit dan saya harus berpikir keras.  

Namun senja ini menghadiahkan saya cinta.  Cinta yang universal dan tak terjelaskan.   Ya, di jalan yang sepi dan mulai temaram, seorang tak dikenal menyapa saya.  Saya kira dia salah satu juru ojeg depan komplek.  

"Pulang, Teh?"

"Iya," jawab saya tersenyum bingung.  

"Dari mana? Kok nggak bawa gitar?"

Setelah merenung sedetik, saya langsung tahu maksud dia Devika.  Dia pasti salah satu pengamat saya saat menunggu angkot, dan kadang saya bawa Devika.  Devika bukan gitar, tetapi biola alto.   Namun perhatiannya membuat saya trenyuh.  

Saya pun pulang dengan senyuman.  Setelah bertegur sapa dengan pak satpam, bapak-bapak lain di sekitar rumah saya, orang-orang baik itu, baik yang berkumis atau tidak.  

Perhatian kecil dari orang yang tak disangka, membuat saya lupa bahwa barusan saya lapar dan putus asa.  Harapan pun memanjat di hati.  Saya rasa, dunia asmara tidak akan menyodorkan labirin yang terlalu rumit.  Asal saya sabar, tenang, dan tetap menghujani dunia dengan cinta yang saya miliki, saya akan sampai padamu, wahai Entah yang Mana yang Akan Kupanggil dengan Panggilan Sayang Berupa Nama Sayur.  

:) 

 Je t'aime, le monde! 

et

pour toi,

je te manques 

xoxo  





Tidak ada komentar: