Rabu, 21 Januari 2015

Lookin' Back, Yo

Setelah 4 tahun lulus SMA. Mendadak saya ingin ngacir ke luar negeri.  Ngapain kek.  Ikut program sertifikat di New Zealand misalnya. Memang harus menabung, sih. 
Tapi tak apa.  Kalau dulu dan sekarang saya tetap keren, impian saya tetap bisa terus menerus tercapai.  


saya di 2010


Oh ya. Kenapa New Zealand? Saya punya ketertarikan khusus pada majalah Frankie--yang 80% isinya berkisar di Australia dan New Zealand.  Iya, aura di sana memang berbeda! Nyeni dan vintej.  :D 

saya di 2014


Saya juga perlu merasakan angin berbeda sesekali.  Lalala~


Rabu, 14 Januari 2015

Secuplik Senang

Reportase visual dari paruh Januari yang seru. 




Dari atas, itu ngintip kelas pas SD di Yahya.  Kangen sekali.  Sekarang jadi lucu banget kelasnya. :) 

Tengah: bekal pada suatu siang--serba kuning dan tanpa daging kambing / sejenisnya. Jangan lupa, kotak bekalnya dari logam antikarat! Senang. 

Bawah, adalah sedotan bambu.  Iya, sedotan dari bambu.  Beli di Toko Organic Bandung.  Bisa dipakai ulang berpuluh-puluh kali, dan kalau nanti dibuang bisa menyatu dengan tanah.  Produksinya tak merusak Bumi berhubung bambu kan mudah sekali menyubur dan bahannya sudah kuat dari sananya.  Aih, aih. 

Dan, ya, saya ingin sekali pergi ke New Zealand sekarang.  Entah mengapa.  Nampaknya cerah dan bahagia di sana. 

Selasa, 06 Januari 2015

Baru Juga Awal Pekan Januari, Semua Sudah Terjadi!

Apa yang terjadi? Oh, cuma beberapa benda kecil yang bermunculan di sekitar saya! Dan senangnya, ini barang-barang alternatif plastik.  Ramah lingkungan, terjangkau, dan lebih bahagia lagi, ada yang jual di Indonesia.  Paling penting kan itu. :p 

Yuk kita tengok, apa sih yang saya maksud: 

Apa tuh? Kotak bekal? Yap.  Tapi bukan dari plastik yang seperti biasanya.  Bahannya besi antikarat. Alias stainless steel. Stainless.  Bebas noda.  Bebas karat.  Oke, bahan gunting, sendok, garpu... 
Tadinya saya pikir bakal harus mencari yang jual ECOlunchbox ini mati-matian.  Ada sih, yang jual, di lapak barang-barang bayi.  Tetapi...udah nggak suplai lagi! Krak. Alhasil saya nyerah sementara.  Eh, tiba-tiba, di hari pertama Januari 2015, saya menemukan kotak seperti ini di Borma! TOSERBA BORMA KITA TERCINTA! Bukan merek ECOlunchbox, bahkan stikernya pake tulisan Mandarin yang nggak saya pahami.  Tapi intinya, modelnya, bentuknya, bahannya, sama persis! Senang sekali! <3 font="" nbsp="">


Nah, intinya, lebih baik si besi tipis ini daripada plastik! Kenapa? Pertama, lebih kece.  Kedua, gak sebandel plastik kalau udah sampe tanah. Ya, memang pasti makin oke kalau bahan kotak bekal kita bambu, tapi belum ada yang buat. Dan belum tentu nampung cairan dengan sempurna.  Yah, caranya akan kita pikirkan, oke? 

Bicara soal bambu, benda berikutnya yang mau saya bahas adalah...JENG JENG. 



Sikat gigi, Ning? Benar.  Sikat gigi dari bambu! Tanpa sadar, kita udah nyampah berapa kilo plastik ya seumur hidup? Dari sikat gigi doang! Sedih nggak sih, ngebayangin ada penyu keselek sikat gigi kita, misalnya? Nah, kebanyakan sikat gigi bambu ini bisa terurai di tanah dengan senangnya, bahkan bulunya walau sintetis, dia disesuaikan dengan susunan molekul tanah sehingga...sungguhan biodegradable

Nyari barang-barang 'antik' gini di Indonesia susah? Nggak lagi! Momentum pasar mengarah ke peranti-peranti yang lebih ramah lingkungan nih. Semoga karena kesadaran, bukan akibat tren doang.  

Kemarin, dengan kagetnya saya nemu tagar #sikatgigibambu di Instagram.  Rupanya ada penjualnya di situ.  Alamatnya @flumboecolifestyle.  Biar sekalian, saya kasih tautan ke toko Facebook mereka.  KLIK DI SINI!  Markasnya di Jakarta, dan adminnya sangat baik hati.  Sikat gigi bambunya bakal stok dua minggu lagi.  Mereka sedia 3 merek: Enviromental Toothbrush, Go Bamboo, dan Brush with Bamboo


Selain sikat gigi, siapa lagi sih buronan sumber-sedak-burung-camar kita? Ah.  Sedotan.  Sedotan plastik, kurus, mungil, lucu, bening, tapi sayang limbah dan jumlahnya kolosal.  Sebagai alternatif, ada beberapa spesies sedotan yang sudah diproduksi di dunia.  Sedotan dari kertas (yang biasanya bermotif manis-manis), dari besi antikarat (biasanya udah bentuk bengkok. Lucu banget lho dan enteng plus enak dipakai!), kaca (oke banget, sayangnya ribet dan takut pecah di jalan), dan terakhir...bambu.  



BAMBU.  Dan saya bisa beli di Toko Organic Bandung.  Senangnya! Kalau butuh jumlah banyak, yah, saya bakal beli yang kertas.  Ada di toko dekat situ juga, Widely Project. Saya seperti dikelilingi peluang-peluang hebat!

Jadi, 2015 Pekan Awal, terima kasih untuk kebahagiaannya! Aneh memang, tapi patut disyukuri, berhubung saya tak kuasa memproduksi semua alternatif plastik sendiri, kecuali...tas belanja atau bungkus makanan kain? Hihihi.