Senin, 27 Desember 2010

Bicara Tas Riyusebel

Hehehehe.  Bacanya: reusable.  Begitulah.  :) Saya tadi pagi belanja bersama Papa Mama ke toserba Griya Pasteur membawa dua kantong belanja (satunya dari SuperIndo, sih) dan berhasil memaksimalkan fungsinya hingga kami benar-benar bebas keresek hari ini! Yipiiii! :D  Dapat payung cantik untuk anak cantik! *hah

Tapi saya sebel.  Sama orang-orang.  Mereka melihat tas reusable yang dijual di Toserba Griya/ Yogya itu sebagai sebuah tas biasa.  Padahal, tas tersebut 'kan punya tugas mulia, yaitu mengurangi sampah plastik.  Lagipula, bisa dibawa dengan enak, yaitu digantung di pundak.  Udah gitu, nggak bakal jebol.  Keuntungannya banyak, harganya murah.  Fast acting, long lasting

Paling aneh saya pernah lihat orang sekeluarga beranak dua gitu.  Anak-anaknya ngeyel-ngeyel pingin beli tas tersebut (desainnya emang bagus loh tapi).  Saya sempet, "Wow, anak-anak peduli lingkungan!" 
Tapi begitu sampai kasir, saya pingin pundung deh.  Dua tas yang mereka beli itu akhirnya ditaruh di kereta belanja, dan masuk ke kantong keresek dan semua belanjaan mereka tetap dikemas dalam kantong plastik jahat tersebut! *@&!()&^! Orang tuanya juga kok ya nggak ngeh dengan fungsi esensial tas tersebut?! Anak-anak itu apa nggak belajar di sekolah? Ah, gurunya juga nggak peduli kali ya.  DODOL! CENDOL! KONYOL! Udah gitu, si Mbaknya juga kenapa nggak coba menawarkan/menjelaskan/menyugestikan? Dia juga nggak ngerti kayaknya.  

Saya janji deh, kalau jadi orang tua, pasti anak saya dikasih tas reusable.  Anak-anak, suami, dan saya mesti punya masing-masing kalau andaikata kami pergi berpencar-pencar (who's the lucky husband?)! :) Janji! *doain ya biar saya konsisten

Terus mengenai buang sampah...ah, begini.  Kalau kata dosennya Kak Alia, guru violaku, orang Indonesia masih punya pola pikir primitif.  Maksudnya, mereka percaya kalau sampah dibuang ke tanah pasti terurai.  Ya, memang begitulah, kalau sampahnya kulit pisang.  Lah kalau sampahnya kaleng cat? Plastik bungkus tutup air botolan? Tapi beberapa orang memang masih begitu karena mungkin pendidikan di sini masih kurang getol, dan kalau untuk generasi orang tua, akibat kaget oleh pembangunan dan modernisasi tapi masih susah mengubah kebiasaan.  

Yang bikin saya pingin ngamuk, bahkan anak-anak sekolah saya dulu, di SMA, yang saya percaya pasti berpendidikanlah, dan kami hidup dengan koridor berubin putih bersih dan gedung sekolah tanpa ancaman rubuh (kecuali ada gempa 9,9 SR), tetapi mereka membuang sampah plastik dan apa saja secara barbar.  Sembarangan.  Bahkan, pernah saya kena lempar plastik bungkus tutup botol itu.  Mukanya tenang-tenang aja lagi tuh yang buang limbah seenaknya.  Bukannya kita dari dulu seharusnya diajarkan buang sampah di tempatnya, 'kan?

MINTA DIPENTUNG!!! *pakai sendal jepit Swallow

Klasifikasi sampah juga begitu.  Ah, tebak aja skenarionya gimana.  Dalam tong sampah organik ada plastik, di bagian anorganik terendam secarik kulit jeruk.  Pemerintah juga mestinya ngasih penjelasan sih.  Soalnya 'kan sebagian besar dari masyarakat Indonesia belum terlalu ngerti pembagian sampah.  Jangan-jangan pemerintahnya aja nggak ngerti, tapi sok ikut-ikutan doang.  Pintar, pintar.  

Ah, baiklah.  Saya udah kebanyakan ngomel nih.  

Saya percaya Indonesia akan membaik untuk urusan lingkungan hidup ini.  Pendidikan, majulah.  Generasi muda, ayo kita beri contoh terbaik bagi adik-adik bangsa kita! Kita harus berubah, sebelum ini jadi gawat. Yuk kita bertindak sekarang juga! :D

cheers

Ningrum Si Tukang Kampanye


Jenis-Jenis Percaya

Percaya? Kata-kata umum yang dipakai dalam segala konteks sesuai kebutuhan.  Percaya sama pacar, percaya pada perusahaan, percaya pada Tuhan, percaya akan promosi...dan lain-lain.  Asal jangan tertukar dengan pepaya.  

Sekarang saya kepingin bercuap tentang percaya pada hal yang baik dan buruk.  Ada, mungkin cukup banyak, orang percaya lebih kepada kenegatifan.  Mereka percaya bahwa orang-orang di sekitarnya jahat dan licik, percaya kalau promosi-promosi di toko A atau B cuma bohongan, percaya kalau dunia akan kiamat tahun 2012, percaya kalau garuk-garuk kulit kepala memproduksi ketombe (memang iya sih...), percaya dia akan menua dengan cepat, pokoknya mukanya sampai nyureng-nyureng gitu seharian, cuma gara-gara terganggu oleh 'iman'nya yang negatif! 

Anehnya, atau memang hukum alam, orang-orang tipe di atas memang seringkali tertimpa hal-hal yang dipercayainya.  Promosi bohong, orang jahat...dan macam-macam, terutama yang urusannya pribadi (kalau kiamat 2012 'kan urusan kolosal tuh)! Banyak kok contohnya, coba kalian lihat-lihat sekitar... hahaha. Terus, mereka memang jadi nggak pernah sepenuhnya bahagia, karena takut ini itu.  

Well, jika harus memilih, tentu kita nggak mau 'kan, hidup kayak gitu? :)

Mulai sekarang, belajar untuk mempercayai hal yang bagus-bagus aja, yuk? Percayalah, hidup ini indah karena Tuhan memberikannya untuk kita.  Percaya, bahwa promosi-promosi yang ada di toko menguntungkan dan kita akan dapat laba (kayak saya! Hahaha...), percayalah bahwa orang-orang itu baik, meskipun kelakuannya aneh--pasti ada alasan kenapa dia jadi semacam psikopat, 'kan? Imanilah, bahwa kita akan selalu punya alasan untuk bersyukur.  Begitu rasa percaya kita penuh, tentu akan semakin banyak alasan senyum datang ke hidup kita.  Imanilah Tuhan mencintai kita, karena Dia pencipta kita! Untuk apa Ia mengirim kita ke dalam rimba kehidupan kalau kita hanya akan menderita habis-habisan bak berada di neraka? 

Kebahagiaan datang dari dalam.  Percayalah akan hal baik dan syukurilah.  Hidupmu akan semakin indah! Saya sudah mencobanya! Bagaimana dengan Anda? 

percobaan (untuk dipraktekkan/menjadi inspirasi/menambah semangat/baca sesaat)

Saya selalu berkata bahwa ke mana pun saya pergi naik mobil, pasti ada parkir.  "Ada Ningrum, ada parkir!" Tanpa maksud narsis, tentunya.  Tapi ajaib.  Setiap kali, meskipun lapangan parkir bahkan penuh bak kaleng sarden belum dibuka, selalu ada tempat parkir untuk saya dan keluarga/teman! Kadang-kadang mesti agak sabar, sih.  

Dan ngomong-ngomong, bagi orang kota, marilah kita menurunkan kecepatan ritme hidup sedikit.  Sedikiiiiit aja.  Kadang-kadang kita harus bernafas dan mencoba menikmati hidup. Cobalah, pasti ketagihan (hati-hati ketelatan tapi)!

Oh iya.  Saya ada kabar bagus.  SAYA MENULIS DENGAN NETBOOK! SAYA MEMBUKA FILE NOVEL SAYA! AKHIRNYA SAYA KEMBALI KE DUNIA SASTRA SAYA! Haleluyaaaa... (a la Handel) *kalau nggak ngerti baca pos-pos sebelumnya, deh

Minggu, 26 Desember 2010

Sedang Meracau

Yang satu ini boleh dibaca, boleh tidak.  Saya cuma ngelindur dan ngeracau.

Saat ini Katarina Ningrum sedang (mencoba) membereskan Gentong Rotan Ajaibnya, yang isinya perintilan nggak jelas, mulai dari kumpulan batas buku (dari sisa-sisa guntingan karton dan yang memang pada esensinya beridentitas sebagai pembatas baca) dalam kotak bekas coklat Delfi Pictoria Symphony (coklat persegi panjang dengan ukiran piano grand / biola di atasnya, dua kacamata penahan-sinar-ultraviolet bonus majalah GoGirl! yang kedobelan karena saya beli dan beberapa bulan kemudian dikasih lagi edisi tersebut sama temannya Si Kokol, rumahnya kacamata minus saya, kantong HP yang berfungsi sebagai tempan menyimpan segepok tiket Bambi Land yang tak kunjung ditukarkan dengan hadiah, botol Pursue--cairan pencuci tangan 25 ml--nan isinya surut, sebutir kemasan model telurnya Tender Care Protecting Balm-nya Oriflame yang dibeli dari teman saya Ocha atas nama Mama dalam rangka nyobain dan ternyata tidak terlalu laku dalam percobaan di rumah (berhubung saya téh masih punya dua jar Born Lippy-nya The Body Shop hadiah dari seseorang pada zaman saya SMA yang nggak habis-habis dan Mama saya nggak suka pakai 'begituan', istilahnya untuk kosmetika dsb.), kantung pensil kuning gading bersulam nama saya: ningRum + seorang anak perempuan bergaun kembang-kembang + seekor kupu-kupu hadiah dari sepupu saya Martha-Tangan-Terampil*http://marrykayshop.wordpress.com/, buku notes kecil dari Martha juga (tulisan di sampulnya: Jeckapah), Lace Border--semacam selotip tapi penampilannya seperti renda dan bahannya kertas tebal lentur, dan tetek bengek-tetek bengek lainnya seperti bonus So Good seri Upin & Ipin itu.  

Begitu isi gentong ini keluar, Papa saya sampai melotot.  Benar-benar mustahil.  Ya nggak juga, sih.  Tapi kok, saya nimbun barang bisa begini perintil-perintil gini, coba? Hahaha! berlagak santai dan nyanyi-nyanyi~♫♪ 

Selain gentong, saya juga menyortir kumpulan spidol warna-warni saya yang bermacam-macam tipenya: Stabilo Pen 68, Stabilo Point 88, Snowman Marker, Staedler, Uniball, Maped Color Peps, ZA Penciltic, Carinex Color Highlighter, Pinkfoot, Zebra Milipen, beberapa yang mereknya sudah sirna (saking kunonya), ditambah gunting Kenko dan penggaris berhias gambar putri duyung didekorasi mote-mote imut yang sejak zaman saya TK masih hidup saja meskipun sudah tak ada airnya (dulu jadi kayak akuarium kecil gitu! Lucu banget.). Semua benda ini berdesak-desakan dalam kaleng bekas peach Del Monte 825 gram.  

Aaaaaaahh.  Dan untuk berlari sebentar dari kebanyakan materi, saya nulis di pramudita dulu, nih. 

Saya Ubah Tampilan Pramudita

Alasannya: bosaaaan dan butuh sedikit sinar matahari (berhubung belakangan cuaca mendung).  Jadi beginilah sekarang halaman ini: cerah berlangit biru-awan putih-tulisan kuning dan serba pastel.  :) 

Semoga jadi lebih menyenangkan Anda para pembaca secara psikologis.  *karena penulisnya juga ngerasa begitu

Saya nge-stuck  lagu Mary's Boy Child yang musiknya diaransemen oleh Fauzie Wiriadisastra sang pemimpin SLCO.  Manis-manis gitu nuansa lagunya.  Problemnya hanya satu: rhytym ruwet! Tapi toh, kami berhasil memainkannya tanpa banyak belepotan.

Dokumentasi Hari Lahir

 omelet Warung Sate Shinta beserta Moccaccino lezat yang hangat
 foto oleh: Mama.  Tema: saya dan dekorasi (baca: setumpuk kue) Natal
(yang diangkat sebagai) kue ulang tahun

Sabtu, 25 Desember 2010

Selamat Hari Burung! *lho?

Oke.  Hari ini Natal, bo, bukan Hari Burung.  :D Hahaha.  

Beginilah Natal saya.  Maen bersama SLCO di gereja St.Laurensius, Sukajadi bersama koor Setiabudhi Regency (di mana ada guru piano saya, sehinga intinya saya mengisi acara bersama guru viola saya + guru piano saya juga).  Mantap! <3 

Terus kemarin malam (sampai pagi) saya ngumpul sama keluarga besar pihak Mama. Sepi gila, nggak ada Engkong *mendadak sedih sendiri
Tapi kami bersenang-senang! Dan kebanyakan makan juga.  Ada iga bakar, susis, tiga lingkar pizza (plus balon buat si Oi yang malah dipakai main sama Aryo dan tak lama kemudian pecah diiringi suara nan tragis), dori, mayones, i fu mie, koktail buah, sushi sederhana, kentang goreng, dan entahlah apa lagi. Gak bertema pisan. Yang jelas kenyangnya gila! 

Udah gitu, kami leyeh-leyeh nggak jelas sambil ngobrol ketawa-ketawa dan tepat jam 12 malam, setelah jam dingdong berdingdong, kami berpeluk-pelukan memberi ucapan "Merry Christmas!" satu sama lain, dengan tingkah polah mirip zombie (berhubung ngantuk).  Hahaha!

Itulah kegiatan.  Sekarang...perenungan.  Walah, dramatis amat.  Bukan perenungan sih sebetulnya, cuma baru kepikir aja: saya orangnya beruntung.  Sering deh, beli barang, lagi diskon, begitu sampai kasir, diskonnya nambah (entah kenapa berkali-kali terjadi). 

Nih ya.  Waktu itu aku beli sepatu di Kappa, CiWalk.  Emang lagi diskon katanya.  Udah gitu, saya dengan senang hati mencoba dan menuju kasir dengan ekspektasi membayar sekian (sudah termasuk diskon).  Eh, tahu-tahu si Mbaknya bilang: "Ini lagi sale Mbak..."
Dan mendadak nominal potongan harga ditambahkan! Akhirnya kembalian saya lebih dari perkiraan.  Mantap suratap banget, deh! :)

Terus terus, saya waktu itu beli CD Debussy isi 4 gitu di Gramedia.  Saya udah nabung-nabung biar bisa beli dengan hati tenang.  Dan sudah nyiapin uang pas juga.  Pas saya mau ngambil barangnya dari rak, ada Mbak yang bilang: "Itu lagi diskon."
Hati saya berbunga-bungaaa.  Belum selesai pula.  Saya nyobain CDnya, dan ternyata lancar, eeeeh...waktu bayar, si Mbaknya menyebutkan harga yang (lagi-lagi) lebih murah dari yang tadi diperkirakan setelah mantera diskon pertama! Hebat nggak tuh? 

Ada lagi.  Masih tahun ini terjadinya.  Beberapa tahun sesudah saya membeli sepatu di CiWalk, saya beli sepatu baru berhubung si Kappa sudah belel.  Saya ke Yogya dan lagi diskon rupanya.  Harga setelah dipotongnya 129 ribu.  Pas sampai di kasir, jadi 119.900 aja, lho! Hahaha...senangnya, kembalian saya nambah lagi.  :P 

Yang paling baru adalah waktu di The Body Shop.  Mumpung ulang taun, saya kepingin agak manja (hahaha) dan memang sudah lama saya kepingin ke sana dan membeli beberapa produk yang telah lama saya impikan.  Dan akhirnya...saya berhasil, di tengah kemepetan antara rumah Arum dan CCF.  Sepuluh menit saja, dan ternyata, karena bulan ini ulang tahun dan merupakan anggota, saya dapat diskon 10% untuk semua barang (yeee!).  Tapi salah satu yang menyenangkan lagi adalah: salah satu produk, yaitu sampo pisang, malah lagi harga khusus sehingga harganya berkurang lebih dari 10%! Jadi, malah untung deh.  Yehahaha! Udah gitu, dapat hadiah pula.  Sabun wild cherry.  Udah gitu, si Mbaknya baik.  Saya nggak ada receh, dia kehabisan receh juga.  Jadi, untuk 200 Rupiah yang nyengsol di buntut total harga, saya nggak bayar (cuma punya 1000an soalnya, Mbak nggak punya kembalian rupanya).  Hahaha.  Meraup laba saya.  :D 

Oh iya.  Kalau dianalisis, biasanya fenomena ini terjadi di saat-saat ketika saya membeli benda yang sudah lama diincar tapi baru bisa dibeli, lho. Hahaha...berarti memang: semua indah pada waktunya. :) *semua diskon pada waktunya? 
Nah begitulah, celotehan saya hari ini.  :) Menyambut Yesus (untuk ke-19 kalinya dalam hidup) sebagai juruselamat! :D Ditemani secangkir Choco Oi pemberian keluarga yang lucu itu! :D Hehehe. 

I wish you a lot of LUCK! Criiiing! :)



Kamis, 23 Desember 2010

Setelah Berusia 19

Oh, tidak! Sekarang saya tinggal setahun lagi menuju usia 20.  KEPALA SAYA BAKAL MENDUA! *ups, serem 

Begitulah.  Jadi...saya rasa, ada baiknya kalau saya memantapkan beberapa hal yang belum mantap menjelang tahun depan, setelah detik ini berlalu.  
Baik.  Saya kepingin...sumpah, kepingiiiin sekali Cappuccino Paradise yang ke-3 terbit tahun depan, secepatnya, dan saya harap banyak pembacanya, dan semoga menghibur banyak orang.  

Saya bertekad...mau menjalani metode Rumtarian saya.  Kalau yang versi enak-enakan itu aja udah ciamik, saya bisa jadi vegetarian sejati! Mantap, 'kan? :)
Dan saya kepingin...punya pacar.  Hahaha! Tapi yang ini sih intermezzo aja, biar ini tulisan rada semerbak.  Walaupun memang sangat ingin, di sisi lain saya perfeksionis, jadi nggak mau asal-asalan juga.  

Saya harap...saya punya lebih banyak waktu untuk latihan musik, gambar, dan nulis.  
Saya mohon...berikanlah saya grand piano akustik.  

Saya minta...luluskan ujian-ujian (DELF A1 & Music Theory) saya.

Saya berharap...ada yang ngasih anjing pug buat saya.  *hihi

Saya berdoa biar jalan ke Konservatori Paris semakin terbuka (kalau memang diizinkan sama Tuhan).  Amiiin.

Saya berterima kasih untuk keluarga, saudara, isteri-isteri, sahabat, tetangga, kenalan, supir angkot, tukang sampah, pengamen, mbok jamu, semut, jentik nyamuk, cicak, pohon mawar, batang kayu berjamur, keran, aspal, rumput, amuba...dan semua yang ada.  Semuanya memberi saya HIDUP. :D

Saya bakal gembira banget kalau di sekitar saya semakin banyak cinta, humor, dan kebahagiaan. Ah, semuanya cukup.  Biar Tuhan yang menambah.  Dia tahu yang terbaik.  Yang penting tetap bersyukur. :)

AMIN!

<3

ralat

Di Pos tentang nonton di Bumi Sangkuriang, 'kan ada penjelasan tentang Billy.  Nah, yang "baru kenal dan ternyata pernah main bareng..." itu Billy, bukan Arthur.  Kepindah tuh tulisan "Billy"nya.  Maafkan ya! :D


selamat hari baik, semuanya! :) muah, muah!

Rabu, 22 Desember 2010

Sekedar Mengisi Ruang Kosong

Hola! Saya kembali, dengan sebuah foto Sang Saka Merah Putih berkibar di halaman depan Taman Bunga Nusantara Cipanas tahun lalu! 
Minggu ini saya banyak pergi-pergi.  Ke St.Laurensius, ke GII Dago, Laurensius lagi, GII lagi...hahaha! Kerjaan Natal nih.  

Tapi di rumah juga, saya nggak nganggur.  Saya bikin kue kering bareng Mama, dan...ada yang mau beli? :D Hihi.  

Lalu, saya juga mengembat film seri The Nanny Season 1, cerita tentang seorang pengasuh anak yang rada sableng tapi lucu, yah, intinya, sitkomnya asyik banget, deh.  :) Kebetulan, ini hadirnya di zaman tahun 1993-an, di mana saya masih kecil banget--baru lahir mungkin, sehingga nggak mungkin ngerti ceritanya.  Sekarang, DVDnya sudah di tangan! Seneng banget deh. Yipii! 



(Om Google, pinjem gambar ya)

Anehnya, belakangan saya nggak nyentuh netbook lho.  Saya nggak minat nulis gitu.  Deuh.  Padahal lagi ada target.  Tapi entahlah--kaki saya nggak bergerak untuk mendekatinya dan tangan saya enggan mengetik fiksi.  Ah, ini penyakit tahunan deh.  Atau penyakit akhir tahun? Emboh.  Kenapa ya? Siapakah yang bersedia memencet tombol nulis saya? :((

Oh...

Now I miss my Marin and Charlie again.  Kayaknya saya akan coba melanjutkan nulis deh hari ini.  Mudah-mudahan.  Doakan ya.  


Untuk semuanya...

Selamat Natal 2010 !

Jumat, 10 Desember 2010

Bermain Main

Begitulah! :) Saya...bermain-main bersama teman-teman. 

Kamis 
Mengemban tugas belajar Bahasa Perancis (balelol) di CCF, kemudian saya makan malam Spaghetti Bawang Putih dan air mineral sendirian ditemani sekuntum bunga.   Enak...cuma...sepi.  :(( 



Tapi tak apa-apa. Setelah itu, Papa dan Mama datang menjemput dan kami mengambil Estherminaluriskandangolalamasukutukartumpul & Manda di Sultan Agung, lantas kami ke Bumi Sangkuriang untuk nonton...Wolfgang Haffner Trio! Dan, sungguh, saya nggak kapok sama sekali deh nonton ini! Kepala langsung terinspirasi penuh gemilang.  *criiing 



Penampilan mereka luarrr biasaaa.  Piano, kontrabas, dan drum, berpadu dalam harmoni yang luar biasa menjanjikan sebuah kemerindingan bagi pecinta musik! Pokoknya ciamik! *euforia banget deh

Setelah nongtong, saya + Inezwanditarikandangolalamasukutukartumpul + Arthur + (ternyata pernah main bareng pas acara GII, tapi baru kenal kemaren deh) + Billy + Albert (baru kenal, dan dia sebetulnya duduk di sebelah saya pas nonton di Bumi Sangkuriang) bercokol di Cabe Rawit. Semacam kedai gitu.  Haha... Minum-minum jus (malem-malem, di Ciumbeuleuit, dingin-dingin menggigit).  Kami ngobrolngobrolngobrol dan akhirnya pulang sekitar jam 12 kurang (atau setengahnya? Entah.).  

Dan saya tetap histeris aja lho.  Keren abis tuh trio.  Inspiratif.  Unik.  

*lari ke piano dan latihan sampai tepar

Hari ini, Jumat, rencananya mau nonton Trio la Tache (piano, selo, klarinet) di CCF.  Bersama dua isteri saya dan entah siapa lagi yang berminat.  :)  

Dan berikut foto-foto pas perayaan ulang tahun Si Abang Tukang Bakso Mari-Mari Sini.  




Jumat, 03 Desember 2010

Lanjutkan!

Apanya? Cerita saya.  Judulnya secara umum adalah: Cappuccino Paradise.  

Inti ceritanya, seorang gadis kecil beranjak gede bernama Marin, hidup biasa saja dikelilingi keluarga, teman, dan peliharaan yang baik hati.  Suatu hari di tahun baru 2005, dia ketemu nggak sengaja sama Charlie, cowok sepantaran dia, di taman.  Dan kelanjutannya, mereka bersahabat, malah, nambah teman-teman baru terus! Di antara mereka, apa pula yang terjadi? Mengapa setiap momen terasa menggetarkan?

Ujung-ujungnya sih love story juga.  Tapi percayalah, yang ini dijamin menyenangkan dan manis! :-)

Awalnya, ini cerita saya bikin ngasal banget.  Asal jadi, asal nyambung, asal ketik.  Sesukanya banget.  Haha! *jangan ditiru Tapi, saya menikmati sekali pembuatannya, mikirin nama makanan, minuman, nama orang, kejadian-kejadian, dialog.  I enjoyed the process of making the whole novel. And I still do until now, in the 4th part of Marin's story. Yang paling aneh adalah, kadang-kadang yang saya tulis di novel suka kejadian! Terutama di CP3 (nanti deh, diceritain kalau bukunya sudah sampai pada khalayak ramai). 

Sampai akhirnya ini novel terbit juga (makasih, Om Harry dari Creativ Media) dan ketahuan sama anak-anak sekolah (dipelopori oleh...?).  Tapi saya senang! Senang karena berhasil menelurkan sesuatu yang bisa dinikmati manusia-manusia sedunia.  Sungguh.  Sejujurnya, orientasi saya memang cuma gitu doang.  Ngasih bacaan buat orang-orang.  

Hihi.  
Dan semuanya, "TERIMA KASIH YA!" Buat apresiasinya terhadap Cappuccino Paradise! :-)  Sabar ya, menanti seri ke-3nya.  Maafkan kalau lama.  Saya juga agak kesal nunggunya (hahaha). Tapi nggak bakal mengecewakan, deh.*senyumsenyum


Merencanakan Masa Depan?

Oh, yeh. Tiba-tiba saya punya masa depan! Bukannya dulu nggak, kok.  Dari dulu juga saya punya banyak bergudang-gudang rencana.  :) Mulai dari pingin jadi vegetarian, pingin punya merek perawatan tubuh sejenis The Body Shop gitu, dengan kampanye yang meyakinkan bahwa semua perempuan itu cantik, mau bikin dunia lebih indah, mau belajar gamelan...dan lain-lain sebagainya numpuk tertulis dalam sebuah buku, atau dua buah, kalau tidak salah. 

Mendadak oh ujug-ujug, impian saya nambah satu, dan cukup...BESAR.  Saya kaget sendiri, kenapa dari dulu nggak kepikiran juga.  Berawal dari satu les baru dan obrolan dengan seorang kenalan via internet, tahu-tahu ini impian nongol.  Lesnya les Bahasa Perancis.  

Jadi, ide baru saya untuk mengisi hidup adalah: 

belajar musik lebih mendalam di
Le Conservatoire de Paris
!!!

Sebuah, err, konservatorium musik, tentunya, di mana setelah saya baca-baca keterangannya, ada program 2 tahun dan 3 tahunnya, ada jurusan viola, piano juga, dan pilihan ilmu utama beragam.  Bagusnya, muncul pula dalam kepala saya pernyataan: "Kenapa nggak?" 

Dan kadang-kadang ide dadakan suka malah bener-bener jalan.  Kayak keinginan seenak udel saya buat belajar alat musik gesek yang berdampak lumayan keren.  Haha! :D 
So, give it a try, Ningrum! :) Mungkin tahun 2012 nanti saya akan bener-bener cari beasiswa.  Hehe.  Tahun depan mah ujian ABRSM dulu! Doain saya ya! :)

Dan itulah pembuka catatan harian (bolong-bolong) saya ini.  
Sekarang eusinya! Haha...memang pantun Bahasa Sunda? Bait satu-dua sampireun, bait ketiga-empatnya eusi.  Wakakak.  Sésébréd kalau nggak salah, istilahnya.  Aiiiah. Kangen Bu Sules. :(( 

Apa, ya? Hm...tadi pagi saya sekeluarga pergi keluar.  Rencananya mau ngerayain ulang taun si Abang Tukang Bakso Sebastianus Seno yang Ngaku-Ngaku Ganteng Tiap Hari, di Sumber Hidangan, Jalan Braga.  Tapi ternyata ada persiapan Braga Festival, sehingga kami tidak bisa ke sana (HUH!), selain Si Abang memang rada buru-buru mau ketemu teman di BTC.  Akhirnya kami ke BTC dong.  Hahaha! Mencari tempat enak di Lapangan Hidangan, lalu makan.  Papa-Mama makan gepuk, Si Abang Bakso Seno makan lotek + es kelapa muda kemasan batok, saya sendiri makan Salmon Crunchy produknya Sushi Mei.  

Dan...kata-kata mutiara hari ini adalah: 
catat mimpimu dan wujudkanlah itu! Good luck, semuanya.  Bonne soirée! :)

koreksi 
Denny R.Iswargia itu siapa, toh!? Yang ada, namanya Iswargia Sudarno, dan beliau adalah pemain piano yang hebat. Isteriku Inejh menyukainya.  Hahaha! :D 
Kalau menurut guru piano saya, beliau itu kakek buyut pianoku.  Hihi.