sepintas kecerewetan

Tampilkan postingan dengan label CCF. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CCF. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 12 November 2011

LULUS!

Saya di-SMS guru saya: 

Td di nada ada surat dari Abrsm.  Congrats ya, kamu lulus looo gr.8 nyaa!! 

 Apa artinya? 

1. Nada udah ganti nama jadi Irama, tapi susaaah banget ngatur lidah dan memori untuk tidak menyebut Nada sebagai Nada.  Mestinya sih Irama... walau di otak saya Nada selamanya... 

2. ABRSM ngirimin guru saya surat. 

3. Saya lulus ujian piano tingkat 8 saya!!! 

4. Dua tanda seru (!!): mungkin karena nilai scale-nya parah dan Mozart-nya lari-lari.  HAHA.  

5.  YANG PENTING LULUS! 

Terima kasih, semuanyaa. :* Terima kasih orang tuaku, kakakku, Kak Angie guruku, isteri-isteriku, daaan semua yang memberi saya semangka! :D 

Haha.  

Dan tadi saya mulai di kelas baru A2.1 di CCF.  Kami ber-5 dengan seorang guru yang ternyata nulis novel.  Canggih euy. Ngomong-ngomong ini pengalaman pertama saya kursus di hari Sabtu dari jam 8 pagi sampai jam 12 (yep, 4 jam!) dengan istirahat pukul 10-an sekitar 15 menit (pusingkah kalian melihat banyak angka? Saya sih pusing.).  

Sekian. 

Saya jingkrak-jingkrak dulu ya. :)

Sabtu, 08 Oktober 2011

Cintai Produk Lokal!

Bukan, saya bukan mau ngomongin keripik singkong atau beras improt.  Saya kemarin baru nonton Djava String Quartet asal Yogyakarta, di CCF Bandung, dan saya sukaaaa banget! Kebangetan sukanya.  

Terdiri dari 4 pemain alat gesek yang berkemampuan hebat, Djava menampilkan karya Beethoven, Mozart, dan bersama piano--Schumann.  Semuanya bikin saya merinding (physically merinding, maksud saya!).  

Tahun 2009, saya juga nonton Djava.  Cuma karena saya masih amatir, ya, saya merasa biasa saja, walaupun memang penampilan mereka memukau.  

Tapi di tahun 2011, mereka jadi sepuluh kali lebih mengerikan sampai saya senyum-senyum sendiri pas mereka memainkan lagu! Mana pianisnya pun jago gila.  Amit dah.  *pada makan apa sih?*makan senar*

Oh iya, saya nontonnya bareng Esther dan Manda.  Udah gitu saya akhirnya beli juga CD Yes, I Listen to Djava String Quartet seharga 25ribu Rupiah.  

Ah, pokoknya mereka KEREN! 

Kemarin saya nonton Mr.Popper's Penguin, yang dimainkan oleh Jim Carrey si muka elastis.  Ya ampun, jadi pingin pelihara pinguin! Lucu banget! :3  


Ada pos baru di citraramya! :)

Monggo mampir.

Selasa, 23 Agustus 2011

Ibu Kota!

Hai, hai! Saya sebetulnya telat sekali kalau baru cerita tentang ke Jakarta ini.  Tapi harap maklum, baru sempat ngedit fotonya barusan... :) 

Tanggal 14 Agustus lalu, saya pergi ke Ibu Kota untuk mengadu nasib! Ya bohonglah jelas! Saya dan Papa-Mama mau ngerusuhin kos-kosan si Abang Seno Tukang Bakso di Jalan Kesehatan, Jakarta Selatan.  Berbekal foto-foto (berkualitas tolol karena pakai kamera HP), ini dia...

"Cerita Jakarta"
(baca: nongol di Pondok Indah Mal bersama Kokol dan Ayah Ibu yang Konyol)


 Daycraft Signature Sketchbook (Kinokuniya, 99ribu, kertasnya polos dan KUNING!
+ Faber Castell Mechanical Pencil 
+ Yogen Früz mix juice

  
Green Paradise Salad bikinan Ichiban Sushi (enak!)

 Salmon Donburi, juga dari Ichiban Sushi (uenak tenan!)

C'est tout! :) Memang yang berhasil saya foto cuma itu.  :(( Nanti ada foto lainnya, tapi ada di iPod si Kokol, jadi saya belum punya.  :D Yah, semoga memberi inspirasi (masa iya?)! 

Nah, hal lain yang mau saya bagikan adalah...saya sudah lulus ujian CCF lagi! :D Nilai saya 86 dari 100.  Maka dengan ini saya dapat melanjutkan ke tingkat selanjutnya.  Cihuy! 
Terus apalagi ya? Saya baru potong rambut! Sekarang rata loh, rapi, nggak shaggy lagi. Tapi saya suka.  Gampang diasuhnya.  :D 

Ngomong-ngomong, waktu itu di Griya Setrasari saya dengar lagu Abang Tukang Bakso! Iya, lagu lawas untuk anak-anak téa! Saya baru ngeh bahwa liriknya seenak perut banget! Coba simak: 

Abang tukang bakso
mari-mari sini
aku mau beli

Abang tukang bakso
cepatlah kemari
sudah tak tahan lagi

Tidak ingat liriknya apa...yang jelas bagian paling fenomenal adalah:

Abang tukang bakso 
tiap kali lewat
bikin perut jadi kosong
Jadi anak jangan suka bohong
Kalau bohong 
digigit kambing ompong

Abang tukang bakso
tiap kali lewat
bikin perut jadi kosong
Jadi anak jangan suka bohong
Kalau bohong
digigit nenek gondrong

Saya ngakak di depan rak produk pencuci muka.  Untung Mbaknya nggak ikutan ngakak (ngakakin saya).  :))
 
Ada yang tahu lirik asli dan lengkapnya kah? Saya mau dong.  

Baiklah, sekian untuk hari ini! Ceriakan hati kalian dari dalam hati sendiri! :) 
Jangan biarkan orang lain merenggut kebahagiaan Anda! -Ajahn Brahm, penulis "Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya"

Senin, 18 Juli 2011

Bararongjur! *

Hai, kawan semua! Saya baru pulang dari...CCF! Yap.  Ujian.  Jam empat sore, meleset dari pemahaman bahwa ujiannya jam satu siang (miskomkah? Salah ketikkah?), tapi, ya sudahlah ya. 

Dan apakah yang terjadi di ujian? 

*membuka tirai panggung pelan-pelan

Voilà! Ujiannya selesai dengan selamat sentosa adil dan makmur dong! :D Bagian Comprehension d'Oral alias mendengar dan menjawab pertanyaan...lumayan! Senang sekali.  Bab kedua, Comprehension d'écrit-nya, nggak terlalu kompleks, yah, agak banyak mikir, tapi...berjalan lancar! Bagian ketiga, terakhir, menulis (lupa judulnya apa) kartu pos dan mengisi formulir identitas, mantap suratap.  Ada elemen-elemen kecil yang bikin nggak yakin, tapi sudahlah.  Setidaknya saya ngerti apa yang saya lakukan, nggak kayak kalau ketemu soal aneh di Ulangan Umum Fisika sampai ngejawabnya 100% mengarang bebas.  :)) 

Dan terakhir adalah...BERCAKAP-CAKAP dan NGOMONG! Nah, yang ini agak jebol-jebol nggak puguh lantaran saya...entahlah, antara gugup, takut salah, dan...ah, entahlah!  Walaupun begitu, saya rasa hasilnya lumayan kok.  Saya memperkenalkan diri dengan baik, membuat pertanyaan-pertanyaan yang nggak garing, dan saya bisa bayar sekilo pisang dan dua kilo ikan seharga 18€30 dengan duit-duitan kertas fotokopian 20€ dan dapet kembalian 1€70.  Bwahaha! Berasa balik ke SD lagi nggak sih? Belajar uang-uangan, tapi yang ini versi Bahasa Perancis? That was weird, anyway.  It sounds weird and felt weird!   

Oh iya, tadi karena salah jadwal, selama jam 1 lebih sampai jam 3 kurang, saya keluyuran ke Gramedia dan BIP.  Di BIP, saya beli soft lens yang memang sudah direncanakan sebelumnya.  Eh, kebetulan lagi ada loyalty program dari Acuvue, jadi kalau beli 2 kotak dapet 1 gratis.  Ya sudah, saya manfaatkan pula itu keuntungan.  Lumayan, ada stok soft lens sampai 9 bulan mendatang (terus siapa yang melahirkan ya?).  Daripada bolak-balik toko kalau kehabisan.  Lagipula jadi hemat sebanyak 165.000 Rupiah untuk jatah satu periode (3 bulan). 

Lalu saya pun...kembali ke CCF dan makan kentang gorengnya yang berharga 9.000 Rupiah ditambah jus buah campur, 12.000 Rupiah.  Seharusnya bertotal 21.000 Rupiah, kan?  Tetapi karena punya Carte Etudiant, saya dapet diskon 10%! Yipii! :) 

Oh iya, saya ada kata-kata mutiara bagus.  

Minum air putih sebanyak-banyaknya.  Niscaya racun akan keluar dan tubuh segar selalu.  Senyum! ;)

Selamat berbahagia, kawan-kawanku. :D 

*Bonjour versi Sunda, menandakan adanya kejamakan pada sasaran sapaan


Minggu, 17 Juli 2011

CCF Menanti

Begitulah.  Besok saya ujian kenaikan tingkat di CCF.  Sampai detik ini belum buka buku lagi.  Nggak tau kenapa kayak belum waktunya aja.  :)) Mungkin udah gen penggaristenggatwaktu alias deadliner*

*orang yang punya kecenderungan melakukan tugas tepat pada saat tenggat waktu

Sebetulnya saya juga nggak ngerti ini gen datang dari mana, tetapi permanennya ampun-ampunan.  Kalau belum tenggat waktu, saya bisa molor-molor seenaknya.  Di otak sih inget, harus ngerjain ini, itu, tapi karena berasa punya banyak kesempatan, jadi santai deh. 

Apakah sifat ini baik? Tidak tahu.  Mungkin asyik di waktu-waktu sebelum tenggatnya (bisa main, leyeh-leyeh, seakan nggak ada tugas menanti).  Tapi, saya tidak bisa bilang pada tenggat waktunya saya langsung panik atau apa.  Saya menikmati penebusan dari ngaretnya saya! Kadang.  Entahlah.  Sulit dijelaskan dengan bahasa manusia normal.  

Peristiwa konyol yang pernah terjadi berkenaan dengan ke-deadliner-an saya bersetting tahun 2006, pas saya kelas 9.  Saya, Esther, dan Inez sama-sama punya sifat itu.  *maafkanlah kami 
Kebetulan, kami satu kelompok untuk tugas akhir Seni Musik (berupa kewajiban menciptakan sebuah lagu), padahal saya nggak sekelas sama mereka, tapi sama Pak Djonggi guru-sepanjang-masa kami, kelompoknya boleh pilih bahkan yang beda kelas! Senangnya! 

Tahu nggak? Kami sering banget ngomong, "Eh, tugas SM gimana?" 

Tapi hingga hari terakhir, kami belum jadi-jadi juga bikin lagu satu pun.  Sebelumnya kami memang sempat mau buat nyanyian yang terinspirasi dari film Hotaru no Haka alias Grave of The Fireflies.  Film Jepang tentang zaman PD II yang sedihnya keterlaluan (sampai habis nonton film versi animasinya, kami buru-buru setel DVD SpongeBob Squarepants dan ketawa bahkan di bagian yang lucu pun tidak...).   Liriknya kami susun pakai Bahasa Inggris.  Nadanya juga sudah dicoba-coba.  Namun begitu kami mau melanjutkannya, kami stuck! Sama sekali BUNTU, nggak tahu harus dibawa ke mana lagi tuh lagu.  Mungkin karena bawaan galaunya bikin kami ikutan galau? 

Selama tiga jam sebelum dentang waktu mengatakan bahwa kami harus menyerahkan tugas, kami ngumpul di koridor belakang SMP Yahya, berbekal kertas, pensil, dan pianika.  Gilanya, entah dapat ilham dari mana setelah asal-asal pencet, kami menyusun nada supersederhana yang WOW! KAYAK LAGU! Saya sempat les piano dulu setengah jam dan begitu balik, Esther dan Inez sudah menyusun sebagian besar liriknya! Dalam waktu ekstrasingkat, tahu-tahu tugas tersebut selesai dong.  Ajaib banget! Dengan edannya kami lari ke atas nyari Pak Djonggi.  

Tapi ternyata Pak Djonggi nggak ada! Sudah pulang! 

...

tamat.  

Apakah kami lulus Seni Musik kalau begitu?

Dari lantai dua, kami mengintip ke bawah dan tiba-tiba tampak permukaan ransel Pak Djonggi sedang berjalan ke arah timur! MUJIZAT! Kami lari lagi ke bawah, teriak, "PAAAAK! TUGASNYA SELESAI!" 

Itu terjadi ketika Pak Djonggi sudah siap-siap naik motornya.  

Ajaib, bukan? 

*dilemparin tomat busuk

Hei, itu kan keren banget! Penuh keajaiban! 

*tomat busuk ditemani apel kerutan beterbangan ke panggung

Oke jadi...saya mesti buka buku ECHO 1 besok pagi.  Betul-betul dibuka.  Supaya saya bisa bilang...
Je voudrais un billet du train pour 21 juillet.  

Est-ce que il y a une reduction? 
Je prends du saumon et du jus de fraise, sans sucre!

Mudah-mudahan 'ripiu' ujian dari Monsieur Kiki tidak meleset.  Amin.  Doakan saya.   :)  

Selamat hari baik!


Rabu, 13 Juli 2011

Elgar-Salut d'Amour


Elgar-Salut d'Amour
 diinterpretasikan oleh Kak Alia (biola) dan Katarina Ningrum (gendang, ya bukanlah, piano)

Pulang Ke Rumah!

Yihaaa! Saya pulang! Pulang! Ada di rumah dari pagi dan ada di rumah siang dan masih ada hingga malam.  Rasanya lega sekali...

Memangnya saya dari mana sih? Hoho.  Gini ceritanya.  Atas dorongan Kak Angie guru piano, saya akhirnya dijebloskan ke Bandung Music Camp! Acara yang diselenggarakan oleh Classicorp di Indra Music School Jalan Progo Bandung dalam rangka...entahlah.  Menampung musisi-musisi muda dan memfasilitasi kegiatan masterclass? 

Ya intinya, di camp (butuh) konsentrasi ini, para siswa akan mengikuti kelas privat, kelas chamber (misalnya saya, duet biola-piano, ada kelasnya sendiri), informal performance, dan...bergaul! :D Hehe.

Faculty artists alias bintang tamu pengajarnya adalah pianis canggih Kim Barbier, dan anggota-anggota Aura String Quartet: Vahagn Aristakesyan, Adam Taubitz, Christian Vaucher, Conrad WyssPokoknya ramai deh.  Hahaha!

"Kuliah kilat" ini berlangsung selama 9 hari dari 30 Juni-8 Juli, ditutup dengan konser tanggal 9 Juli di Auditorium CCF.  :) Tempat saya biasanya abring-abringan sama teman-teman nonton resital.  *senang

Dan apa saja yang saya lakukan selama 9 hari tersebut? Pagi jam 9an kelas privat sama Kim Barbier.  Lagu yang saya bawa untuk diasistensi merupakan bahan untuk ujian ABRSM Grade 8 Oktober nanti.  Mulai dari Bach, Mozart, dan Chopin.  Dan diawalilah berbagai koreksi! Mulai dari teknik sampai 'perasaan' setiap lagunya.  Mon Dieu! Hari pertama, kepala mulai nyut-nyut.  Banyak ilmu yang masuk tapi foldernya agak acak-acakan.

Siangan, jam setengah 2, saya kelas chamber bersama Arya (biola), pasangan duet saya yang ngasih lagu Accolay-Violin Concerto No.1 in A Minor sebagai PR.  Jumlahnya: 12 halaman sajaa! Nah, ini tutornya Conrad.  Beliau pemain selo-nya Aura String Quartet.  :) Ngajarnya juga enak.  Kabarkaburnya beliau galak, tapi pas udah diajar, nggak tuh! Malah baik banget dan lucu.

Sore jam 4an, saya kelas bareng Kak Alia (biola).  Kali ini tugasnya Elgar-Salut d'Amour.  Dosennya: Christian Vaucher.  :)  Beliau ambil peran viola di ASQ.   Orangnya humoris dan matanya bagus *hahaha.

Udah gitu ya, pulang.  Cuma tanggal 1-2 Juli, saya nggak langsung pulang karena main bareng SLCO di GOR Pajajaran dalam rangka meramaikan Bandung Diocese Youth Day, semacam perayaan anak muda Katolik se-Bandung yang dibuka dengan Misa Akbar bersama Administrator Keuskupan.  Memang ada sedikit masalah dengan sound system, tapi yah, acara tetap berjalan dan sesama anak SLCO tetap saling menyayangi (hah?).

Nah, tanggal 5 Juli, diadakan konser khusus anak-anak dari Surabaya dan Jakarta (yakni Suprapto alias Po yang berduet sama Sulistyo, dan bikin Sulistyo pusing tujuh juta keliling), serta konser Aura String Quartet setelah istirahat lima belas menit.

Aura String Quartet tampil TERLALU memukau sampai susah nafas! Mereka membawakan karya Dvorak.  Nuansa lagunya oriental-oriental gimana.  Kesukaan saya.  Yah, pokoknya, NGUJUBILEH KEREN! Sayangnya saya lupa rekam... *keburu euforia

Habis konser di Auditorium Indra Music School itu, kami makan-makan di Giggle Box.  Enak! <3  Tapi sedihnya, kami pun berpisah sama Aura String Quartet.  Au revoir, Conrad and Christian! :') Merci!

Lho, kalau Aura String Quartet pulang, gimana dong nasib kelas chamber

Tadaa! Sambutlah: Micha Afkham, suami dari Kim Barbier! :D Ternyata dia berasal dari Berlin Philharmonic Orchestra dan dia akan menjadi pengajar kelas musik kamarnya!  Wohoow. Selama ini saya hanya melihat dia dari kejauhan, lagi gendong bayi (ya, mereka membawa bayi 7 bulan mereka yang lucunya amit-amit).

Jadi dalam 3 hari, kami benar-benar menyempurnakan semua karya dengan sepenuh hati...dan...voilà, kami pun konser di CCF! :) Berikut videonya saya cantumkan.  Ada kebodohan-kebodohan kecil di pihak pianis, harap dimaafkan.  Terima kasih.  Oh iya, ini baru satu.  Nanti yang lainnya menyusul ya.  :)


Chopin-Nocturne Op.32 No.1 diinterpretasikan oleh Katarina Ningrum

Sabtu, 11 Juni 2011

Eric Legnini Trio

Saya baru nonton jazz dari Eric Legnini trio!  Teman-teman yang pergi bersama adalah Esther, Inez, dan Arthur.  Dari sore kami sudah nongkrong bikin kerusuhan di warung Lezat, depannya Gramedia Merdeka.  Tempat bernuansa kayu-kayu yang menyediakan hidangan-hidangan sedap seperti: pisang bakar, roti panggang, mi hijau, kentang goreng, dan jus alpukat.  

Dan jangan lupa, lampionnya setinggi kepala Inez! Hahaha. :P  

Sesudah cukup jenuh berada di sana selama sejam lebih, main Tanya Pak Polisi, foto-foto sama lampion, dan berpikir-pikir mau ngapain sampai jam setengah tujuh entar malam (pertunjukan mulai jam 7.30, tapi karena gratis, harus buru-buru), kami pun melangkah keluar dan jalan ke Ranggamalela.  Maksudnya mau menemui teman kami Kendi yang hari ini pembukaan toko di Rangga Point, sekalian nyari DVD.  

Nah, habis bertemu dan menambah penuh Rangga Point, kami pun keluar lagi.  Kali ini ke Wira Angun-Angun bermaksud menyambangi Movie Room.  Begitu sampai, TUTUP! *kecewa  

Diiringi kesedihan *lebay, kami pun memutuskan untuk makan yang dingin-dingin.  Kami berputar-putar mencari batangan untuk memilih mau ke Riau Junction atau Pisetta (saat itu kami ada di tengah-tengah Jalan Bahureksa).   Kami memakai sedotan, tapi malah bingung, yang dipakai ujungnya atau tekukannya.  Akhirnya kami menemukan sumpit bambu yang ujungnya runcing.  Dan akhirnya sang sumpit memilih: Pisetta! 

Kami makan es krim di Pisetta.  :9 Saya dan Esther, sama seperti waktu di Lezat, lagi-lagi memilih menu yang sama dan bahan yang sama (PISANG! Lezat: Pisang Panggang Susu Coklat Keju, Pisetta: Banana Cherry).  

Setelah menjilat-jilat es krim, kami pun berhenti mengudap dan pergi ke CCF.  Parah! Mentang-mentang gratis, penuh banget deh... sampai waktu pintu dibuka, masuknya berjejal-jejalan.  Untung kebagian tempat duduk di sayap kiri tepat di undakan sehingga panggung terlihat jelas.  

Pertunjukan dimulai sedikit telat (biasalah) tetapi cukup singkat untuk sebuah pertunjukan jazz.  Kira-kira pukul setengah sepuluh udah beres! Biasanya kalau jazz kan molor-molor... 
Tetapi musik singkat yang hebat itu telah membuat saya terobsesi untuk latihan piano

Kalau dipikir-pikir, piano memang teman saya dari kecil.  Memang dulu saya malas latihan *ngaku, tetapi saya selalu suka mendengar suara piano.  Di mana-mana, kalau kedengeran suara piano, pasti langsung semangat.  Apalagi dulu waktu zaman tinggal di Jalan Gempol Wetan 30, piano sewaan ada di dalam kamar tidur saya! Bayangin.  
Pagi-pagi, entar Papa saya masuk terus mencet-mencetin tuts piano supaya saya bangun.  Sore, saya latihan piano sampai eneg-eneg kelamaan.  Malam, sebelum tidur bisa main piano dulu.  Kalau lagi libur atau pulang pagi (jam 9 misalnya, waktu itu saya masih SD), saya suka main-mainin piano.  Pokoknya menggila sekali!

Tanpa disadari, keadaan itu membuat saya seakan kecanduan piano.  Waktu SMA saya baru sadar: kalau saya sakit, entah itu masuk angin atau demam akibat influenza, begitu saya sembuhan sedikit, hasrat saya cuma satu: MAIN PIANO! Dan anehnya, kalau diturutin dan saya mulai dentang-dentingin piano, pasti saya sembuh dengan cepatnya! 

Sampai sekarang saya masih les piano.  Walau kadang frustasi kalau ada yang nggak kunjung saya kuasai (misalnya Capricio-nya Bach dan aural), atau sedih karena diomelin guru (dan bikin saya main dengan mata berkaca-kaca, kalau diajak ngobrol suaranya gemetaran, air matanya keluar, terus akhirnya guru saya bilang, "Aduh, maaf..."-terjadi 2 kali), atau kadang capek latihan dan malas-malasan...apa pun hambatannya...SAYA CINTA PIANO! :D 

xoxo, Piano! :) 

n.b: Semarah apa pun gurumu, beliau marah karena ingin kau maju, bukan supaya kau menyerah. Semuanya tergantung sikapmu menghadapi kritikan darinya. :)