Rabu, 24 Juli 2013

Sayangi Hewan Langka Indonesia (dan hewan lain, tentu saja)!

Sang Ular

Hari ini, di tahun ular hari kesekian, sesosok ular mati dirajam batu oleh seorang bocah yang entah diajari apa oleh orang tuanya sampai bisa membunuh, dengan kejam.  Saya terlambat mencegahnya!

Saya saksi mata yang tidak bisa apa-apa.  Akhirnya, saya ambil tubuh Sang Ular dengan ranting, dan saya letakkan dia di dekat rimbunan semak-semak yang tertutup, lalu saya taburi kelopak bunga ungu.  

Selamat beristirahat, Ular! Sayang kita belum sempat berkenalan, ya. :")


Senin, 22 Juli 2013

Pos Khusus Buat Para Satwa Tersayang

Saya baru saja duduk di kursi angkot, dan karena tahu perjalanan masih panjang, saya pun membuka Twitter lewat telepon genggam saya yang (katanya) pintar. 

Alangkah kagetnya saya ketika melihat beberapa retweet yang menggunakan hashtag #RIPRaju.  Bukan cuma kaget, begitu sadar apa yang terjadi, tahu-tahu mata saya sudah berkaca-kaca.  

Ya, di angkot yang sedang melintasi Jalan Otten di sore hari, di hadapan banyak penumpang lain, saya berusaha menahan tangis.  Saya pun menengok ke luar jendela, takutnya air mata saya tumpah. 

Siapakah Raju? 

Raju adalah seekor gajah kecil, umurnya baru 1 bulan ketika ditemukan warga di daerah Aceh.  Dia yatim piatu.  Sebelumnya, mereka juga pernah kedatangan seekor gajah balita yang diberi nama Raja.  Raja sudah wafat terlebih dahulu.  

Dengan ketidakmengertian, Raju dirawat dengan diberikan susu sapi dan, yah, bukan perawatan yang tepat dan layak, tetapi setidaknya dia bertahan hidup.  Sayangnya, susu sapi jelas tidak cocok bagi anak gajah! Bayi Raju mengalami diare dan sakit-sakitan.  Untungnya, menjelang akhir Juni, sebuah lembaga berhasil mengadopsi Raju dan membawanya ke tempat yang lebih baik, walau itu pun belum sesempurna yang diharapkan.  Namun diare Raju berangsur-angsur pulih dengan diberikannya susu kedelai, dan nutrisi lain.  Dia diberi kandang yang walau kecil dan reyot, lumayan menghangatkan.  

Saat posisi Raju dirasa cukup aman, dan akan diadakan garage sale untuk dana pembuatan kandang Raju dan buat perawatan lainnya, semua orang dikejutkan dan dibuat ngeri oleh kasus pembunuhan kejam Papa Genk, gajah dewasa yang dirampok gadingnya.  Ah, untuk yang satu ini, saya pun terlalu seram untuk memaparkan kondisi jenazahnya saat ditemukan di hutan. 

Selepas kasus Papa Genk yang mesti diusut lebih jauh, ya itu tadi, sore-sore, Raju menghembuskan nafas terakhirnya.  Penyebabnya belum jelas.  Tapi tangis saya akhirnya berhasil dikucurkan beberapa menit yang lalu, di rumah, sambil galau di Twitter. 

Sejujurnya, saya selalu lebih sedih kalau ada binatang kenapa-napa.  Hewan itu seringkali lebih tidak berdaya.  Mereka memang kuat, apalagi gajah, ikan paus, hiu! Tapi, ketamakan manusia dan kerjasama yang hebat di antara mereka untuk menunjukkan kuasa dan menggalang uang demi menyumpal rasa lapar, membuat hewan-hewan kuat pun terancam hidupnya.  

Gajah direbut gadingnya.  Untuk apa? Uang milyaran!

Ikan hiu diambil siripnya. Lalu? Dia dikembalikan ke laut dalam keadaan cacat.  

Orangutan? Korban perburuan, dipenggal demi kelapa sawit dan uang, bahkan diperlakukan tidak pantas, seperti Pony si orangutan yang, aduh, nasibnya bikin merinding! (coba Google saja soal Pony orangutan)

Harimau? Ditembak dan diambil kulitnya, dijadikan dekorasi. 

Rusa? Dipotong dan jadi pajangan dinding. 

Sapi, ayam, babi, bebek, kambing, kelinci, buaya, ular, biawak? Diternakkan secara massal dan suatu hari jika saatnya tiba dibinasakan dengan tidak terhormat untuk memenuhi rasa lapar dan uang.  Kadang kulitnya dimanfaatkan lagi buat berbagai benda. 

Tidak, saya tidak peduli orang mau bilang bahwa itulah kebutuhan dasar manusia.  Hewan karnivora berburu untuk kebutuhannya, memang benar.  Tapi dia berburu tidak setiap hari, kan? Coba kalau manusia.  Binatangnya dikumpulin, sengaja dipaksa berkembang biak, tempatnya juga belum tentu layak, lalu dia dibunuh, kadang tanpa rasa, tanpa lapar kepepet, demi penghasilan saja.  Bisa kita bayangkan, betapa gelisahnya hewan-hewan di ternak ini setiap saat, dalam suasana siap dijagal kapan saja? Saya sih nggak kuat membayangkannya.  

Oke, gini deh.  Rasionalnya, sih, kalau berpikir secara ilmiah, hewan-hewan punya manfaat di alam.  Ya sebagai bagian dari rantai makanan hewan lain, juga untuk melindungi alam sendiri.  Binatang sekecil kupu-kupu saja kan membantu menaburi serbuk sari supaya bunga bisa mekar.  Siapa yang menikmati indahnya bunga-bunga? Kita, manusia, sebagai makhluk pemilik estetika!

Orangutan juga menyebarkan biji-biji sambil akrobatik dari pohon ke pohon, makanya hutan hujan bisa subur marsubur begitu! Lalu hutan ini menjadi penyerapan air, penguat tanah, sumber oksigen.  Siapa yang menikmati hasilnya? Kita, manusia, serta seluruh makhluk hidup lainnya.  

Semua, semua unsur dalam kehidupan, ada fungsi dan tugasnya masing-masing, kayak manusia ada profesinya sendiri-sendiri! :) 

Kalau sudah begini, saya emang mau jadi vegan aja.  Yah, walau suatu hari saya akan pelihara guguk, dan guguk nggak mungkin bisa hidup tanpa makan daging karena sudah wayahnya, tapi setidaknya saya sendiri nggak mau makan atau memakan sesuatu hasil kesakitan, ketakutan, dan teror! 

Saya bukan orang yang pintar bikin alasan.  Soalnya seringkali bikin prinsip berdasarkan dorongan hati saja.  Tapi, ya, saya cinta binatang.  Dan saya mau membela mereka.  Dan ini prinsip, lain lhoo, sama ide impulsif sesaat doang.  

Yuk, kita sayangi binatang-binatang, dan, jangan dibodohi oleh ketamakan ya! 



 


Biarkan gambar bicara :)

Kamis, 18 Juli 2013

Let's Play Here!



Here's another playground of mine: a beauty blog, a green-monster arena, a doodle world, a place where I share things with words, pictures, and in English

Please come and leave some comments ;) 

Simply click the picture above to go there

Selasa, 16 Juli 2013

Senang, Senang, Senang!

Ketika kau kembali dan lagi-lagi aku merasa ada pergerakan di tata surya kala kita bersua. 

Mungkin di tengah-tengah hal lucu yang kita tertawakan, bunga bersemi diam-diam.  

Suatu hari ia akan mekar. 

Dan dunia akan segera mendapat warna baru. 

(iya, saya lagi meracau!)


Semut berkerumun tanpa makanan, apalagi namanya kalau bukan konferensi? 
Atau rapat OSIS/ himpunan? 
Atau mereka ibu-ibu rumpi?


Hiasan lucu yang... imut! Saya pajang di kamar biar gembira ria.  


Bagaimana Bulan Ramadhan kalian, teman-teman yang merayakan? :) 


Gajah, Saya Cinta Kamu, dan Seisi Dunia Seharusnya Juga Cintai Kamu


Sudah dengar tentang pembantaian gajah bernama Papa Genk di Sumatra? Carilah hashtag #RIPPapaGenk atau #RipPapaGenk di Twitter.  Dan bersiaplah untuk tergerak.  Mungkin diawali dengan tangis atau amarah, atau jijik jika melihat fotonya.  

Tapi sekarang benar-benar sudah saatnya tindakan dimulai.  Manusia-manusia tertentu sudah sangat keterlaluan.  Apa salah mereka? Untuk apa gading gajah diburu? Untuk apa uang banyak tetapi nyawa dihabisi?

Mari mulai cintai mereka, dan lupakan kekerasan.  Hapus kekerasan sejak dini, terutama di usia anak-anak.  Jangan biasakan anak-anak hidup melihat yang sadis.  

Kenapa film keras tidak disensor, sementara sebuah kecupan selalu disensor di televisi sini? Jelas itu membuat anak-anak berpikir bahwa kekerasan itu wajar, kecupan itu haram.  

Dan mereka terbiasa marah, berontak, bukan memeluk atau merangkul. 

Memang sih nggak nyambung dari nasib gajah saya jadi bicara sosial.  Tapi saya rasa ini ada koneksinya lho.  Dan, tidak, bukan cuma tentang gajah.  Bagaimana tentang orangutan dan hewan lain, sampai semut dan kecoa yang sering dipencet tanpa dia berbuat salah? 

Manusia, kenapa kita dibutakan oleh uang? Itu hanya kertas dan logam! Kita butuh uang, tetapi jika uang membuat kita kehilangan rasa, kitalah yang sudah terlalu terikat padanya.

Mari berdoa untuk arwah Papa Genk, keluarga yang ditinggalkan, baik keluarga gajahnya dan keluarga manusia yang dia sayang dan mengasihinya.  

God bless your soul, Papa Genk.  :'( 


Senin, 08 Juli 2013

Laraskan Pikiran dan Imajinasi, Ini Hasilnya

Ketika kau merencanakan sebuah cipratan emosi di karya fiksimu, 

dan merangkainya, 

lalu tanpa sadar kau membuatnya terlalu sepenuh hati,

hingga apa yang kau tulis menjadi searah dengan kenyataan.

Apalah makna kebetulan ajaib ini? 


Citra Ceria

Saya mendapat liburan yang cukup singkat, tapi saya senang karena bisa berkumpul bersama keluarga, jalan-jalan singkat, dan berkarya! :D 

Demikian liputan visualnya sedikit. 

 bersama para sepupu Keluarga Khoe, cucu Engkong Oho yang tidak terlalu mirip satu sama lain (look at those boys!)


Menemukan latar belakang bagus dan iseng minta difoto, mumpung dandan kece karena cuaca cerah dan baru punya kaos baru hasil berburu bersama Inez di BTC <3 i="" nbsp="">
Tas amplop coklat yang saya jinjing itu diperoleh di The Little Things She Needs, dan lagi obral, tinggal dua biji, dan bahannya kulit sintetis! Keren deh. 

 
Boneka-boneka (absurd) di sebuah factory outlet Bandung.  Pernah ditertawakan bersama Kak Sundea dan Kak Fauzie sepulang sebuah konser di IFI.  Tidak cuma domba yang wajahnya melankolis seperti itu.  Masih ada jerapah, pinguin, anjing laut, ikan paus jua...





Selasa, 02 Juli 2013

Keponya Windi ;)

Halo! Kemarin ini kan saya dapet award nih dari Kak Naomi.  Terus sekarang, salah satu kawan yang saya lemparkan piala bergilir itu, Windi, mempersilakan saya menjawab pertanyaan bergilir dia! Dan sejujurnya pertanyaan dia menarik, saya dengan sukarela saya uraikan di sini. :D 

1. Menurutmu, sehat itu apa?

Sehat itu, selalu bersyukur, selalu bermaksud baik, mengikuti kata hati, dan bersosialisasi dengan tulus. :)

2.   Apa arti Bumi buatmu? Seberapa sehatkah agar Bumi cukup layak untuk kamu huni?



Bumi adalah Ibu dari bunda semua makhluk hidup.  Dia melahirkan, menghidupi, menopang, mendaur ulang dengan sendirinya, sehingga segala sesuatunya tetap berjalan.  
Bumi sudah layak huni dari sananya, sayang, banyak hal dan material baru dan kurangnya komunikasi kita dengan Bumi membuatnya mengalami kerusakan. Kita harus lebih mendengarkan Bumi, dekat dengannya, dan memahami perilakunya.  Saya sayang Bumi, sepenuh hati!
 
3.   Kalau suatu hari kamu jadi vegetarian, alasan apakah yang paling kuat untuk mendasarinya?




Ya, suatu hari saya mau total, walau sekarang masih bolong-bolong, tapi saya tetap berusaha.  Alasannya, karena saya sayang sama binatang.  Dan asupan nabati selalu terasa lebih segar! :)
 
4.   Suka keripik singkong nggak? Kenapa?




Suka, terutama yang asin-asin pedas! Karena kriuk-kriuk dan bisa menghibur, entah kenapa.  Gimana denganmu, Win? :p
 
5.   Apa jenis sayur dan buah favoritmu?


Masing-masing kategori tiga biji, ya! Sayur: wortel, brokoli, bayam. Buah: apel, pisang, semangka. :9
 
6.   Kalau nggak ada kerjaan, paling suka ngapain? Kenapa?

Buka komputer, berselancar di kancah dunia maya, cuma untuk lihat-lihat ini itu! Atau kadang, jalan-jalan ke mal cuci mata.  Kalau enggak, nonton film. Iya, saya hedon. :))
 
7.   Tebakanmu, saya ini orang yang seperti apa sih?


Melankolis, pemikir, bahkan terlalu banyak, dan lumayan moody? Bener nggak, Win? Dan kamu cerdas!
 
8.   Seberapa menyenangkan kuliah buatmu?


Saya nggak kuliah, jadi nggak tau deh.  Mungkin menyenangkan, mungkin biasa saja, saya selalu senang di mana pun (kecuali di restoran sate kelinci).  :D
 
9.   Apa arti namamu?


Kata Mama, Ningrum itu singkatan hening dan harum.  Sementara nama baptis saya, Katarina, artinya murni.  Jadi saya, murni, hening, dan harum.  Macam air mawar, kali ya? :)
 
10. Apa yang kamu tahu tentang Dee Lestari? Suka tidak? Kenapa?

Dia seorang Capricorn, dan saya suka tulisannya, kecuali seri Supernova. Cerita cinta Dee tetap manis tapi intelektual, dan permainan katanya menyenangkan! Hanya kurang warna pink saja.  

11. Ulang tahun yang akan datang pengen dikado apa sama orang tersayang?

Orang tersayang yang mana dulu nih?  Saya sayang semuanya lho! Hehehe.  
Oke, kalau dari keluarga, saya ingin, ehm, entahlah, kebersamaan saja cukup.  
Kalau dari teman-teman, asalkan tidak mengandung kekerasan dan eco-friendly serta tidak melibatkan banyak sampah plastik, saya terima saja. Juga yang ramah hewan ya! 
Dari gebetan, err, jangan coba pancing untuk tanya ini siapa, saya bahkan tak tahu siapa yang harus digelari gebetan! Tapi, jikalau memang ia mau memberi saya kado, ehm, seekor Yorkshire Terrier bakal menyenangkan.  
Namun buat saya, selaksa pelukan sayang sudah sangat cukup, lho! ;) #kode 

Makasih ya, Windi, buat pertanyaannya! Menyenangkan, lho! Hehehe. :D  

Morning Glory-Bambu-Helga

Berpose di kedai kece bernama Morning Glory, setelah menikmati sarapan nikmat ala vegetarian (lebih tepatnya, si bratwurst dimakan mama, aku makan telur ayam saja, bayam + kentang dilahap bersama). Tempatnya bagus, lho! :) 

yang saya pake: kemeja chiffon bikinan Impromptu + skater skirt replika sebuah merek internasional (maaf mbajak) + tote bag bendera Inggris yang berbahan ramah lingkungan (katanya)


Rimbunan bambu sedang menikmati mentari di pagi hari.  Sambil mengeringkan rambut setelah keramas dan mandi matahari, saya iseng ngambil foto ini.  Cerah sekali pagi itu.  Begitu masuk ke dalam, sorenya saya baru sadar, kaki-tangan saya langsung belang kena sinar ultraviolet.  Ah, tapi, sudahlah.  :) 

 


Perkenalkan, ini si cantik Helga-kependekan dari Helianthus Giganteus . Generasi II.  Generasi sebelumnya sudah gugur sebelum berbunga karena kekurangan lahan.  Si Helga juga mandi matahari sukanya.  




Cantiknya Helga! Berkat Helga dan dua adik-adik bunganya yang lebih cebol, saya jadi belajar bahwa...kalau malam, bunga matahari juga bobo.  Kayak manusia.  Lucu sekali! <3 br="">