Minggu, 27 Februari 2011

guyu merah berani


Yap! Kami datang di tahun 2011 dengan koleksi barang-barang berbasiskan cinta lingkungan dan keberanian! Karena itulah kami memilih warna merah! :D 

Koleksi kami yang baru adalah: 

1. Buku tulis dari kertas dan karton bekas
 harga 15.000-10.000-5000 Rupiah (berdasarkan ukuran) 

2. Batas buku baru kami! :) Harga 3000 Rupiah per 7 lembar.  

Dan kami masih memproduksi amplop CD serbaguna.  :) 

SMS ke 0888 382 15 22 ya, kalau tertarik!

Selasa, 22 Februari 2011

Books I Read and Love

English please.  *taking it as an exercise...

The Baby-Sitters Club by Ann. M. Martin 
My first experience of reading novel.  And I like it, anyway.  It's about a group of teenagers formed a baby-sitter agent for neighbours and family.  Interesting! 

The Princess Diaries by Meg Cabot
This book is the reason why until now I still write a diary or journal everyday.  

Tetralogi Pulau Buru by Pramoedya Ananta Toer
This series just opened my eyes about the past, the colonial era, and the quality of Indonesian author! The story's elegantly great! *and oh, it reminds me of my debt: about 20 chapters in Rumah Kaca

Lupus by Hilman
Yeah, and every part of Lupus' life including Lulu, Lupus ABG, and so on.  Love those books so much that I read one book everyday when I was in high school, when I waited for my father to pick me up.  

Marmut Merah Jambu by Raditya Dika
It's pink! It's romantic! It's insane! 

Cappuccino Paradise: New Formula of Cappuccino by me 
However, I've read this first part of the series twice or more and I still love this best! I think, because it's written very honestly and naive and blablablah, it feels special for me.  

Perahu Kertas by Dee
My favourite Dee's collection.  She's talented! Who can say no!? And Perahu Kertas is freaking romantic! 

Recto Verso by Dee
Yes, Dee again.  

A Series of Unfortunate Events by Lemony Snicket
I really like the way Mr.Snicket twist the sorrow into a comedy.  He's so funny! 

Harry Potter 1-7 by J.K.Rowling
Love this forever.  But honestly, lately, I was just waiting for Ron and Hermione's relationship development and I didn't read carefully in action scenes of Harry and Voldy.  

That's all! :) Do you have any suggestions for me? What to read? What to love? Thank you! :)

By the way, Dwi Sasono's cool! :P

Balada Anak Sekolah (Dasar)

Sudah jutek menunggu ayahnya (kanan) bertelepon depan gerobak jajanan

YES! Pulang! Mau main! MAIN!

Cinta pertama?



Jajan hamster...



Itu Balada Anak Sekolahnya.  Hihihi.  Tidakkah mereka lucu-lucu? :) 
 

Sup Krim Ayam dan Kampung Gajah

Sup krim ayam buatan Mama.  Lezat mencandu seperti narkoba! :P

Kuda cinta.

Kuda cinta bersemu.

Miss Pinky! *yah, lucu aja, anaknya pun serba pink. Maaf untuk subjek yang menjadi model.  Saya... tidak bermaksud meledek kok.  Hanya lucu saja...

Itulah yang sedang hot di dunia saya.  Hahaha! (seriusan) 
Saya lagi berjuang nih.  Berjuang menghabiskan Rumah Kaca-nya Tuan Pramoedya Ananta Toer. Nggak abis-abis aja, dari tahun lalu. Bawaannya udah pingin naruh aja tuh buku, terus tinggalin...tapi nggak tega.  :'((  Jadi ya ini, setiap pergi tuh buku saya ajak aja, biar kebaca terus. 
Ngomong-ngomong, saya udah namatin satu novel! Akhirnya! :) Tapi rahasia ah, judulnya.  :P

Senin, 21 Februari 2011

Tidy Writing?

Yah, ternyata ada beberapa orang nanya ke saya: kalau mau nerbitin buku gimana? 

Mumpung ingat, saya tulis deh, apa saja yang mesti diperhatikan kalau mau menulis, baik novel, cerpen, nonfiksi, atau biografi.  Tapi karena agak amatir bin autodidak, kalau menemukan kekeliruan, tolong diralat ya... 

♥ Mengetiklah dengan rapi.  Setiap kata beri jarak satu spasi, setelah titik dua spasi, dan sesudah koma satu spasi.  Setiap paragraf, tekan enter

♥ Istilah-istilah asing, yaitu yang bukan merupakan kata dari bahasa yang digunakan dalam tulisan, misalnya kalau tulisannya B.Indonesia, ada istilah B.Jerman, harus dicetak miring alias Italic.  Seperti ini: 
Aku mengenakan dress hijau dari bahan suede dan berjemur di atap rumahku yang cozyKalimat-kalimat bahasa asing juga harus dimiringkan.

♥ Nama-nama (merek, grup musik, judul buku, dsb.) ditulis dengan awalan huruf kapital.  
Contohnya: Chanel, Keane, Miu Miu, Kawanku. 

Gunakan font yang baik. Untuk tulisan padat, seperti novel atau cerpen, jangan gunakan jenis huruf sambung.  Bisa bikin gila yang baca! 

♥ Beri jarak per baris, spasi 1,5 paling ideal karena nyaman dilihat. 

Print tulisanmu di kertas A4 atau F4 dengan warna yang bisa dilihat (jangan kuning muda di atas kertas putih), seperti hitam atau biru tua.  Pastikan ukuran huruf juga serasi, misalnya 12 atau 10.  

♥ Untuk mengirim ke penerbit, sebaiknya kamu bawa serta juga biodata singkatmu, sinopsis tulisan, dan beberapa penerbit menyarankan kita menuliskan selling points: apa yang dapat membuat bukumu terjual--karena bagaimana pun penting bagi penerbit memastikan bukumu bisa menguntungkan.  :)

♥ Konsisten dengan tulisanmu dan pilihlah kata yang tepat.  Jangan terlalu banyak mengulang kata kalau bukan untuk keperluan dramatisasi.  Misalnya: 
Aku makan lotek lezat, lalu kuambil buluh sebatang, lalu aku bermain layang-layang.  Lalu ia menghampiriku dan mengatakan bahwa aku cantik.  Aih, senangnya! Lalu aku pingsan...
Kalau dramatisasi, misalnya gini: 
Kupandang matanya dalam-dalam.  Lagi, dan lagi, aku dihipnotis oleh tatapan itu. Tatapan yang berbahaya dan selalu membuatku terpaku. 

Tapi nantinya, dunia penulisan itu lebih liberal dari ini, kok.  Hanya saja, sebagai kesan profesional, pastikan kalau tulisanmu berkualitas dan tidak menampakkan gejala defisit kosakata! :) 

Yah, mudah-mudahan membantu! :D 


Sekarang cerita-cerita sendiri aah... :)  Saya baru makan di Pizza Hut, hari Sabtu lalu.  Nyobain The Natural Pizza! Enak bo! Pizzanya tipis, dari gandum, renyah-renyah.  Topping pilihan saya, yaitu Olive Mushroom, terdiri dari jamur, keju mozzarella, rempah-rempah, dan olive oil.  Nah, perpaduan tersebut menghasilkan cita rasa klasik yang unik!  Lezat deh, pokoknya.  Nyamm!

Ngomong-ngomong, setelah tahun lalu mentok menulis, saya malah mulai sangat banyak menulis, sampai kepala rasanya padat merayap macet mau meledak kalau dalam sehari belum menuangkan ide.  Hehehe! :) 

Saya kangen anggota Kandang, nih...

Jumat, 18 Februari 2011

Senyuman Indonesia

Teman-temaaan! :D Halo! 

Saya baru melewati minggu yang penuh acara. Termasuk pergi ke Kampung Gajah dan naik ATV bersama Ansell, keponakan saya...dan...yeah, ternyata saya lupa cara naik sepeda roda dua, dan rupanya baterai kamera saya soak.  Banyaklah. 

:) 

Tapi hari ini saya spesial mau bilang bahwa saya butuh partisipasi kalian semua di sini


Yah, baca aja di sana, apa yang dapat dilakukan. Hehehe! :D Baca pos Senyuman Indonesia saja. :)

Hmm...apa lagi dong? Sudah deh.  Selamat bermain ke blog-konsep-baru saya! :)

Selasa, 15 Februari 2011

Narsisme?




Hanya sekumpulan foto narsis dari Sumber Hidangan.  Hahahaha! Maafkan jika anda geli melihat pose yang barangkali al4y.  :D 

Oh iya.  Itu yang ada menara Eiffel, adalah gedung French Bakery. 

Saya baru ujian 1/1 di CCF, lho! :S

Minggu, 13 Februari 2011

Penyegaran Otak

Hello there! I'm here, back to Sunday, my routine Sunday.  My day of St. Laurentius chamber orchestra rehearsal couple of hours later.  *no, I don't sleep longer on Sunday. I can't. 

Tapi kemariin, saya bersenang-senang! Ceritanya sih mau nonton Trah "Sarupaning Beja" di CCF, namun acaranya diekspansi hingga ke Saint Coffee dulu bertemu kawan-kawan SD.  Ada satu teman kami yang sekolah Australia, lagi pulang kemari.  Jadilah kami ngumpul.  *dan bikin kacau ruangan privat bertelevisi tersebut

Dari sono, saya dan segelintir teman ke CCF.  Ada Estherminaluriskandangolalamasukutukartumpul, Elsa, Arthur.  Ternyata itu Sarupaning Beja penuhnya amit-amit! Udah gitu telat.  Jadi kami harus memuaskan diri dengan menonton tayangan via-televisi.  Tapi lumayanlah. Lagian gratis.  Dan banyak orang gondrong lho! Saya terinspirasi sekali...buat bikin karakter Dikta.  (cek cerita tentang Dikta di Mesin Tik).  Hihihi. *agak terobsesi 

Terus, karena ternyata Sarupaning Bejanya udah selesai, ya udah...kami ke Ngopi Doeloe atas usul Arthur.  Ngobrol, pesen minuman-minuman jumbo (kecuali saya sih), dan main kartu! Pas lagi main kartu, tahu-tahu terjadi suatu peristiwa yang membuat kami membaca tulisan ini: 

DILARANG KERAS BERMAIN KARTU DALAM 
BENTUK APAPUN DI AREA NGOPI DOELOE.

Wahahaha! Kami pun main sebabak kartu tempel lagi {saya yang kena--mesti ngajak kenalan seorang pramusaji (ehh, kedengeran kayak pramudita!), mesti nowel orang terus kup, lalu ngobrol sama taneman (kalau yang ini nggak gitu susah karena saya sering ngobrol sama benda-benda)}, terus kami ganti maenan. Kertas setan.  Jadi, setiap orang punya satu kertas kecil, nanti kertas itu diputer, tiap kali putaran, kita mesti nulisin ini secara berurutan: nama orang, kata kerja aktif transitif, kata benda, nama orang, tempat, waktu. Ngurut! Tapi gantian terus, jadi kita nggak pernah tahu kata sebelumnya.  Nanti, dibuka bareng-bareng...biasanya bakal muncul kalimat tolol misalnya: 


Jack Black menonton ingus Maman di dalam hutan Amazon setiap malam Jumat Kliwon. 

atau 

Gober menggigit kursi Cici Paramida di dalam kelas saat hari Valentine.  

Wuahahaha! pokoknya nggak nyambung parah! :)) Sakit perut saya ketawa-ketawa. Kami main itu beberapa babak, kemudian mulai diusir pelan-pelan dan pulanglah kami ke rumah masing-masing.  Amin.  *hah! Jadi selama ini sedang berdoa? 







Jumat, 11 Februari 2011

Appetite, Oh, Appetite

Hai! :) Setelah meracau tentang Jack Black, saya kembali dengan makanaaaan.  Sllrrp sllrrp! 

Kali ini ceritanya tentang Sumber Hidangan, sebuah restoran kuno di Jalan Braga, Bandung, yang mengandung nilai-nilai kenangan bagi orang tua saya dan tentu saja kakek-nenek.  

Seperti biasa kami jalan-jalan pagi dan dengan segenap tekad akhirnya melihat pintu Sumber Hidangan terbuka. Yihaaa! :D Akhirnya! Setelah berkali-kali ke sana dan tutup.  

Lantas ini dia, dokumentasi visualnya: 

Di atas adalah sosisbrud / sausagebrood / susjyesbroed...ah, entah gimana nulisnya.  Pokoknya dipanggil 'sosisbrut'.  :))  Yang ini enak sekali! Masih hangat lagi.  Dicocol sambal botol, jadi lebih sempurna.  



Ini es krimnya.  Saya lupa namanya.  Pronerie...promberi...porbeni...apalah.  Tapi yang jelas itu dua rasa: vanila dan arben.  Arben sih, nggak tahu apaan.  Rasanya enak dan klasik! Klasik.  Inget kecil lagi, saya pernah mencicip es krim yang rasanya demikian.  Mantap! Es krimnya juga lebih padat dan banyak susu murninya.  Jadi lebih krimi. :9



 Dan yang satu ini judulnya Sumber Hidangan Spesial.  :) Ada vanila, arben, dan coklat, dikasih buah dan kismis.  Es krim coklatnya uwooww, enak.  Agak pahit, jadi nggak giung. 






Itu makanan-makanannya.  Sekarang...interior! :D 




Demikianlah! :D 


Rabu, 09 Februari 2011

jack black!

Kemaren saya baru nonton School of Rock (telat banget).
Soal ceritanya apa...simpel aja kok.  Si Dewey Finn (Jack Black), rocker frustasi yang didepak dari grup musiknya sendiri, menggantikan temannya Ned Schneebly untuk menjadi guru pengganti di sekolah Horace Green, secara ilegal--pura-pura jadi Ned.  Akhirnya, ia malah membuat kelasnya jadi sebuah rock band dan cerita berlanjut...dengan humor-humor khas Jack Black.  

Secara keseluruhan, ceritanya asyik juga.  

Tapi bicara tentang Jack Black, belakangan saya jadi demen sama dia.  Hahaha! :)) 
Kayaknya dia orang yang idealis--walaupun cara mengungkapkannya agak aneh.  

Apalagi sesudah saya nonton Gulliver's Travel dan Be Kind Rewind.  Entah kenapa jadi demen gitu saya.  Wuhahaha! Aneh banget sih. 


Okeee...mumpung ngomongin hot guys, seperti yang biasa saya dan sobat-sobat saya lakukan dengan membuat daftar 'cowok cabe' (hot), mari kita sedikit membahasnya.  Bagi saya, kriteria hot tersebut bisa diberikan ke cowok yang: 


1. ganteng
2. humoris
3. baik
4. seniman (segala bidang)
5. pintar
6. pecinta lingkungan hidup
7. sayang sama saya (kalau nggak percuma dong)


Tapi itu sih cuma kriteria idealnya aja.  Dulu, pas SMP dan SMA, saya paling suka mendaftar kriteria cowok idaman.  Pokoknya cerewet banget saya.  Anehnya, belakangan saya mulai nggak peduli sama kriteria. Nggak tau tuh kenapa.  Standarnya udah paten, kayaknya.  Udah nggak berubah dan tidak berkembang.


Pokoknya...Jack Black keren! :))

Senin, 07 Februari 2011

Dan Saya...Lupa Bawa Kamera (Padahal Banyak yang Indah-Indah Bisa Jadi Objek Foto)

Heuuuhhh! Saya...saya...nangis-nangis ditahan di Saung Angklung Mang Udjo, Padasuka, Bandung, Jawa Barat, INDONESIA! *oh, maaf, introduksinya agak dramatis ya?

Ceritanya gini nih.  Pagi itu saya kedatengan sekeluarga saudara dari Jakarta.  Ayah-ibu dan satu anak usia 5 tahun.  Mereka kepingin ke Saung Angklung Mang Udjo.  Saya mah langsung kepingin ikut, berhubung memang udah lama sangat amat ngidam mengunjungi tempat tersebut. 

Walaupun gara-gara itu, saya jadi bolos latihan orkestra... (maaf). 

Kronologinya, kami (yakni ayah-ibu, Om Iwan & Tante Sylvi & Ansell) berangkat jam satu siang kurang sesudah makan gudeg di rumah saya.  Saya udah bawa-bawa viola aja.  Ekspektasinya mau latihan, soalnya.  Tau-tau semua orang mulai menggojlok saya untuk MEMBOLOS.  Percaya atau nggak, dari kecil, sejak kenal yang namanya sekolah, saya jadi mabalfobia.  Nggak tau kenapa, itu téh! Pokoknya saya punya konsep yang menyatakan bahwa...sekali mengabdi, jangan membelot.  Setiap hari sekolah pasti ada maknanya.  Setiap hari ikut kursus pasti nggak pernah sama.  Setiap hari berbeda.  Itulah yang bikin saya gelisah kalau misalnya sakit atau apa sampai mesti bolos sekolah/les/lainnya.  Rasanya jadi ketinggalan, dan perasaan juga nggak enak...rasanya salaaaah banget! Hahahahahaha! Kasusnya mirip sama kebiasaan saya buang sampah mesti di tempat dan mesti di tong yang benar sejak kenal klasifikasi sampah. 
Saya memang kadang penurut banget, kalau melihat sesuatu yang saya pikir baik adanya. 
Katanya orang Melankolis gitu, sih.  Suka mengabdi, bahkan meskipun alasannya tidak rasional. 
Eh, nilai rasio (akal sehat) saya di tes IQ SMA kemaren cuma 3 dari 5, lho. 

Oke, ini mah bisa dibahas lain kali!

Di mobil itu, saya diiming-imingi untuk bolos latihan.  Soalnya latihan 'kan jam 1-4, sedangkan pertunjukkan di Saung Angklung Udjo berlangsung pukul setengah 4 sore.  Lagian, semua orang tau saya kepingin banget nonton--sejujurnya.  Terutama Mama.  Hahaha!
Tau nggak? Akhirnya saya bolos juga... (huaaah maaf!)

Mula-mula kami ke Batik Komar dulu di Cigadung.  Udah puas lihat-lihat dan main sama Ansell, beli gelang kain-batik-lapis-aklirik, barulah kita berangkat ke Saung Angklung.  Pertamanya sih saya baru yang senang-senang di toko suvenirnya.  banyak barang lucu.  Alat musik Sunda.  Seruling, jimbe, kecapi, angklung, kliningan, bonang kecil, goong kecil...ih, menyenangkan! Di toko suvenir aja udah kalap gitu saya.

Nah, kami nonton pertunjukkan Angklung Petang, yang dibuka dengan gamelan pengantar Wayang Golek, yang kerennya setengah hidup.  Nadanya bagus, terus para pemain nampaknya begitu ciamik, terutama pemain kendangnya.  Penuh semangat! Keren abislah pokoknya. 

Wayang Goleknya pun nggak kalah seru.  Ceritanya rada nggak jelas sih.  Tapi menyenangkan untuk ditonton...yah, adegan Cepot mukulin si botak ijo dan si muka jahat, dan betapa terampilnya si dalang (lupa namanya...Ki siapa, gitu) memainkan bonekanya, bikin perasaan jadi senang.  Padahal isinya kekerasan sih. Ah, sudahlah.

Nah, habis Wayang Golek ada anak-anak kecil main kuda lumping.  Lucu-lucu deh.  Cowok-cowok berempat, terus...muncullah anak cowok kecil akting jadi raja, diangkut pakai semacam singgasana yang bisa diangkut-angkut mirip tandu gitu, diikuti puluhan anak kecil berpakaian warna-warni bawa angklung, dan di detik itulah ujug-ujug saya terharu sampai pingin nangis! Suaranya angklungnya enak, gamelannya bagus, ekspresi mereka oke banget, dan suasananya megah gimana. 
Pokoknya saya bener-bener nangis-ketahan!

Mereka mainin lagu apa...juga ada yang nari-nari berpasangan, bikin saya teringat pada acara Untukmu Indonesiaku di Gedung Kesenian Jakarta bulan Juli tahun lalu. Tariannya ya gitu.  Diiringi lagu-lagu Sunda, salah satunya Tokecang. 
Aduh, bagus bangetlah.

Sesudah yang itu, masih ada arumba, terus salah satu yang paling bagus juga Tari Meraknya.  Mantap suratap! Saya begitu ngelihat gitu, berasa secara visual dimanja, secara batin dihibur, dan secara mawas diri disadarkan sebagai warga Zamrud Khatulistiwa yang punya banyak tarian indah...bikin saya tak sengaja berkata: "Kalau udah lihat yang gini, modern dance apa bagusnya, coba?"
Nggak bermaksud ngehina sih, cuma mendadak saya mendapatkan bentuk keindahan baru.  Ya Tari Merak itu, yang bajunya indah, gerakannya benar-benar merak banget, cantik, anggun, apalagi ketika bulu-bulu merak yang indah sedang mekar.  CUANTIKK!

Masih banyak suguhan lagi yang ditampilkan, termasuk orkestra angklung yang rupanya udah keliling dunia segala, terus kami belajar main angklung juga, ditemani sama dua cucu Mang Udjo (ganteng dong, padahal masih kecil-kecil).  Bagus juga lho, teknik petunjuk nadanya.  Seperti meresapi studi jangkauan nada lewat gerakan tangan! :)

Nah, di ujung acara, kami diajak nari bareng ke tengah-tengah saung.  Saya kebetulan banget berpasangan dengan salah satu penari merak.  Mulai dari gandengan tangan doang, main ular naga, main Injit-Injit Semut, Auld Lang Syne bahasa Indonesia, goyang kiri-goyang kanan-putar ke kiri-putar ke kanan, wah, saya malah tambah terharu coba. 

Yang lucu adalah: ternyata Mama juga pingin nangis katanya, pas nonton mereka semua, anak-anak pelajar Saung Angklung yang luar biasa.

Satu hal yang istimewa juga, saya jadi sadar, kita orang Indonesia tuh memang sebetulnya potensial sekali jadi teladan perdamaian dunia.  Lihat aja, kita libur nasional 'kan gara-gara punya banyak agama dan kepercayaan, yang hari-hari besarnya dijadikan semacam 'milik bersama', bahkan dirayakan bareng-bareng! Lihat aja toko-toko: kalau lagi Lebaran, Natal, Tahun Baru Imlek, dan hari-hari penting Nasional seperti Kemerdekaan dan lainnya, sama meriahnya! Semua orang ikut happy, nggak peduli itu urusan pribadi/golongan/kaum/kalangan mereka atau bukan.

Sebetulnya kita sudah punya sifat saling menghargai, 'kan? Cuma kadang-kadang ada yang gengsi dan keukeuh nggak mau merasa bahwa kita sudah hidup dengan sangat amat berbaur di negeri ini, negeri warna-warni penuh cinta. 

Ayolah, buat apa sih saling ngebedain dan menutup diri? Be real.  Kalau mau hidup penuh sukacita di Indonesia, ya, mesti santai dan wajar melihat banyak sekali belang-belang di sana-sini.  Memang mestinya anak Indonesia dari kecilnya dididik supaya hidup berbaur dan bebas dari konsep bahwa apa yang dianutnya paling benar. 
Semuanya benar kok...  Semuanya.  Semua budaya, agama, kepercayaan, semuanya oke.  Toh, kalau dipikir-pikir, kita, misalnya, kenapa punya kebudayaan A dan begitu percaya sama budaya A itu, mungkin orang dari budaya B bingung...kenapa kok gitu? Tapi kita juga menanyakan hal yang sama pada si B.  Jadi sama aja 'kan? Bener-bener saling bertanya, dan...ya udah, nggak usah dibesar-besarin jadi konflik. 

We're just different, but opposite attracts.

Karena itulah Indonesia punya keajaiban sifat kompromi yang besar.  See? Kita sudah punya bibit rasa kompromi, karena turun-temurun diberikan budaya kompromis.  Kenapa nggak dijadikan dasar dalam bermasyarakat juga?

Oke...menyimpang.  Tapi anggaplah itu juga salah satu hal penting.  Hahaha! PENTING SIH, kalau menurut saya. 

Mumpung masih positif, saya punya fakta lucu.  Bahwa orang-orang di sini pun punya kesadaran untuk melakukan 3R: Reduce, Reuse, Recycle.  Contohnya nih, tukang gorengan gerobak yang kita sering jajan, selalu pakai bungkus dari kertas fotokopian lho!  Mereka nggak milih, lagi.  Ada yang isinya soal ulangan, surat kuasa, akte lahir, daftar peralatan kantor, tabel keuangan, dan masih banyak.  Tapi semuanya bekas, jadi nggak membutuhkan energi produksi dan menunda masuknya limbah baru ke TPA. 

Saya pikir asyik juga lho, kalau ada yang ternyata bungkus gorengannya...surat cinta difotokopi. 

1. Asyik buat dibaca.
2.  Ngapain ya surat cinta difotokopi? Buat kenang-kenangan?

Lucu banget deh.  :)) Kalian semua keren, penjual gorengan! :)




Kamis, 03 Februari 2011

Makanan Le Bistrot Enak!

Iya nih. Masih terbayang-bayang pizza, sebetulnya.  Tapi ternyata, kemarin Rabu itu pizza habis, coba! D': Syediihh! 

Oh, sepertinya intro tersebut agak ngebingungin.  Jadi gini lho.  Saya sama Esther rencananya mau makan pizza di Le Bistrot, CCF, Jalan Purnawarman seberang BEC deket warung rokok.  Tapi apa kata, begitu tiba di sana, kami mendapati bahwa ternyata menu istimewa tersebut KOSONG.  Katanya ada yang pesan grosir gitu.  Padahal, pas kami masuk dan ke toilet dulu, tercium aroma-aroma roti panggang dicampur saus tomat. Huah! Semakin sedih! *lebay

Namun kami toh dua anak yang baik dan panjang sabar.  Jadi ya sudah, kami makan pasta aja.  Saya pesen spaghetti bawang putih, si Esther spaghetti bolognaise.  Kami makan Greek Salad berdua, dan belakangan, gara-gara orang sebelah kami pesan tiramisu dan tampaknya lezat, kami pesan deh, itu kue coklat krim.  Hahahaha! Parah banget nih, nafsu makannya. Tapi kami kenyang dan puas...siap nonton Jazz Duo Piano Aldi dan Stanley!(ajib banget lho!!!)  :) Yap, memang tujuan utama kami ke sana tuh karena mau nonton.  Sekalian mau candle light dinner.  

Dan ini, dokumentasi visualnya: 

Tiraminyam! Lihat dong coklatnya.  Leleh-leleh gimana, gitu...

Teh panas manis, coklat panas berkrim. 

Proses habisnya salad dengan cepat.  Begitulah.

Spaghetti Bawang Putih

Spaghetti Bolognaise


Seharian ini saya makan terus lho.  Parah! Lihat deh, saya punya foto-foto makanan lainnya. 

Ini telor + tahu + tempe bumbu Bali.  Tapi kebanyakan air.  Anehnya, di bumbunya memang disuruh 1 liter! Udah saya kasih kurang dikit dari itu pun masih jadi berkuah gini! Sedih. Tapi enak lho, saudara-saudara.

Kalau yang ini memang eksperimen murni.  Apel Fuji + keju cheddar + daun ketumbar.  Yah, lumayan aneh.  Segar-segar berlemak dan wangi ketumbar.  Tapi asyik juga buat ngemil sembari baca Rumah Kaca. Sudah Bab 4 lho!

AAAAH! Enaknya makan-makaaan! *masih rakus

Oh iya.  Saya punya pertanyaan.  Kalau ada yang bisa jawab, tolong ya...

1. Siapa yang menciptakan payung? 

2. Debu itu apa? 

3. Siapa penemu sistem gembok, gerendel, dan lubang kunci? 

Hehehehe.  

Oh iya.  Gong Xi Fat Choi! :)


Rabu, 02 Februari 2011

Kumpulan Foto

Bulu yang dipungut Manda & Cindy
Ocha. Susah difoto!

Jadi ada desa kecil, saya foto bagian dalam rumahnya. Tapi itu kok ada tangan Kak Alia ya?

Manda dengan gaya sok WeHeartIt

Dia lari terus sambil gendong anak anjing.

Bagus aja. Menurut kalian gimana?

Oh iya. Sekedar informasi. :) Saya sekarang punya akun di http://fotokita.net/ lho! :D Komunitas fotografinya National Geographic Indonesia. Ada linknya. Sok Fotografer (silakan diklikitik)

 

Melanjutkan Cerita Ciwidey

Anak kecil penunggu vila.  *bukan penunggu dalam arti gaib kok

Bersinar gitu tempat air minumnya. Hahaha!

Jagung bakar terenak di dunia.

Itulah.  :) Sekilas info dari Ciwidey lagi.  Kemarin sampai mana sih? 
Yah, intinya, malem-malem kami main Werewolf (tradisi, lantaran ada saya dan Manda yang membawa bau Werewolf plus Ocha yang anak pramuka asuhan Inejh).  Rame loh! Walaupun awalnya masih culun-culun dan cepet beres tea mainnya.  Hahaha... :D 

Habis main, kami mulai ngantuk-ngantuk gitu.  Tengah malem, datanglah Kak Fauzie  membawa Mas Royke (Music, Guitar, and Me), Kak Aini, dan Kak/Mas/Bang Himawan *agak belum kenal, tapi ia membawa kamera yang bagus dan mengambil foto-foto indah esok harinya

Terus, barulah kami pada tidur.  Saya tidur di kasur depan tivi, bareng si Manda dan Kak Aini.  DDDIINGGIINNN! Gila! Sarung + sweter + bantal numpuk-numpuk udah nggak cukup buat menahan dingin! Amit dah! 
Tapi badai berlalu.  Paginya, kami bangun dengan kurang segar (soalnya nggak pulas).  Tapi yah.  Tetap senang dan ngomong-ngomong, lapar.  Akhirnya kami semua bergerak membuat nasi goreng seafood, bakso kuah. Saya ngupas + motongin bawang merah-putih banyak tapi nggak nangis-nangis.  Hahaha! Kayaknya udah punya serum bawang di dalam tubuh.  Wis imun!

Setelah makan nasi goreng (ENAK BUANGET!), kami jalan-jalan.  Tapi Kak Aini dan Claudia nggak ikut karena sakit maag (yaaaah...).  Kami jalan menyusuri jalan bertapak-tapak yang penuh kerikil (serasa pijat refleksi), serodotan di rumput, nyebrangin sungai (bebas korban), ketemu sapi, kebun teh, dan akhirnya...hutan pinus!
Sampai sana, ngemil Astor & keripik singkong deh.  LHO!? Hihi. Habis, capek, lapar.  Anggap aja isi bensin.  :) 

Habis gitu, ya balik lagi! Nyebrang sungai lagi.  Manjat-manjat padang rumput lagi.  Berbukit-bukit.  Sungai.  Kerikil.  PULANG! Hahahaha...

Pulang berarti makan siang.  Eh, tapi snack dulu.  Rupanya Claudia dan Kak Aini sudah berkarya membuat baso bakar.  Alhasil, sambil nunggu teriyaki, kami ngemil itu dulu. Lezat!
Sesudah itu, makan beef teriyaki yang juga uenakkk banget.  Hah! Bener-bener acara utamanya makan, deh, SLCO! 
*seperti yang pernah dikatakan Kak Fauzie: "Kita mau perbaikan gizi."

Tepat sekali. 

Karena kami makan siang kuah bakso dan teriyaki di jam yang sama.  RAKUS! 

Habis makan, kami main-main sebentar.  UNO, lah. Gebrakan +/-1, lah.  Sampai ada lomba bikin menara kartu remi, lah.  Mabok.  


Jam 3an, sore, kami pulang.  :D Horeee! Tapi yaah...belum puas main.  Dan pada ngomel karena besok sekolah.  *hihi, kasian deh 

Ah tapi saya juga mesti bikin PR CCF, bikin diary 3 hari. Untung Jumat-Sabtu-Minggu ini saya ada kegiatan seru.  Kalau nggak garing aja tuh diary in French.  :)
Maleman, kami nyampe Bandung.  Saya langsung pulang, numpang Cindy (makasih ya Cind!).  Sampai di rumah makan deh! (lagi) 

Udah deh liburannya.  Kembali ke aktivitas! Kemarin saya les biolalto.  Seninnya saya CCF.  Ah, kangen sama gunung.  *sok anak gunung 
:) Gimana liburan akhir minggu kalian? Dan gimana HarPitNas Kamis 3 Februari 2011 kalian?







Selasa, 01 Februari 2011

Hola dan Halo

Yahuu! Saya balik lagi... *pembaca mendesah

Saya baru pulang dari Ciwidey, err, hari Minggu kemarin. Ke Ciwidey ngapain? Main.  Sama siapa? Anak-anak St. Laurentius Chamber Orchestra ++.  Hehehe.  

Prosedurnya: berangkat jam 3an, saya ikut mobil Avanza bareng Kak Alia & Manda.  Terus, kami sempat salah jalan menuju Taman Holis...tapi tetap, kami tiba di tujuan tanpa kekurangan apa pun kecuali Claudia.  Maka kami menjemput Claudia.  *hahahaha 

Sesudah dari sana, kami berjalan berkelok-kelok dibantu mesin mobil, menuju Argapuri, Ciwidey, lewat dari Gambung--tempat keramatnya anak-anak Aloy.  
Udah gitu, kami sampaaaai! :D Di vila milik keluarganya Claudia (makasih ya!).  
Di vila itu, tepat di bawahnya ada rumah kecil tempat kuncen vila tinggal.  Ada anak kecilnya, yang lagi asyik main sama anak-anak anjing.  

Terus, setelah kami masuk (kami adalah : Kak Alia, saya, Manda, Claudia, Cindy, Angel, Ocha, Bella, Stefanus), kami malah main kartu! Hahaha... nggak puguh banget. 
Tapi ternyata kami lapar.  Jadi, kami ke luar dan mulai membakar-bakar bahan isian perut.  

Ini dia makanan kami: 


Dan itu ditambah lagi sama sosis! Hihi...
Karena saya buru-buru, maaf kalau postingannya cuma sepotong gini.  Akan segera dilanjutkan kok.  :)