sepintas kecerewetan

Tampilkan postingan dengan label hasmara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hasmara. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 Mei 2016

Setiap Kata.

Percakapan kecil dengan semesta,
akan selalu ditangkap oleh sinyalnya.

Dan bagaimana pun bentuknya,
pasti dijawab. 

Meski mengejutkan,
atau memuaskan.

Dan,
bagaimana caranya menyembunyikan
binar mata yang terlalu penuh cinta?

Ketika definisi cinta saja
masih belum ketemu penjelasannya.

Salam meong
dengan sorot tatapan yang hebat.


 

Rabu, 03 Februari 2016

Hm, Susah Definisinya

Saya kira cinta itu cuma semacam, "Eh, ganteng!"

Lalu saya bisa memiliki yang ganteng itu kalau saya berusaha dan memberinya perhatian berlebih.  Atau...membuatnya tertawa.

Lantas saya tumbuh dewasa.  Yaah, agak dewasa, lah.  Sampai sekarang juga masih suka dikira anak SMA.

Saya kira, cinta itu kompromi.  Jika ada yang naksir, beri tanggapan.  Kalau menaksir, beri tanda-tanda dan dekati terus. Tapi toh saya terlalu malu juga untuk melakukan hal seperti itu.

Jadi saya simpulkan, cinta itu untuk orang dewasa saja. 

Ternyata saya tetap berpikir keras lagi.  Cinta itu apa? Dimulai dengan apa? Tatapan yang menggetarkan? Apa cukup? Saling senyum? Apa bisa menjadi indikasi? Jalan bareng? Belum tentu berakhir jatuh cinta.  Apa cinta harus selalu tentang berusaha dekat? Bagaimana kalau kita berdiskusi, cocok, dan di situ lahir sebuah cinta? Serius deh, cinta itu apaan, sih? Kenapa buat saya sulit dan buat orang lain mulus meluncur?

Alhasil, saya rasa, pikiran saya terlalu rumit.  Padahal cinta itu hanya perasaan.  Bahkan, cuma istilah untuk sebuah perasaan. 

Dan ketika saya menatap mata seekor kucing, itu pun cinta.  Hanya saja bentuknya berbeda dari 'cinta' yang saya rasakan ketika mata bertemu dengan gebetan.

Yah, apapun.  Selamat menunggu Hari Kasih Sayang tiba! :) 

cuplikan kecil dari The Elephant's Journey karya José Saramago




Minggu, 01 Februari 2015

Dari Oknum Apel beralih ke Michael J.Fox

Baru mengalami yang namanya hati rompal.
Belum patah, cuma agak mruluk dikit.
Rasanya memang nggak enak. Pedih sedikit, tetapi dikasih jus jeruk-leci agak baikan kok.

Di sisi lain, seakan dibebaskan dari beban bertanya-tanya.
Dari penasaran yang tiada habis.
Karena sudah jelas saya bukan pilihan dia.

Ya sudah, apa mau dikata. :)

Daripada sumpek, mending saya gambar Michael J.Fox saja.
Ingin lihat wajah ganteng lainnya? Ada di Instagram saya: ningrumningrum, ya!