sepintas kecerewetan

Tampilkan postingan dengan label reptil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label reptil. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Maret 2012

...Biawak Punya Anak?

...

...

MENCEKAM KAN JUDULNYA? HAHA! 
Saya bohong kok.  Ini cuma dramatisasi supaya agak gimanaa. 

Tadi pagi, saya dan Mama lagi utak atik di dapur baru beres sarapan ketika saya (uh, lagi-lagi saya!) melihat seekor cicak.  
Ditengok-tengok lagi, kok tuh cicak buntutnya panjang bener ya? 
Saya teliti lebih jauh daaaan, kakinya bercakar kecil-kecil, kepalanya berdiri...

(lirih) "Ma, itu apa?" 
"Mana?" 
(hening sejenak) 
Berdua: "PAPAAAA!!!" 

Papa pun datang membawa sapu dan pengki, sambil takut-takut menggiring reptil aneh tersebut ke kebun belakang. O-Em-Ji. Makhluk apa gerangan dirinya? 

Jadi, barangsiapa mengenal makhluk melata dengan deskripsi berikut: ekor panjaaang kurus, badan sebesar cicak remaja, warna coklat/hitam gelap, kaki bercakar, dan agak kikuk. 

Harap segera menghubungi saya! :D Terima kasih.  

 

Rabu, 16 November 2011

Ini Klimaks dan Akhir Cerita

Siang itu begitu damai.
Saya melukis Lindsay Lohan dari majalah ELLE, Mama membuat kartu ulang tahun. Saya menyetel lagu, Mon Coeur Mon Amour dari Anaïs.

Lantas terdengar suara ZRUUUT! yang tampak dekat dari arah belakang, dari ambang pintu di belakang punggung saya.  Di belakang sana ada dapur dan ruang belakang tempat menyimpan dus-dus.  

Entah kenapa, saya bergerak cepat karena takutnya ada yang jatuh atau apa (biasanya dicuekin).  Jadi saya intip ke dapur, dan saya...melihat...buntut.  Ya, buntut Si Biawak Bravowati/wan, sedang berjalan masuk ke dapur, terbirit-birit. 

Sedetik kemudian saya baru ngeh...
ASTAGA!

Saya langsung menutup pintu tembusan yang tadi ada di belakang punggung dan langsung lapor, "Mama, biawaknya ada di dapur!" 

Mama loncat ke telepon dan menelepon Pak Wahyu manusia sakti kepercayaan ibu-ibu BakJer.  Kami sama-sama panik dan bingung.  Sementara saya takut salah lihat, kan udah bikin rusuh sekampung, gawat banget... 

Tapi mau ngecek ke dapur pun saya takut.  Hiihiii... 

Di tengah-tengah penantian akan Pak Wahyu yang tak menjawab telepon serta tak kunjung datang (sudah titip pesan sih, sama mbok yang di rumah adiknya pemilik rumah saya), saya juga harus manjat-manjat genteng dan moncor dari jendela (keren abis!), demi memindahkan jemuran ke bawah pergola (yang juga dibikin biar biawaknya nggak jatuh ke mesin cuci).  Saya mengendap-endap kayak Spiderman gitu ceritanya.  Rumah saya di lantai dua soalnya. Dari tempat jemur, saya mengintip ke dapur, tapi tak ada apa-apa.  Asumsi saya bahwa mungkin atapnya jebol sehingga Si Biawak Bravonita jatuh, tak terbuktikan karena langit-langit masih utuh.  Kemudian saya melihat...seonggok debu.  Debu besar entah apa yang barangkali kebawa masuk sama dia.  

Setelah itu, Pak Wahyu datang! (haaaleluya) Pak Wahyu langsung ke dapur, merangkak-rangkak, tapi tak menemukan si biawak.  Saya jadi khawatir sudah salah lihat... tapi Pak Wahyu berteriak, "OH, ADA, NENG!" 

Saya malah makin deg-degan.  Sambil merayap pulang ke ruangan tadi saya berada lewat jendela lagi, saya mendengar Pak Wahyu 'mengacak-acak' dapur dan beberapa saat kemudian telah menggendong sang biawak dengan menggunakan keset buluk! Dia tak berdaya dalam cengkeraman Pak Wahyu.  Masih hidup, tapi lehernya dipegang sehingga ia tidak bergerak-gerak.  

Pak Wahyu pun membawanya ke bawah, dan...inilah dia, pertama dan terakhir kalinya, saya persembahkan: 

Motifnya luar biasa

Aduh, lihat matanya... :'((


Dengan berat hati dan rasa ngeri sekaligus haru dan kasihan, saya ucapkan, 
"Dadah, Biawak, jangan main ke rumah lagi ya... Berbahagialah di tempat barumu bersama Pak Wahyu yang baik hati.  Jangan mau disate orang.  Jangan lupa berdoa.  Doakan kami sekeluarga.  Dan, doakan juga saudaramu Komodo yang statusnya sedang diperjuangkan. Juga Orangutan yang di Kalimantan tempat asalnya dipenggal oleh orang-orang berhati dingin.  Dan...semoga kau hidup nikmat sampai tua nanti." 

with love
Ningrum dan keluarga
:') 

TAMAT 

n.b: Coba ya, jangan ngerusak kebun atau gorong-gorong atau tanah kosong.  Apalagi mengisinya dengan banyak sampah, seperti yang terjadi di belakang rumah saya sampai-sampai si Biawak bisa tersesat ke dapur... 

epilog: 
Habis berhasil makan gado-gado setengah porsi, Mama saya yang lagi nonton TV manggil, "Ning! Ini si Biawak ada di TV!" 

Rupanya lagi ada acara petualangan, dan si orangnya melihat biawak yang persis kayak Si Biawak Bravo 'peliharaan-by-accident' saya itu.  Cuma yang di tivi lebih gendut, sedangkan si Biawak B. kurus kering.  Kasihaaan... Kasih makan yang banyak ya, Pak Wahyu. :') 

Oh iya, saya sempat megang kakinya lho! Wuhu! 

Setelah 3x mimpi tentang Biawak Bravo yang turun ke Bumi, versi pakai bikini bunga-bunga, versi berubah wujud jadi guru saya, versi jadi gede (yang tadi malam), akhirnya saya dan dia pun berpisah.  

Terima kasih, terima kasih.

Baik-baik, ya. 







Sabtu, 24 September 2011

Ketika Saya dan Makhluk L Berjumpa

Tahu nggak, sih, kemarin siang, saya dan Mama ngomongin Si Biawak (baca cerita pertama tentang dia di Kedatangan Makhluk L ) yang masih betah-betah saja di atap rumah saya.  Kami lagi makan dan tiba-tiba terdengar langkah kakinya di atas kepala kami alias di balik langit-langit dapur.  

Terus dia keluar lewat bolongan genteng (pintu favoritnya)! Tampaklah buntut serta pantatnya egal-egol lucu sekali.  Saya pun jadi semangat dan keluar ke kebun belakang untuk ngintip.  Sampai naik ke bangku semen di tengah-tengah kebun.  Eh, tiba-tiba Si Biawak malah muter jalan dengan heboh, terus balik ke arah genteng rumah saya! 

Dan pada kesempatan yang berbahagia itu...saya pun bertatap mata dengannya! Yah, menyamping sih dia, tapi tetap saja terlihat.  JRENG JRENG.  Saya tegang tapi semangat gitu ceritanya. Hahaha! Dia begitu...BESAR, tapi matanya mellow, agak kecil, dan dia terdiam sesaat sebelum dengan panik beranjak masuk ke para lagi.  *gimana sih! 

Dia memang pantas disebut Makhluk Lieur!

Tapi saya diam-diam jadi berimajinasi, seperti gambar di bawah ini: 

Gambar paling bawah saya bikin sambil agak-agak pingin nangis... *dasar sensitif 

Menurut kalian, dia ngapain sih di dalam langit-langit rumah saya?

Rabu, 15 Juni 2011

Kedatangan Makhluk L

Rumah saya memang bisa didatangi bunglon dan burung gereja, burung kutilang polisi, burung perkutut...udah kayak stasiun persinggahan hewan-hewan liar. 

Pagi yang biasa saja, yaitu kemarin, Mama saya tiba-tiba teriak-teriak.  Katanya ada makhluk aneh naik ke genteng.  Kelihatan buntutnya doang, mirip bunglon gitu.  Nah, setelah berhasil mencuci baju walau penuh teror di kebun belakang itu, Mama masuk ke dalam dan mulai syalala nggak inget lagi.  Lalu datang Inez.  :D 

Nah, tiba-tiba dari lantai dua yang kelihatan genteng, Mama saya teriak-teriak lagi! "Niiing! Itu muncul makhluknya!"

Maka saya dan Inez ngajrungcing ke atas.  Penasaran.  Eh, di balik genteng seng, di pinggiran banget nempel tembok, tampak sebentuk kepala makhluk yang berciri khas seperti reptil.  Kami curiga itu ular.  Tapi lama-lama dilihatin, tuh makhluk malah keluar-masuk nggak jelas, cuma kepalanya doang.  Akhirnya kami menyerah dan berkegiatan sendiri-sendiri.  

Eh! Nggak lama kemudian Mama saya teriak-teriak lagi! "Ning! Kepalanya muncul! Panjang! Itu ular lho!"

Saya naik lagi ke atas dan...WOW! Ternyata memang lehernya memanjang! Itu ular! Gile.  Ada ular dong di rumah.  Langsung Mama telepon Pak Wahyu, Spiderman-nya Babakan Jeruk! Ahlinya manjat-manjat dan pertukangan.   Lalu sambil menunggu Pak Wahyu, kami nunggu si makhluk misterius bergerak.  Nggak lama, dia keluar! 

Satu-satu, keluar kepalanya.  
Dua-dua, lehernya kelihatan. 
Tiga-tiga...lho, ada kakinya?!
Satu-dua-tiga, BIAWAK SEGEDE GABAN!!! Merayap di tembok...jalan...pelan-pelan tapi pasti...celingukan...

Nggak lazim banget deh.  Apa itu!? Mama-Inez-saya pun bengong berjamaah.  Diam-diam bersyukur itu bukan ular (karena resiko berbisa + melilit + sembunyi entah di mana + dan gede banget bo!), tapi juga tetap syok karena itu biawak kayaknya salah tempat banget! 

Alhasil...hari itu benar-benar menjadi aneh.  

Mangkaning paginya saya ngelihat jenazah cicak di lantai rumah (saya yang nyapu, sambil geli-geli gimana).  Terus Inez melihat almarhum tokek di jalan... eh, dateng rajanya.  Ampun deh, ampun.  Aneh!

Nama Makhluk L saya kasih karena dia sangatlah lieur! Alias pusing dalam Bahasa Sunda.  :)) 

n.b : Biawaknya datang lagi ke genteng saya pagi ini! Lagi-lagi Mama yang lihat.  Dasar lieur