sepintas kecerewetan

Tampilkan postingan dengan label Lai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lai. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 18 Januari 2014

Setelah Januari Bergulir Sebanyak Delapan Belas Hari...


...saya sudah cukup rutin makan dua jenis buah setiap hari. 

...saya benar-benar mengurangi asupan daging hewan berkaki empat. 

...saya untuk pertama kalinya merasakan seekor ayam makan dari tangan saya dan rasanya lucu. 

...saya meneruskan naskah-naskah novel yang tertunda.

...saya terobsesi menguasai Toccata karya Debussy, bagian dari Pour Le Piano.

...saya kembali ke IFI dan les lagi, menemukan kerinduan yang terobati.

...saya punya banyak ide baru.

...saya pergi ke berbagai mal dalam dua minggu dan tidak membeli apa-apa.

...saya sudah bisa memutar peg sendiri, juga peg biola orang lain.

...saya telah mempelajari kord C, F, G, C7, dan A Minor di ukulele saya Pandu Mahalo.

...saya terus bersyukur.

...saya menyederhanakan perawatan kulit dan tata rias saya.

...saya tidak membeli majalah.

...saya punya mesin jahit portable sekarang, dan saya bisa membuat karya dengannya.

...saya senang, dan akan selalu senang. 


Selamat bermalam Minggu! :)

Sabtu, 16 November 2013

Kekasih Baru :)

Selamat Malam Minggu, teman! 

Kalian pasti sudah familiar dengan nama Devika di blog ini, kan? Pernah nggak sih kalian kepo, siapa sebenarnya Devika? Beberapa orang sudah tahu siapa dia. Dia itu partner saya. ;)

Nah, belakangan, Devika sudah resmi punya adik! Iya, adik.  Tapi, asal muasal dan ayah mereka lain (ibunya sih, alam semesta kali ye).  Namanya Lai. Sudah pernah saya tulis di blog juga rupanya. Lebih mungil, suara lebih imut-imut, tapi mereka sama-sama keren.  Sebentar lagi, Devika akan dipinang oleh orang lain yang masih sekeluarga sama saya. 

Maka, saya sekalian mau kecup Devika dan bilang terima kasih untuk penyertaannya selama nyaris 5 tahunan ini.  Kamu sesuatu banget, Devika! Telah kau bawa saya ke mana-mana keliling kota.  Kamu sudah rela kehujanan, kepanasan, ketendang orang di angkot, kejeduk, dianggurin seminggu tapi nggak lagi pundung, kamu sudah dewasa, Nak.  :) 

Devika, selalu berbahagialah dan bawalah cinta saya ke mana-mana, oke? :D 

Oke.  Sekarang,  Lai, mari kita bersenang-senang! <3 nbsp="" span="">

Eh, kalian penasaran nggak sih, sebenarnya seperti apa tampang Devika dan Lai? Mari kita biarkan mereka tampil yuk. 

Jeng jeng, ini dia, perkenalkan, Devika dan Lai! 

 

Nah, sekarang, sekilas info saja.  Minggu ini saya lagi batuk.  Entah efek kebanyakan hujan atau overdosis gorengan, atau mungkin tersedak rosin.  Tapi saya batuk, malah pekan kemarin mah ditambah pilek segala.  

Terus saya minum Nin Jiom Pei Pa Koa alias Obat Batuk Ibu dan Anak.  Terbuat dari bahan-bahan pilihan, madu, herbal Cina, dan mestinya sih nggak pakai bahan kimia macem-macem.  Rasanya juga enak, kayak ceri dicampur madu kasih mentha piperita agar berefek semriwing dikit.  Baru tiga hari minum sehari dua-tiga sendok, eh, batuk saya udah mendingan aja lho! Jadi, teman-teman, ramuan Nin Jiom Pei Pa Koa sangat dianjurkan lho untuk disimpan di musim Langit-Nangis-Melulu ini. 

Oh, lalu, jangan lupa, kita cegah banjir yuk! Jangan buang sampah sembarangan ya. Makin kita nambah sampah dan menaruhnya seenak jidat, makin besar resiko banjir.  Oke? Ingat ya!

n.b.  Barusan saya sempat sakit kepala.  Lalu saya setel lagu Keane.  Eh, langsung sembuh! Apa ini sugesti atau karena lagu Keane cocok sama detak jantung saya ya? *iklan*