sepintas kecerewetan

Tampilkan postingan dengan label lingkungan hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lingkungan hidup. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 06 September 2014

Si Ningrum Ngapain Aja Sih?

Ini blog nyaris nggak ada tujuannya, tapi tak apalah.  Saya tetep seneng nulis-nulis unyu di sini. :D

Sementara menunggu berita spektakuler tentang saya ketemu jodoh, misalnya, yuk, kita berbagi tentang kegiatan sehari-hari saja.  Seperti sudah diceritain sebelumnya, saya emang lagi hobi makan buah-buahan.  Kayak orangutan.  Supaya rasa empati saya makin tinggi.

Tapi kemarin ini, meja saya diberesin lagi.  Dan ketika saya melihat pensil warna dalam kantung-kantung plastik, saya...agak frustasi karena:

1. Susah ngambilnya.

2. Kurang praktis.

3. Plastik.

Jadi, saya pungut toples-toples kaca bekas Yummylk, susu almond murni yang lagi hip di Bandung--dan semoga hip selamanya, saya kasih dekorasi kecil sedikit.  Kayak gini:


Temanya: semangka dan pisang! Semangka untuk meletakkan pensil-pensil warna hangat, dan warna-warna dingin adem di pisang. 

Begini:


Syukurlah.  Jadi semangat nggambar lagi! Dan meja kelihatan kayak...toko betrak-betruk.  Asli deh.  XD

Oh iya, saya lagi garage sale, lho! Silakan disimak di akun Instagram: @hurayagaragesale. 

Nah, terus, saya sedang rajin dengerin lagu ini: My Other Half bikinan Indra Lesmana.  Liriknya manis deh. 

Looking for my other half
And I got complete must on you
Astrology sight can be perfect clue
Is it true?

I could make a step behind
But I stupidly can't deny
Sweet tenderly heart
Your smile, I kindly regret

If you would be shining my hours forever more
Then we could be sharing our moments happily in harmony

By the moonlight's magic rhyme
We have caught in the finest time
It's true, love is blind
And I've really found
With you


Saking manisnya, saya jadi pingin makan alpuket.  Hap!

Senin, 25 Agustus 2014

Makanan Belakangan Ini

Saya kan kemarin ini komitmen mau makan buah setiap hari--minimal dua jenis.  Apakah misi itu berjalan lancar? Yaah...lancar-lancar nyasar sih. :p Tapi, namanya juga usaha.  

Belakangan, saya menyogok diri saya untuk betul-betul memenuhi intensi buah-buahan.  Alhasil, saya malah berkarya: 



Lumayan deh, seminggu ini rada rutin.  Berbekal semangat Sailor Moon dan Kermit Si Kodok, saya makin doyan makan buah.  Bahkan seringkali lidahnya kangen sendiri sama nanas, jeruk, mangga, stroberi, apel, alpuket.  Bleh, udah mirip orangutan ya! Yang dicariin pisang... hehehe. 

Ngomong-ngomong, saya lagi punya PR piano lumayan belibet.  Tapi kalau dicobain dan ditelatenin, jadi nggak ribet.  Judul lagunya: Etude Op.10 No.4 karya Opa Chopin.  Huf, kapan Opa Chopin pernah ngasih suguhan gampang, sih? XD 

 Okee, sekian saja cuap-cuap hari ini. Mau nerusin proyek-proyek lucu dulu! :D 




Senin, 30 Juni 2014

Asal Tahu Saja, Ini Nggak Gampang Lho

Siapa bilang perjalanan jadi vegetarian itu mudah? 
Nggak segampang membalikkan telapak tangan, lho! :D
Mau tahu tantangan saya yang paling berat kala beranjak meninggalkan sumber pangan hewani yang (sejujurnya) lezat-lezat?


Satu. Saya doyan beef cordon bleu. Perpaduan keju dan smoked beef di dalam daging begitu nikmat.  Pas SD-SMP, saya pengagum berat teknik masak cordon bleu ini.  Kalau pun saya sudah beralih dari sapi ke ayam, tetap saja di dalamnya ada smoked beef! Jadi, saya benar-benar harus berpisah dengan cordon bleu manapun, sampai suatu saat bisa bikin cordon bleu jamur atau tahu. 

Dua. Makanan-makanan cepat saji kebanyakan dibuat dari ayam dan sapi.  Lihat saja Hoka-Hoka Bento, KFC, McDonald, A & W, dan teman-temannya.  Memang sih ada alternatif seperti ikan, udang, cumi--yang saya masih bisa lahap sampai batas waktu yang ditentukan. Tapi, kebanyakan menu enaknya, sih, olahan daging ayam-sapi.  Contoh: beef yakiniku, ayam goreng krispi, cheese burger.  Yah, itu kenyataan kok.  

Tiga. Masakan daerah Indonesia dominan daging.  Saya suka kangen sama ayam pop ala Padang, bebek betutu gaya Bali, bebek goreng.  Ah, masakan-masakan berbumbu itu. Dan satu lagi, ayam hainan juga enak!  
Bersyukur sih, penganan Padang masih menyediakan sayur nangka, terong, perkedel jagung, daun singkong--tak ketinggalan kuah kuningnya yang lezat.  Dan masakan Sunda juga banyak sayur serta lalapan.  Masakan Bali? Yang penting ada sambal bawangnya. <3 nbsp="" span="">

Empat. Saya nggak suka terong dan tahu! Bukannya benci, tapi nggak terlalu doyan.  Demikian juga dengan tomat bongkahan. Tapi toh saya melalui tahap perubahan dan sekarang mulai terbiasa dengan makanan-makanan tawar itu. :p Lagipula, tahu tuh enak banget, dan tomat sehat. 

Lima. Restu orang tua butuh waktu. Memang awal-awal suka dikhawatirkan akan kekurangan gizi, sih.  Terutama sama Mama.  Tapi, sekarang malah didukung.  Kalau ada makanan berdaging, Mama nanya, apa aku mau makan atau enggak.  Jika memesan makanan tanpa daging di restoran, Mama ikut menimpali, "Iya, jangan pakai daging, nih anak vegetarian."
Padahal belum sampe jadi vegetarian juga, tapi udah didukung.  Terharu. :') 


Petualangan menuju vegetarian memang berat untuk anak Indonesia--terutama karena ketersediaan makanan nabati yang lezat cukup jarang--apalagi, definisi lezatnya kan macem-macem! :D 

Tapi kalau mengingat wajah para binatang yang polos itu, saya jadi pingin terus berjuang.  Nggak ada poinnya lho, menyembelih hewan secara massal cuma demi menyumpal perut.  Kalau bicara gizi, sesungguhnya banayk sekali gizi tersembunyi di antara asupan-asupan nabati di sekitar kita! Apalagi di Indonesia yang kaya raya ini.  

Selamat Berpuasa bagi yang menunaikan! ;D

 

 

Selasa, 20 Mei 2014

Saya Di Sini!

Ups, karena keasyikan bikin ini dan itu, saya lupa ngasuh blog-blog! Tapi, saya sempat mengapikkan blog fiksi saya.  Ayo main ya ke sini, bagi tukang baca sekalian: CETAKCETIK. 


Nah, kabar hijau dan senang apa yang saya punya, ya? :D
Oke, perkembangan terakhir sih cuma sampai saya meresmikan peluncuran gelar Rumtarian sejati saya! Eh, mungkin maksudnya...pescaterian-ovotarian! Karena saya mengenyahkan menu unggas dari makanan yang saya lahap, terhitung sejak Hari Bumi kemarin! 
Memang sih, godaannya lebih besar dari sekedar nggak makan hewan berkaki empat.  Kenapa? Karena bagaimana pun, olahan ayam enak-enak... *nangis*  Bayangin aja ayam rebus hainan, ayam goreng krispi, ayam woku, ayam hijau kantin A (teringat Yahya) ! Tapi demi kesejahteraan ayam-ayam di dunia, saya akan berusaha berbuat baik sama mereka dan nggak mendukung pembunuhan ayam secara kejam! :D 

Oh iya, selamat Hari Bumi! ;) 

Roar! Salam hijau!

Saya juga buka lapak garage sale, saudara-saudara.  Silakan meng-klik ikon di bawah ini: 

http://facebook.com/hurayagaragesale

Segitu saja obrolan hari ini! Tetap hijau dan gembira, teman-teman. :)


Senin, 07 April 2014

Tomat Siap Saji

Tumbuhan tomat ini akan berkembang, menghadapi banyak hal tak terduga setiap hari. 
Tapi dia pasti tetap berjalan ke atas, menapaki setiap langkah menuju impiannya. 


Senin, 20 Januari 2014

Tenang, Semua Ada Solusinya :)





Hai, Para Alien Bumi yang Baik! Selamat siang! Tadinya saya mau pergi agak lama hari ini, tapi ternyata nggak jadi lama-lama, jadi saya balik ke depan komputer.  Sembari ngerjain pesanan-pesanan pernak-pernik, saya mau cerita-cerita sedikit. 

Yah, sebenarnya sih bukan cerita, seperti biasa ini pikiran saya yang kebanyakan dan harus ditumpahkan demi pencapaian misi-misi! 

Tapi mari kita mulai satu persatu, sekarang topik yang paling umum dulu, yaitu: 

Seperti yang sudah kita tahu, sekarang sudah waktunya selalu pakai reusable bag kalau belanja.  Memang repot.  Tapi tanpa sadar, kalau dibiasakan, nggak kerasa apa-apa kok.  Malah jadi budaya tersendiri, dan menambah rasa tanggung jawab.  Kalau dari kecil anak kita diajarkan bawa tas sendiri (atau, botol minum pribadi, kotak bekal, saputangan, dan semua benda yang menunda limbah), pasti dia sikap tanggung jawabnya besar, ayo dicoba, para orang tua muda! :D 

Nah, sekarang, budaya ini kadang bikin masalah tersendiri bagi kita para alien.  Ya nggak? Kadang, tas kita kurang, jadi, masih butuh keresek.  Atau, kadang ibu di rumah bilang, kereseknya ambil saja buat buang sampah.  Atau karena beli telur, kita butuh satu kantung buat melindunginya secara terpisah, yang ukurannya kecil.  Terus kita kan misahin belanjaan: sayur/buah yang basah, belum ada daging, lalu barang-barang berkemasan, dan sebagainya.   Kalau kita nggak telaten dan masih suka lupa...tenang, namanya jugaproses belajar.  Kalau omongan orang yang malah mendukung untuk nambah kantung plastik, atasi dengan senyum kece di wajah dan ketenangan.  Bilang aja kamu alergi plastik!

Lalu, gimana dengan kantung darurat yang ukurannya lebih kecil? Bikin saja, atau sesekali beli barang di toko yang memberi kita tas tisu ukuran mini.  Kalau saya biasanya ngumpulin tas kalau belanja dari toko Happy-Go-Lucky, karena bisa dipakai lagi.  :D

Tapi, saya baru kepikiran untuk membuat tas kecil sendiri yang bahannya lebih tebal supaya aman untuk telur.  Tas dari bahan tisu aman untuk benda-benda lunak macam baju atau perintilan, tapi kurang melindungi barang pecah belah.  Kalau sudah berhasil buat, saya kasih tutorialnya! :D

Oh iya, ini ada inspirasi dari keluarga yang...ah, pokoknya keren.  Ayo tengok ke sini dan semoga ketularan 4R mereka: refuse, reduce, reuse, recycle.  :D

Saya bercuap segitu dulu saja deh.  Selamat Hari Senin, ya! :)
 
 
 

Sabtu, 18 Januari 2014

Setelah Januari Bergulir Sebanyak Delapan Belas Hari...


...saya sudah cukup rutin makan dua jenis buah setiap hari. 

...saya benar-benar mengurangi asupan daging hewan berkaki empat. 

...saya untuk pertama kalinya merasakan seekor ayam makan dari tangan saya dan rasanya lucu. 

...saya meneruskan naskah-naskah novel yang tertunda.

...saya terobsesi menguasai Toccata karya Debussy, bagian dari Pour Le Piano.

...saya kembali ke IFI dan les lagi, menemukan kerinduan yang terobati.

...saya punya banyak ide baru.

...saya pergi ke berbagai mal dalam dua minggu dan tidak membeli apa-apa.

...saya sudah bisa memutar peg sendiri, juga peg biola orang lain.

...saya telah mempelajari kord C, F, G, C7, dan A Minor di ukulele saya Pandu Mahalo.

...saya terus bersyukur.

...saya menyederhanakan perawatan kulit dan tata rias saya.

...saya tidak membeli majalah.

...saya punya mesin jahit portable sekarang, dan saya bisa membuat karya dengannya.

...saya senang, dan akan selalu senang. 


Selamat bermalam Minggu! :)

Senin, 16 Desember 2013

Kampanye!

Saya lagi kampanye lho! :) 

Kampanye apa? Ya jelas bukan kampanye mau jadi pemimpin daerah atau pun negara. Tak pula kampanye ketua OSIS atau HIMA, secara saya nggak terlibat dalam kongsi pendidikan mana pun kecuali les-lesan saja.  

Kampanye saya bukan untuk jadi pemimpin, tapi justru sebagai pembelajaran leadership diri sendiri.  Supaya tetap kuat dan semangat mewujudkan cita-cita saya!

Cita-cita apa? 
Itu, merasakan tinggal di Planet Bumi yang lebih asri, bersih, dan bersahaja! :D 
Selama masih jadi penduduk Bumi, harus bertanggung jawab dong.  

Nah, ini ceritanya saya mau bagikan program kampanye saya sebagai penghuni planet yang baik.  Walau belum sempurna dan sedikit demi sedikit perlu revisi, saya akan coba ajak kalian semua wahai pemudi pemuda maupun lansia untuk ikut serta dalam program saya yang lucu! 

Oke, Program Planet #1 yang sedang saya usahakan habis-habisan adalah: 
MENGURANGI PEMAKAIAN KERTAS TISU 

Saya prihatin dengan pemborosan diri sendiri dan orang lain dalam penggunaan si tisu unyu ini.  Sepupu saya pakai tisu biasanya cuma seujungnya dikit, lalu dibuang.  Saya emang kalau buang ingus di tisu, sampai tisunya nyaris jadi bubur kertas.  Namun jika ingus banyak keluar, ya, sama aja kan banyaknya? Sampah sudah terlalu banyak di atas Bumi, yuk, kurangi dikit-dikit sembari ditunda produksi limbahnya.  ;) 

Kertas tisu kan kertas? Apa salahnya? Dia nanti hilang di tanah nggak kayak plastik, kan? Nggak juga.  Kertas tisu bagaimana pun sudah mengandung zat-zat pemutih, ya seperti kertas tulis/gambar kita. Kasihan tanah.  Lagipula, semakin banyak kita pakai dan dukung, makin banyak produksi, tambah bejibun pohon yang ditebang! Lagipula kenapa juga ya kita harus pakai tisu banyak-banyak? Masih ada lap dan saputangan di muka Bumi ini, yang tidak harus dibuang kecuali sudah berubah jadi kebun jamur dan lumut.  

Ngelap ingus pakai saputangan kayak orang-orang tua? Masih zaman? 
Ibarat tren, zaman pun berputar.  Tisu memang hebat, dia bikin semuanya jadi praktis, bersihin apapun, ngelap ingus, keringat, jadi gampang dan tinggal buang.  Tapi, dia dikemas dalam plastik, jadi semakin sering beli tisu sama dengan apa? Jawab sendiri ya. ;) 
Nah, kalau kasusnya ingus dan keringat, sesungguhnya sederhana buanget lho! Dua cairan tersebut bisa kering.  Nanti kalau sudah nggak keruan, baru kita cuci saputangannya. 
Malu kalau bawa-bawa ingus di tas? Kan ingusnya di bagian dalam, lipat saja supaya yang tampak luar saputangan cantiknya.  Dalemnya ingus, siapa yang peduli...

Serius?
Iya, serius! Yuk, kita bawa saputangan aja mulai sekarang. :) 

Untuk kasus-kasus heboh macam minyak tumpah di meja atau lainnya, gimana?
Nah, kalau benar-benar tidak ada alat pengelap lain selain tisu di depan mata, boleh, sedikit aja tapi. Hanya untuk menyerap minyak, seandainya perkaranya tumpah minyak. 

Saputangan juga bisa jadi limbah kalau sudah rusak...
Tapi nggak secepat tisu kan usia pakainya! :D  

Ingat, tidak ada program yang langsung sempurna dan berdampak besar, karena ini urusan satu planet! Tapi kita akan mainkan sama-sama. Jadi, yuk, tetap optimis! :) 

Siapa siap ganti sepaket tisu isi sepuluh lembar/lebihnya dengan sehelai saputangan cantik/ganteng? :D 

 

       


Selasa, 16 Juli 2013

Gajah, Saya Cinta Kamu, dan Seisi Dunia Seharusnya Juga Cintai Kamu


Sudah dengar tentang pembantaian gajah bernama Papa Genk di Sumatra? Carilah hashtag #RIPPapaGenk atau #RipPapaGenk di Twitter.  Dan bersiaplah untuk tergerak.  Mungkin diawali dengan tangis atau amarah, atau jijik jika melihat fotonya.  

Tapi sekarang benar-benar sudah saatnya tindakan dimulai.  Manusia-manusia tertentu sudah sangat keterlaluan.  Apa salah mereka? Untuk apa gading gajah diburu? Untuk apa uang banyak tetapi nyawa dihabisi?

Mari mulai cintai mereka, dan lupakan kekerasan.  Hapus kekerasan sejak dini, terutama di usia anak-anak.  Jangan biasakan anak-anak hidup melihat yang sadis.  

Kenapa film keras tidak disensor, sementara sebuah kecupan selalu disensor di televisi sini? Jelas itu membuat anak-anak berpikir bahwa kekerasan itu wajar, kecupan itu haram.  

Dan mereka terbiasa marah, berontak, bukan memeluk atau merangkul. 

Memang sih nggak nyambung dari nasib gajah saya jadi bicara sosial.  Tapi saya rasa ini ada koneksinya lho.  Dan, tidak, bukan cuma tentang gajah.  Bagaimana tentang orangutan dan hewan lain, sampai semut dan kecoa yang sering dipencet tanpa dia berbuat salah? 

Manusia, kenapa kita dibutakan oleh uang? Itu hanya kertas dan logam! Kita butuh uang, tetapi jika uang membuat kita kehilangan rasa, kitalah yang sudah terlalu terikat padanya.

Mari berdoa untuk arwah Papa Genk, keluarga yang ditinggalkan, baik keluarga gajahnya dan keluarga manusia yang dia sayang dan mengasihinya.  

God bless your soul, Papa Genk.  :'( 


Selasa, 02 Juli 2013

Keponya Windi ;)

Halo! Kemarin ini kan saya dapet award nih dari Kak Naomi.  Terus sekarang, salah satu kawan yang saya lemparkan piala bergilir itu, Windi, mempersilakan saya menjawab pertanyaan bergilir dia! Dan sejujurnya pertanyaan dia menarik, saya dengan sukarela saya uraikan di sini. :D 

1. Menurutmu, sehat itu apa?

Sehat itu, selalu bersyukur, selalu bermaksud baik, mengikuti kata hati, dan bersosialisasi dengan tulus. :)

2.   Apa arti Bumi buatmu? Seberapa sehatkah agar Bumi cukup layak untuk kamu huni?



Bumi adalah Ibu dari bunda semua makhluk hidup.  Dia melahirkan, menghidupi, menopang, mendaur ulang dengan sendirinya, sehingga segala sesuatunya tetap berjalan.  
Bumi sudah layak huni dari sananya, sayang, banyak hal dan material baru dan kurangnya komunikasi kita dengan Bumi membuatnya mengalami kerusakan. Kita harus lebih mendengarkan Bumi, dekat dengannya, dan memahami perilakunya.  Saya sayang Bumi, sepenuh hati!
 
3.   Kalau suatu hari kamu jadi vegetarian, alasan apakah yang paling kuat untuk mendasarinya?




Ya, suatu hari saya mau total, walau sekarang masih bolong-bolong, tapi saya tetap berusaha.  Alasannya, karena saya sayang sama binatang.  Dan asupan nabati selalu terasa lebih segar! :)
 
4.   Suka keripik singkong nggak? Kenapa?




Suka, terutama yang asin-asin pedas! Karena kriuk-kriuk dan bisa menghibur, entah kenapa.  Gimana denganmu, Win? :p
 
5.   Apa jenis sayur dan buah favoritmu?


Masing-masing kategori tiga biji, ya! Sayur: wortel, brokoli, bayam. Buah: apel, pisang, semangka. :9
 
6.   Kalau nggak ada kerjaan, paling suka ngapain? Kenapa?

Buka komputer, berselancar di kancah dunia maya, cuma untuk lihat-lihat ini itu! Atau kadang, jalan-jalan ke mal cuci mata.  Kalau enggak, nonton film. Iya, saya hedon. :))
 
7.   Tebakanmu, saya ini orang yang seperti apa sih?


Melankolis, pemikir, bahkan terlalu banyak, dan lumayan moody? Bener nggak, Win? Dan kamu cerdas!
 
8.   Seberapa menyenangkan kuliah buatmu?


Saya nggak kuliah, jadi nggak tau deh.  Mungkin menyenangkan, mungkin biasa saja, saya selalu senang di mana pun (kecuali di restoran sate kelinci).  :D
 
9.   Apa arti namamu?


Kata Mama, Ningrum itu singkatan hening dan harum.  Sementara nama baptis saya, Katarina, artinya murni.  Jadi saya, murni, hening, dan harum.  Macam air mawar, kali ya? :)
 
10. Apa yang kamu tahu tentang Dee Lestari? Suka tidak? Kenapa?

Dia seorang Capricorn, dan saya suka tulisannya, kecuali seri Supernova. Cerita cinta Dee tetap manis tapi intelektual, dan permainan katanya menyenangkan! Hanya kurang warna pink saja.  

11. Ulang tahun yang akan datang pengen dikado apa sama orang tersayang?

Orang tersayang yang mana dulu nih?  Saya sayang semuanya lho! Hehehe.  
Oke, kalau dari keluarga, saya ingin, ehm, entahlah, kebersamaan saja cukup.  
Kalau dari teman-teman, asalkan tidak mengandung kekerasan dan eco-friendly serta tidak melibatkan banyak sampah plastik, saya terima saja. Juga yang ramah hewan ya! 
Dari gebetan, err, jangan coba pancing untuk tanya ini siapa, saya bahkan tak tahu siapa yang harus digelari gebetan! Tapi, jikalau memang ia mau memberi saya kado, ehm, seekor Yorkshire Terrier bakal menyenangkan.  
Namun buat saya, selaksa pelukan sayang sudah sangat cukup, lho! ;) #kode 

Makasih ya, Windi, buat pertanyaannya! Menyenangkan, lho! Hehehe. :D  

Morning Glory-Bambu-Helga

Berpose di kedai kece bernama Morning Glory, setelah menikmati sarapan nikmat ala vegetarian (lebih tepatnya, si bratwurst dimakan mama, aku makan telur ayam saja, bayam + kentang dilahap bersama). Tempatnya bagus, lho! :) 

yang saya pake: kemeja chiffon bikinan Impromptu + skater skirt replika sebuah merek internasional (maaf mbajak) + tote bag bendera Inggris yang berbahan ramah lingkungan (katanya)


Rimbunan bambu sedang menikmati mentari di pagi hari.  Sambil mengeringkan rambut setelah keramas dan mandi matahari, saya iseng ngambil foto ini.  Cerah sekali pagi itu.  Begitu masuk ke dalam, sorenya saya baru sadar, kaki-tangan saya langsung belang kena sinar ultraviolet.  Ah, tapi, sudahlah.  :) 

 


Perkenalkan, ini si cantik Helga-kependekan dari Helianthus Giganteus . Generasi II.  Generasi sebelumnya sudah gugur sebelum berbunga karena kekurangan lahan.  Si Helga juga mandi matahari sukanya.  




Cantiknya Helga! Berkat Helga dan dua adik-adik bunganya yang lebih cebol, saya jadi belajar bahwa...kalau malam, bunga matahari juga bobo.  Kayak manusia.  Lucu sekali! <3 br="">

Jumat, 31 Mei 2013

Dagang Kecil + Dapet Piala Bergilir :)

Hai, sebelumnya, izinkan saya berdagang ya, sebelum kita bercuap-cuap soal yang lain! Ada beberapa produk yang saya beli, tetapi kemudian saya tidak pakai lagi dengan berbagai alasan, seperti ketidakcocokan misalnya.  Jika kalian tertarik, harap langsung kirim email ke: the_cheeser@yahoo.com, ya! Merci.  ;)










Nah, setelah urusan perdagangan, sekarang, kejutan, saya dikasih award sama Kak Naomi! :D Kak Naomi ini punya blog cantik yang unyu dan meriah.  Feminin sekali pokoknya, feminin dengan sentuhan Jepang.  Makasih buat award ini ya, Naomi-san! :* 

ATURAN MAIN:
  • List 11 random facts about yourself.
  • Answer the questions designated by the blogger(s) who nominated you.
  • Place YOUR nominations for the Liebster Award. Nominate five or more other bloggers that. have less than 200 followers. Make sure to notify them via comment or email, etc.
  • Make up a set of questions for those nominated bloggers to answer.
  • Display the Liebster Award badge on your blog.
Baik, mari kita mulai dengan 11 Random Facts About Moi, Ningrum

(i)            Saya doyan aroma kayu manis campur gula.  Makanya suka banget pai apel, pretzel, dan apa saja yang mengandung wewangian itu. 

(ii)           Jika ada pilihan untuk pelihara anjing, saya pingin jenis pug! Karena mukanya lucu.  Nanti akan saya kasih nama Monot.  Kenapa? Ya kepingin saja. 

(iii)          Saya baru potong rambut, nyoba gaya bob.  Hihi. :D


(iv)          Saya sebetulnya bocah pemalas.  Kalau ada kesempatan buat santai-santai nggak produktif, saya pasti menggunakannya sebaik mungkin.  Memang kedengerannya buruk, tetapi, saya memang bukan manusia-ajrut-ajrutan yang selalu harus sibuk.  Bagi saya, melamun juga salah satu langkah menuju sukses! Yep, karena imajinasi bisa membawa kita ke mana pun. :p

(v)           Belakangan sering sekali berpikir tentang percintaan.  Yahahaha.  :”)

(vi)          Saya pencinta mode! Pokoknya saya sangat peduli dengan paduan baju apa yang saya pakai + cara saya mengenakannya.  Saya juga memerhatikan bagaimana orang berbusana.

(vii)         Cita-cita terpendam saya: jadi komedian, misalnya sebagai komik alias stand-up comedian.


(viii)        Saya pemberontak.  Aslinya.  Semakin disuruh semakin mantul.  Tapi di hal-hal tertentu saja, kok, nggak parah juga.  Hehehe.

(ix)          Saya mungkin imajinatif, tapi saya tipe yang lebih suka hal-hal nyata.  Bacaan saya yang paling mejik mungkin cuma Harry Potter.  Selebihnya, saya lebih suka cerita kemanusiaan atau sejarah.  Science fiction juga nggak ‘saya’ banget. 

(x)           Kalau ada kesempatan, saya ingin ke Kalimantan untuk berjumpa dengan orangutan di tempat konservasi.  :’)

(xi)          Akhirnya poin kesebelas! Bicara soal angka 11, saya jadi inget sepak bola.  Tidak ada kesebelasan yang saya gemari sekali, lho.  Soalnya saya bukan penonton olahraga, macam bola atau balap atau tinju.  Saya juga jarang olahraga, tapi saya senang kalau bisa lari-lari pagi lucu bersama cowok unyu *kode*.  Sekedar info tambahan, saya suka banget lihat seragam pemain baseball.  GANTENG! <3 span=""> 


Nah, sekarang, saya diminta menjawab pertanyaan dari Kak Naomi ini! :D Pertanyaannya dalam Bahasa Inggris, tapi jawabannya pakai Bahasa Ibu saja, ya.

1. What is your opinion about Gyaru in Indonesia?
Sejujurnya kurang ngikutin perkembangan para gyaru di Indonesia, sih, tapi saya rasa, selama dia cocok dan nyaman dengan gaya gyaru, saya sih suka kok! :D  Bagaimana pun, orang yang punya pilihan mau tampil seperti apa, biasanya mencuri respek saya.  

2. Do you have favourite gyaru/gyaruo artist? If yes, mention it.
Dan lagi-lagi jujur, saya nggak tahu siapa yang harus diidolakan karena nggak tahu siapa saja gyaru-gyaruo-nya.  Huahaha.  :D  Nanti kalau ketemu favoritnya, saya edit deh tulisan ini.

3. Do you like playing game? If yes, what are you playing now?
The Sims 2 Life Stories.  Yang cukup di netbook saja pokoknya.  Dari dulu saya main The Sims dan kayaknya nggak akan pernah bosan.  Saya pingin punya satu komputer khusus The Sims doing.  Hihihi. X)

4. Do you have any inspirational people? If yes, who is she/he?
Banyak! Tapi kalau perlu saya sebut satu, Ajahn Brahm.  Penulis buku Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya dan buku-buku lain tentang ajaran Buddha yang universal sekali  untuk diterapkan di hidup kita supaya jiwa tetap tenang.  Di sisi lain, sosok Ajahn Brahm ini juga begitu bersahaja, saya ngefans!  

5. What do you do in your spare time?
Melakukan hal hedonis dan nonproduktif macam browsing internet atau cuma nonton sesuatu dan santai-santai, dalam keadaan lebih rileks, bisa tidur siang atau melamun di kebun belakang, ngobrol sama bunga dan bambu.  Kalau rajin, keluar cari barang-barang lucu.  :) 

6. What is your favourite food?
Nasi.  Putih atau merah atau hitam.  Pokoknya saya cinta nasi!

7. Japan / Korea Song, which do you prefer?
Lebih ke lagu Jepang, sih.  :D Maklum, veteran perang otaku.  Hehehe.  Tapi lagu-lagu Jepang banyak yang manis-manis musim semi juga, dan aransemennya bagus-bagus. 

8. What is your dream in the future?
To be short and straight, my dream is to be a wise lady, to marry a sir I like + love who loves me, to live environmentally-friendly and to own my organic field on the backyard with biopores! And yes, I want to be healthy, wealthy, and forever artistic.  I wish I’ll be an authentic illustrator, musician, and have my own cute band with my husband.  Yeah, I think I said this point will be short and straight…

Oke, pertanyaan saya untuk yang akan saya lemparkan piala bergilir:

1.     Kalau kamu bisa ngobrol sama binatang, mau bicara sama hewan apa?
2.     Warna kesukaanmu apa? Kasih filosofi di balik kesukaanmu itu ya.
3.     Seandainya Bumi ngajak kamu berbincang dari hati ke hati, kalian mendiskusikan apa, sih?
4.     Menurut kalian, seberapa penting keberadaan kosmetik dalam kehidupan perempuan?

5.     Tahu band bernama Keane? Suka? Atau sama sekali nggak kebayang itu apaan?
6.     Aliran musik kesukaan kalian apa?
7.     Pernah berpikir menjadi penemu barang unik yang berguna bagi kehidupan? Ayo diceritakan idenya!
8.     Kira-kira, masalah limbah di dunia ini harusnya diatasi dengan cara apa? 

 Penerima piala bergilir: 


Er, gak sampai 5. Sudahlah ya, ampuni. Hehehe.  :)