sepintas kecerewetan

Rabu, 02 Mei 2018

Yuk Kita Buktikan!

Rupanya saya menulis ini pada tahun 2017, tepat di hari keduanya. Dan karena ternyata sudah setahun berlalu, sepertinya asyik kalau bisa memeriksa apakah daftar ini tercapai. Hihi. Mari mulai! 



1. Rutin makan buah kalau perlu sampe jadi semi-fruitarian. Semu-semu aja. Hehe.
lumayan, sekarang rajin bikin smoothies lagi, paling sering buah naga sama pisang 

2. Memakai buku agenda binder di atas dengan cerdas dan maksimal.

sejauh ini selalu ada isinya dan terbantu dengan kebiasaan mencatat

3. Belajar rendah hati, lagi. Asal jangan sampai rendah diri.

sikap yang membawa saya lebih jauh, lebih bahagia, dan lebih tenang 

4. Cuci gigi (?) pakai baking soda dengan tekun.

bahkan sekarang nyoba pakai Diatomeceous Earth juga, bagus lho 

5. Afirmasi syukur setiap malam.
sampai tiba-tiba semua hal baik semakin berkembangbiak 


6. Habiskan cat-cat yang ada dan jangan coba-coba beli baru. Hehehe.

malah catnya ada yang dijual juga, terutama aklirik, hahaha 

7. Pakai semua yang dimiliki dengan efisien!

belum ganti sepatu selama 9 bulan, banyak baju umurnya mulai menahun

8. Sederhanakan prinsip hidup. Tetap dengan tanggung jawab dan kebahagiaan, sih.

sangat! (maksudnya apa coba? hahaha) 

9. Perbanyak buka 9Gag, dibandingkan Facebook (kecuali untuk ngunggah foto penting).
akhir-akhir ini saya lebih banyak lihat 9Gag di Instagram, sih, tapi memang jarang nongkrongin Facebook berlama-lama, hanya saja, Instagram juga sudah seheboh Facebook sekarang, nah lho, akhirnya, saya memutuskan untuk LEBIH BANYAK baca buku. 

10. Main sering-sering, bertemu orang-orang seru! :D

done! and satisfied ! 

Dari hasil cek ini, dinyatakan 2017 saya berjalan sesuai target. Mari hidup di 2018 dengan gembira! 

Minggu, 08 April 2018

Selamat Siang dan Tahun 2017 Bahkan Sudah Lewat 4 Bulan Silam !

Yep, kita sudah memasuki kuarter baru di 2018. Dan saya tidak mengisi blog ini! Lebih banyak cerita seru seputar minimalisme di Citraramya, juga di Tumblr saya.

Tapi, saya juga ingin menghidupkan blog ini dengan gembira. Sesekali. Karena, setelah postingan terakhir tentang janji-janji positif untuk 2017, ternyata...ada jutaan hal aneh ajaib yang juga terjadi di tahun itu!

Mula-mula, cinta saya berbuah indah. Akhirnya, ada satu sosok yang mau menetap di hati dan di rumah dan di jiwa saya. Yaitu :


Bukunya.

Eh, kucingnya. Namanya Salju! Dia mulai muncul di sekitar rumah saya dan sangat ramah. Mudah disapa, murah hati, makan Felibites nggak protes minta Royal Canin. Ah, anak baik. Lama-lama dia jadi doyan ikan kembung sih dan ogah ngemil Felibites. Wkwkwk. Anaknya agak bawel, suka bicara, kalau butuh apa-apa bisa komunikasi gamblang. Bagus kan, nggak bikin mandeg percakapan.

Salju sudah setahun jadi anak keluarga ini. Rasanya...seperti punya saudara perempuan, setelah kakak saya menikah dan punya rumah tangga sendiri. Rasanya dia menggantikan orang-orang yang saya rindukan. Tapi di luar itu, dialah figur otentik yang saya sayangi seperti musuh bebuyutan sendiri (karena kalau berantem cakar-cakaran, haha)!

Saat itu Maret, dan kini sudah April tahun berikutnya. Luar biasa juga. Saya pikir, memelihara kucing di rumah yang sekarang dengan orang tua, merupakan gagasan nihil. Tapi, ada usaha, ada jalan. Ada waktunya, ada saatnya. Saya sadar sih, saya memang mengupayakan Salju agar bisa tinggal di rumah. Tapi saya sadar, saya mungkin memang sedang dididik untuk tidak menyerah jika punya cinta (ceileh). Perjuangkan.

Hingga akhirnya, saya memperjuangkan ujian piano Yamahaha dan akhirnya lulus Grade 5 setelah gagal 2 kali. Dan, hal ajaib lagi, Mama saya mulai ikut jualan garage sale Huraya setelah sebelumnya berpikir saya ribet banget dan nggak rela dia jual barang-barangnya. Buku apalagi. Ayah juga! Mereka melakukannya perlahan, nggak memaksakan diri juga, saya kadang gemas kenapa nggak diusahakan, yah tapi prioritas orang beda-beda. Mereka mulai terusik saja, sudah cukup! Nantinya kan berkembang juga.

Well, kalau berjuang dan optimis, semuanya mungkin kok!

Dan saya pun, mengikuti 'pencerahan' dari sebuah jalur semesta entah sebelah mana, mencapai hal-hal yang dulu tidak kebayang. Pintu-pintu yang tampak tidak mungkin saya buka, mulai terbuka! Salah satu pintunya mempertemukan saya dengan kedalaman hati orang ini:



Kecil, aja biar tersipu-sipu. Hihi.

Saljunya.

Bukan ding, orangnya. Sebut saja dia si...Kubrew. Kubrew ini tadinya teman yang tiba-tiba diajak seorang kawan masuk ke grup Telegram.

Si grup ini juga menciptakan rantai-rantai pertemanan baru. Orang-orangnya teman yang sudah agak lama temenan. Bukan orang-orang baru. (si Kubrew ini yang  baru). Tapi ada kombinasi teman dari komunitas berbeda dan periode persahabatan yang lain-lain. Terciptalah persahabatan unik baru yang, anehnya, memang menyenangkan. Dengan karakter-karakter tabrakan tapi level absurd yang cukup cocok.

Sementara itu, saya melihat Kubrew sebagai manusia antik yang menarik. Hingga, ah, jalannya Semesta kan suka unik memang. Kubrew suka kucing, dan dia suka susu kacang. Seperti melihat sosok Virgo yang somehow lebih tenang dari Virgo lain (walau tetap ada heboh-hebohnya). Kami suka ngobrol--topiknya ngalor ngidul.

Tanpa rencana-rencana amat, di penghujung tahun 2k17, Kubrew dan saya iseng mencoba jalan lebih dekat, coba jadi 'teman sebangku'.  Sejauh ini, rasanya berdinamika dan tidak membosankan. Nggak semudah bayangan dan nggak sepenuhnya sesuai imajinasi terideal saya, tapi, menyenangkan lho. Terima kasih, Semesta, sudah menggotong Kubrew ke dalam ranah kehidupan saya!

Oke, sekarang, yang juga jadi inti perjalanan 2017 kemarin, perubahan arah Guyu. Sekarang Paleo Tapir punya komik mingguan di Ceritera Illustration!
Seiring saya beres-beres...saya...ternyata nggak segitu puas lagi dengan menjadi crafter. Saya lebih banyak 'usaha' kalau main musik, dan saya pusing sama susuh bahan-bahan, yang jelas. :)) Tapi karena Semesta baik, cerita-cerita Paleo Tapir, Riang Badak, Giri Gajah, Guda Babirusa, dan mereka yang tadinya saya bingung kalau dijadikan produk doang apa faedahnya, kini...benar-benar jadi 'cerita' dan punya media!

Selain perubahan-perubahan klimaks yang tampak besar, banyak keseruan lain di 2017 yang membuat saya terharu juga. Seperti...kesempatan melompat terjun 3 meter di air terjun di Sungai Citumang, bersama teman-teman AYSO, misalnya!

Demikian singkatnya 2017 kemarin. 2018, tentu banyak hal bagus lagi! :D



Senin, 02 Januari 2017

2017 Ceria


Akhirnya, tahun 2017 datang diiringi suara ribut kembang api yang agak-agak bikin keder. Hihi.

Lah, barusan nulis ini, ada yang maen mercon di luar.

Oke. Di masa yang baru, saya akan mempelajari banyak hal dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Ini daftarnya:

1. Rutin makan buah kalau perlu sampe jadi semi-fruitarian. Semu-semu aja. Hehe.
2. Memakai buku agenda binder di atas dengan cerdas dan maksimal.
3. Belajar rendah hati, lagi. Asal jangan sampai rendah diri.
4. Cuci gigi (?) pakai baking soda dengan tekun.
5. Afirmasi syukur setiap malam.

6. Habiskan cat-cat yang ada dan jangan coba-coba beli baru. Hehehe.
7. Pakai semua yang dimiliki dengan efisien!
8. Sederhanakan prinsip hidup. Tetap dengan tanggung jawab dan kebahagiaan, sih.
9. Perbanyak buka 9Gag, dibandingkan Facebook (kecuali untuk ngunggah foto penting).
10. Main sering-sering, bertemu orang-orang seru! :D

Apakah itu resolusi? Saya tidak tahu. Tapi kalau dinamain resolusi, rasanya agak senep ya...kayak formal gitu. Jadi, sebut saja: gaya hidup 2017 ! Yang semoga berefek positif bagi kehidupan secara menyeluruh. 

Salam dari Riang Badak (kanan atas) ! :D

Senin, 14 November 2016

Mengurus Rumah Harusnya Menyenangkan!

Mungkin kalau kita bernafas sedikit dan menurunkan standar,
mestinya mengurus rumah tidak terasa seperti tugas dan kewajiban yang menyebalkan. 

Seperti kalau 'bekerja' kita ganti namanya jadi 'bermain',
pasti tak ada orang mengeluh tentang kerja!


Senin, 19 September 2016

Rencana


Setelah bertahun-tahun ini, belajar tentang pengelolaan diri, hawa nafsu (belanja), kebiasaan menumpuk, dan lain-lain.  

Saya sadar, memang proses seru menulis diary waktu remaja itu penting. Ada kemampuan menulis dan kebiasaan bercerita yang jadi bekal untuk kini. Saya juga suka punya banyak macam catatan untuk tiap kategori kerjaan yang saya lakukan. Atas nama seni. Atas nama keperluan. Tapi ada kalanya, label diri sebagai 'anak rapi terorganisasi dan seniman' juga bisa menjebak dalam pemborosan. 

Entah atas dasar apa, saya jadi beli terlalu banyak buku kosong, alat tulis, klip kertas, stiker, dan barang enggak-enggak lainnya.  Ya, tentu saja saya mengapresiasi mereka! Banyak yang desainnya menarik, bahannya bagus, fungsinya lumayan.  Sayangnya, saya terlalu ingin memiliki semuanya. 

Tangan cuma dua, neng. Mana cukup semua mau diraup! 

Dulu memang menarik.  Tapi sekarang, ternyata saya membutuhkan lebih banyak fokus dan ketenangan. Secara fisik dan mental.  Empat macam buku catatan menumpuk semua di meja, sungguh terasa tidak keruan.  Punya jurnal khusus fashion, buku tentang Guyu, buku lagu, agenda, buku harian, buku sketsa, dan lainnya. Memang terorganisasi dan cantik. Namun percayalah, untuk setelan Ningrum versi sekarang, rasanya...rusuh. Bahkan, dengan menanggalkan gengsi sebagai seniman dan tukang gambar, saya menjual beberapa marker yang benar-benar tidak tersentuh berbulan-bulan.  Dulu pun beli atas dasar doyan, sok perlu, sok banyak ide. Hihi.  

Setahun ini, saya ngabisin pensil lho.  Banyaaak sekali pensil. Ada yang kado, ada yang mungut, ada yang beli.  Mentang-mentang tetangga sebelah Braga Music adalah Gramedia (eh, seberang sih, bukan sebelah), saya jadi kebiasaan apa-apa ke Gramed aja beli pensil atau bolpen.  Acuannya satu: biar nggak bosen sama pensil yang itu-itu aja, dan biar ada cadangan di ruang ngajar.  Entah kenapa cadangannya lalu jadi banyak banget. Lalu saya pun belajar berfokus pada satu pensil saja sampai habis.  Mau sepuluh bulan baru habis, kek. Pokoknya satu dulu! Saya bawa ke mana-mana. Pakai di mana-mana. Coret partitur pakai itu. Sketsa pakai itu. Makan...err, nggak bisa pakai pensil sih, harus sendok! 

Nggak cuma pensil, juga bolpen. Saya suka ikut-ikutan ambil gimmick di Braga Music, dan akhirnya ketimbun bolpen yang overlapping penggunaannya. Kalau ingat lagi keserakahan itu, saya jadi malu. Haha! 

Oya. Sebenarnya, pembicaraan ini kejauhan. Saya tadi cuma bahas buku yang kebanyakan itu ya? Oke, jadi, untuk menyederhanakan pemandangan meja dan membuat segalanya praktis, saya mau kembali ke masa anak sekolah...dikurangi buku-buku pelajaran yang seabreg sampe gak tumbuh gara-gara ransel berat itu ya. Apa sih itu? 

Pakai binder! Tapi saya nggak bermaksud jadi planner addict yang malah makin hoarder itu sih. Sori. Tapi...emang jadi beli lebih banyak, kan? Memang selalu ada alasan untuk belanja ya, sist, bun, say, mbak...apapun latar belakangnya, yang penting belanja! XD 

Saya cuma berniat menyimpulkan semua urusan saya di satu lipatan, di satu ringkasan.  Yang saya nggak perlu ambil tiga buku lalu jejerin depan saya dan malah nggak fokus! Lagipula, bisa sekalian agenda, daftar yang harus dilakukan, dan lain-lain. Ah, senang, kan? 

Saya baru mau pakai tahun 2017, sih. Karena masih punya agenda Makire dan buku-buku yang lain ini. 
Saya sudah 3 bulan hidup hanya dengan 1 sepatu bepergian dan 1 sepatu acara formal. Ternyata bisa, saudara-saudara! Terharu! Kenapa centil sih kemarin-kemarin? 

Sekarang, tantangannya akan lebih unik: hidup dengan 1 binder dan 1 buku sketsa dari kertas bekas (bahkan dari makalah bekas zaman SMA saya balik...). Dan juga buku sketsa lain yang masih kosong. Akan saya jadikan buku sketsa betulan. Karena selama ini kecampur nggak jelas. 

Tantangan lain masih ada, sih. Misalnya...dalam ranah kecantikan dan aksesoris, juga hal renik lainnya. Termasuk pangan. Tapi nanti saja ya ceritanya. Nanti ngelanturnya ngawur... 

Buku-buku lain yang masih bisa saya beli cuma buku musik. Yang isinya toge...karena itu akan dibaca terus sampai...sampai gila? He, jangan dong. Sampai mahir! Walau batas 'mahir' nya itu memang nggak jelas, bicara musik sih.

Baiklah. Segitu saja! Di atas itu ada foto Paleo dan agenda Kikki.K baru untuk tahun depan. (habis difoto, masuk kotak lagi, dibungkus lagi, pura-pura lupa, biar berasa hadiah ultah entar di penghujung tahun)

Tidak terlupa, ngiklan dulu: 
Adopsi baju-baju lucu di Huraya Garage Sale, ya! ;) 

Selamat Hari Senin Besok Sudah Selasa Kok Tenang Saja ! 




Jumat, 02 September 2016

Makan Tanpa Rasa Bersalah



Sedikit oleh-oleh dari restoran vegan favorit : Fortunate Coffee, Jalan Kebon Sirih, Bandung :) 


Selasa, 26 Juli 2016

Kebenda-Bendaan


Hal-hal kecil seperti, 
memegang langit kerlap-kerlip di tangan. 
Juga karena dia cukup memuat segala keperluan dasar bepergian, 
rasa sayang tumbuh. 



Adapun sepiring buah-buahan di Minggu siang yang tenang. 
Lihat mainan angguk-angguk yang sudah berhenti bergoyang, 
walau dia diam saja, 
tampaknya dia sedang mendoakan buah-buahan ini agar bernutrisi dan memberkati.