sepintas kecerewetan

Tampilkan postingan dengan label piano. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label piano. Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 Februari 2012

Aplaus Untuk Dua Anak Ini

Masih urusan hitam putih piano olala, saya tuh baru diminta ngiringin dua anak SD yang ikut audisi Musici Parvi di Bandung.  

Naah, dua anak yang mesti saya temenin itu adalah Anchel dan Elaine.  Mereka kelas 5-6 SD.  Main klarinet-seruling.  Mereka juga anggota SLCO, orkestra tercinta (yang kemarin ngarurusuh di Katedral), dan tentu saja menjadi 'santapan' Kak Alia yang doyan anak kecil.  

Setelah saya bekerjasama dengan mereka, mereka datang ke rumah dan latihan, saya benar-benar menyadari betapa kerennya mereka! Haha! Oke, klarinet dan seruling bukan alat yang begitu mudah dimainkan dan umum, seperti...gitar, misalnya.  Alat tiup butuh semacam kekuatan nafas tertentu, bentuk bibir tertentu, dan kadang mengorbankan sedikit di awal-awal pembelajaran (misalnya nih, main klarinet pertama-pertama bibirnya sakit dan luka, soalnya harus nahan si 'buluh' atau apa deh namanya).  Yah, sama kayak waktu saya belajar viola pertama-pertama, jomponya kayak orang baru senam tujuh hari tujuh malam, sampe susah bangun dan seharian pegal-pegal tak jelas...  Namun mereka melewati semua itu dan dengan setia tetap menganut apa yang sudah mereka ingin pelajari sejak awal.  Sampai dua-tiga tahun lewat, mereka semakin mahir tanpa banyak keluhan.

Mereka mampu mempelajari lagu yang cukup sulit dalam waktu 2/3 bulan, dan dengan adem ayem tidak grogi waktu audisi...wah, saya aja pengiringnya agak-agak gimanaa, takut salah pencet.  

Oh, lagi-lagi saya menyaksikan anak ajaib! 

Mumpung topiknya masih musik, saya waktu itu nonton resital gratis Marie Vermeulin, yang membawakan karya Debussy (oh so iresistible!) dan Messiaen.  Beliau adalah wanita yang manis dan imut, tapi mainnya kayak maestro seantariksa. JAGO! BAGUS! Tapi tetap penuh rasa dan warna.  

Lokasi resitalnya di IFI, Institut Français Indonesia, nama barunya CCF Bandung! ;)  Bicara soal IFI, kemarin saya baru ujian (lagi) kenaikan tingkat! Soalnya...yah, susah-susah gampang, gampang-gampang-sulit, dan seperti biasa paling aduhai bagian mendengarkan.  Sampe diulang 4 kali pun belum terjadi peningkatan signifikan di kertas isian.  Tapi lumayanlah... 

Demikian sekilas info.  Layangkan kritik dan saran Anda ke bawah pos ini, alias kotak komentar.  

Jangan lupa mampir ke sini ya. :)


Jumat, 10 Februari 2012

hitam putih

Oke, kalau tempo hari 'hijau', sekarang 'hitam putih', lantaran saya kebanjiran partitur! 

Dan lebih spesifiknya, partitur untuk piano.  Entah kenapa mendadak saya diberkati dengan disuruh ngiringin, diminta magang, dan dikasih PR seabrek.
Makanya, pemandangan saya jadi hitam putih. Dua mata saya bergantian memandang dari atas ke bawah--dari partitur ke tuts piano.  Partitur tidak berwarna, dan tuts piano hitam putih seperti zebra.  

Tapi tenang, 
walau setiap hari saya harus meladeni si hitam putih, saya tetap hidup hijau kok. :) 

Sudah hidup hijau hari ini?

Sabtu, 14 Januari 2012

Piano dan Devika, Kawan Perjuangan Saya

do re mi
G A B

Yak, posisi tiga jari tiga hilang, 
ngek ngok, 
C D E (ganti jari) F G, aih, fals! 
Ulang lagi. 
Fals!
(berkonsentrasi penuh dan menutup mata)
C D E F G A Bes...nah, sempurna! 

Sekarang Gavotte. 
Duh, fals! 
Yak, jari tiganya jangan dilepas. 
Itu viola, Non, bukan piano. 

Beres. Lumayan.  

Dadah, Devika, kita ketemu lagi besok.  Masuk rumah dulu ya, pakai selimut kotak-kotakmu. 

Mmuah. 

:* 

Sekarang Chopin. 
Pemanasan dulu, tangga nada empat oktaf searah, balik setengah, berlawanan, pulang searah. 

Nah, ayo buka bukunya. 
As mayor?
Ya, sepertinya.  

Harpa, bayangkan harpa. 
Hafalkan not-notnya.  Banyak euy! 

Jari senang menari-nari, tapi bahu mulai pegal-pegal akibat gerakan berputar.
 
Perjuangan tiada habis. 

Tapi kalau habis, nggak belajar apa-apa dong.  

:) Selamat bermalam Minggu, untuk yang bersama belahan jiwanya, atau yang sendirian, atau yang bersama keluarga, atau komputer, atau binatang peliharaan. 

Jumat, 13 Januari 2012

Cuaca Oh Cuaca

Tuh, kan.  

Barusan, lima menit yang lalu, hujan turun tiba-tiba, dan sekarang matahari telah bersinar cerah lagi dengan angin sepoi-sepoi dan jalanan mulai kering kembali.  

Gara-gara keadaan meteorologi yang ajaib ini, Papa dan Mama batuk-batuk, dan saya kemarin sempat agak pilek.  Pokoknya kacau... 

Tapi konon, setiap menjelang Tahun Baru Cina, memang cuaca akan selalu demikian: hujan, angin, labil, kayak anak remaja. Mungkin pahit-pahit dahulu bersenang-senang kemudian, ya? 

Oh iya, saya baru pulang dari Jakarta lho! :D Ceritanya diundang seminar Pianoforte 1-4 nya Yamaha Music, akibat saya lulus audisi guru piano Yamahahaha.  Jadi, berbekal satu tas, tiket travel, dan tugas yang telah dibuat, saya pun melanglang buana di daerah Plaza Semanggi-Yamaha Building-Aryaduta Hotel.  Yah, pokoknya cuma di daerah situlah. 

Kisah seminarnya sih, begitulah.  Kami 20 orang, yang telah memecahkan rekor seminar paling padat, dikumpulkan di ruangan ber-grand piano dan harus main kalau disuruh main.  Kadang ada drama guru-murid, ada main solo.  Rasanya sih malah seperti ospek, bukan seminar.  :)) 

Tapi sejauh itu, saya suka seminarnya.  Menyenangkan. 

Dan urusan kulinernya oke juga.  Makan siang kami adalah: nasi Padang.  Kebetulan saya sudah berminggu-minggu ngidam makanan Padang, terutama bumbu rendang (bumbunya doang sih, rendangnya nggak terlalu).  Malamnya, saya dan dua teman sekamar saya, Ais dan Dita, bersama ibunya Dita, makan di Plaza Semanggi.  Berhubung format makan-makannya food court, jadi kan pilih sendiri-sendiri, tuh.  Nah, saya iseng nyobain RANIE'S FALAFEL, yang tagline-nya: Authentic vegan Lebanese Food. (kira-kira, saya pun nggak hafal, tapi kata vegan di situ berkesan sekali).  Saya pesan Paket Falafel 1, isinya: 5 biji falafel, semacam perkedel bundar-bundar, dan fatoush, saladnya, yang harum dedaunannya asyik, ditambah kerenyahan gandum gilingnya.  Disajikan bersama saus putih beraroma unik.  Sejauh itu, saya suka tuh! :) 

Habis makan malam aneh itu, kami bertiga latihan dan bikin PR di gedung Yamaha, sampai jam 12! Emboh kita ketagihan, atau ketakutan.  Haha! :))  Tapi saya gembira, soalnya di mana-mana ada piano.  Aih, bahagianya! <3

Paginya, sarapan di Aryaduta yang berkesan! Enak-enak dan banyak pilihan.  Saya suka banget baked bean.  Kacang merah pakai saus dari tomat.  Tumis sayurannya enak.  Saladnya enak.  Tehnya saja enak.  Saya ingin balik lagi, cuma buat sarapan. :P  Selain makanan yang saya ambil itu, ada pula salad buah-buahan, bubur, serealia, pancake, dan jus buah. Mmuuuaah banget!

Siangnya, baru aneh.  Nasi dus, isinya: nasi, diramu sebagai nasi uduk, tapi aksesorisnya mirip paket nasi timbel: lalap segar, ayam goreng, tempe, tahu, dan pisang yang enak dan gede! :9  

Oke, saya memang suka makan...belakangan lagi suka banget.  Capek kali ya, butuh energi. 

Ngomong-ngomong, saya pingin banget baca Manusia Setengah Salmon buah tangannya Raditya Dika, tapi tiap lihat bukannya beli malah mikir, "Mending rental di Twins, gitu ya?" 
Padahal saya koleksi Raditya Dika, sih...cuma buku jadi mahal, dan kadang cuma sekali baca, terus didiemin di rak, kan sayang. 

Entah saya pelit atau saya sayang duit tuh.  

Nah, bagaimana cuaca di sekitar kalian belakangan? Mendung? Cerah? Aneh? Ya, pokoknya jangan lupakan sayur dan buah, supaya tetap ada cadangan vitamin dalam tubuh kita! :) 





Sabtu, 12 November 2011

LULUS!

Saya di-SMS guru saya: 

Td di nada ada surat dari Abrsm.  Congrats ya, kamu lulus looo gr.8 nyaa!! 

 Apa artinya? 

1. Nada udah ganti nama jadi Irama, tapi susaaah banget ngatur lidah dan memori untuk tidak menyebut Nada sebagai Nada.  Mestinya sih Irama... walau di otak saya Nada selamanya... 

2. ABRSM ngirimin guru saya surat. 

3. Saya lulus ujian piano tingkat 8 saya!!! 

4. Dua tanda seru (!!): mungkin karena nilai scale-nya parah dan Mozart-nya lari-lari.  HAHA.  

5.  YANG PENTING LULUS! 

Terima kasih, semuanyaa. :* Terima kasih orang tuaku, kakakku, Kak Angie guruku, isteri-isteriku, daaan semua yang memberi saya semangka! :D 

Haha.  

Dan tadi saya mulai di kelas baru A2.1 di CCF.  Kami ber-5 dengan seorang guru yang ternyata nulis novel.  Canggih euy. Ngomong-ngomong ini pengalaman pertama saya kursus di hari Sabtu dari jam 8 pagi sampai jam 12 (yep, 4 jam!) dengan istirahat pukul 10-an sekitar 15 menit (pusingkah kalian melihat banyak angka? Saya sih pusing.).  

Sekian. 

Saya jingkrak-jingkrak dulu ya. :)

Rabu, 12 Oktober 2011

Siap untuk Pelajaran Baru!

Yap, jadi sesudah jingkrak-jingkrak, saya duduk lagi.  Tarik nafas, terus nyiapin buku lain buat les piano besok.  Hehehe. 

Dan rencananya sih (baru rencana), saya mau memoles Arabesque No.1  karya Debussy yang pas kelas 3 SMP saya pelajari selama beberapa minggu dan dihafal dalam sehari demi ujian musik sekolah, tapi sampai sekarang belum puas dengan hasilnya. Makanya mau minta dipermak. 

Teruus, katanya sih (baru katanya), Kak Angie mau ngasih saya Chopin lagi (soalnya beliau berkata bahwa saya cocok sekali main Chopin), dan saya bakal diajarin Clair de Lune bikinan Bapak Debussy lagi! Yes! :D

Lalu karena urusan piano yang paling heboh ini akhirnya selesai (hasil gimana nanti. Pokoknya ujian telah berlalu!), saya juga bisa bercengkrama dengan Devika tercinta lebih lamaa. Bisa latihan Haydn (atau Handel, ya?) punya Bourée, bisa latihan Wolfhart no.4, bisa cari-cari rasa vibra yang enak, bisa ngebenerin posisi 3... :'9 *jadi mulai terharu gini

Yah gitulah. Dan berhubung sudah banyak belanja-belanji, saya mau bikin scrapbook juga! Biar foto-foto di rumah tambah kinclong dan penuh kenangan. :D 

Dan saya mau ini mau itu banyak sekali... 



jingkrak jingkrak

Tadi pagi saya ke Hyatt Regency.  Hayo, coba tebak saya ngapain?

Jawabannya adalah: ujian! *waaaaa!

Dan, ruang ujiannya itu berupa PUB. Yah, dengan lampu remang-remang dan suasana tralalatrilili~♫ yang ajaib.  Tapi bedanya, si JB's Fun Pub ini punya piano yang suaranya enak ♥ , dan ada meja panjang di mana di situlah duduk menanti seorang EXAMINER bermimik ramah! 

Oke, rekonstruksi.  Saya masuk, terus ditagih kertas urutan.  Lalu mempersembahkan para tangga nada sesuai request dari Bapak Penguji Baik Hati
Memainkan lagu Indonesia Raya, eh, BUKAN! Salah.  Mendendangkan karya-karya dari Chopin, Mozart, dan Bach. 

Membaca partitur dalam 30 detik dan langsung main.  Dapat Sentimental Nocturne.  Hihi.  Lagunya enak lho! Ketukannya 9/8. 

Aural. Denger musik, analisis. Ngomong-ngomong pas tes ini, saya disuruh berdiri di 'feet'.  Saya nggak ngerti.  Pokoknya dia nunjuk ke arah samping belakang piano.  Ya saya nangtung aja di situ.  Taunya dia bilang, "No, on the feet," sambil nunjuk keset bentuk telapak kaki yang unyu dan sudah kusem diinjek-injek.  Itu kocak banget! KOCAK! :)) Saya refleks ketawa deh.  :P 

"Thank you, have a nice day!" I said.

"Yea, thank you.  Bye!" the nice man replied.  

OMG I love ABRSM Exam! Suasananya jauh lebih syahdu tapi merdu, nggak tegang-tegang horor kayak ujian yang biasanya di Yamaha.  Hehe. :D  Gaya belajar dan ujian Asia memang lebih strict, sih... maklum, mengejar cita-cita jadi maju.  

Dan selesailah ujian ABRSM Grade 8 saya dengan selamat, sentausa, adil, dan makmur.  Semoga lulus. Amin. :) 

Thank you, my dear piano tutor: Mrs. Angie and my special piano masterclass' tutor: Kim Barbier, and my parents, my brother, and all friends and acquintances. :) 

 







Senin, 05 September 2011

Kirana!

Akhirnya keponakan baru saya sudah tiba dengan selamat di RSIA Limijati Bandung! Selamat buat keluarga eji Kak Kosmas, Kak Fitri, Oris, daaan anggota baru mereka, KIRANA! xoxo

Saya senang bangetlah ini.  Bahagianya menggila.  

Oh iya, tadi pagi, saya ke Nada, latihan piano.  Udah gitu, saya kongkow bareng Kandangolalamasukutukartumpul alias Esther dan Inez di Kopi Progo-sambung-ke-The-Strudels...berhubung Inez mau ke Jogja untuk mengemban ilmu manajemen di sebuah universitas.  Horeee! Akhirnya dia tidak tuna-uni! ...tinggal saya sama Esther.  Baik-baik ya di sana, Nez! :D 70% ngeceng! 30 % belajar! *ngajarin nggak bener

Ngomong-ngomong, saya mau-mau aja lho kuliah, tapi nggak merasa wajib.  :D Hahahaha.  Intinya sih saya cuma pingin cari ajaran baru di mana pun saya mendapat kesempatan.  Setelah ikut music camp, saya jadi tahu rasanya kira-kira kalau sekolah musik.  Yah, setiap hari mesti bertemu musik, dan ternyata saya betah! Hahaha. Damn! Betah bangetlah.  Suka nggak mau pulang.  LOL.  Yah, mungkin kem musik ini nggak benar-benar persis sekolah musik sungguhan, atau sekelas konservatori, tapi setidak-tidaknya saya mencuri 'aura'nya.  Di mana-mana ada kelas bisa bunyi dan saya harus latihan...latihan...latihan...sampai rasanya pingin makan omelet rasa metronom campur toge-toge partitur! Gila! Apalagi ini mah dikejer mau konser.  

Oh, saya jadi kangen Kim Barbier.  D': Waaaa! *apa sih 

Tapi sebetulnya saya memang...well, kangen! KANGEN! Pingin camp lagi! Camp aja tiap hari!

Eh, jangan juga sih.  Kapan saya gambar? Kapan saya nulis? Kapan saya blogging? *gimana sih!? 

YAH, intinya saya pingin aja dikasih kesempatan bermain piano atau viola sebanyak-banyaknya.  Di ruangan yang bagus.  Tanpa diganggu.  Dan ada gurunya pas aku kolaps.  Asyik kan, maen sama piano, maen sama Devika (tapi bukan sama Devika kalau saya di luar kota atau luar negeri! :'(( ).  Hiks.  Bicara soal Devika, saya kayaknya bakal nangis kalau mesti ninggalin Devika dan...SLCO! Yah, misalnya saya tiba-tiba berhasrat kuliah ke luar negeri atau luar kota terus kesampean *nah lho! , kan saya mesti mengembalikan Devika ke pengurus panti asuhan alat musik alias Bapak Fauzie dan Ibu Alia...udah gitu saya bakal nggak latihan tiap Minggu siang atau ikut main sama SLCO yang sudah seperti keluarga kesekian saya!

Bahkan meskipun untuk waktu singkat (4 tahun, misalnya?), pasti kangen! Aaaah! *nggak siap 

Maaf ya saya galau.  Lagi penuh perasaan gara-gara punya ponakan baru.  Nggak nyambung.  Hahaha!

Daaan...sekian pos saya hari ini. :) Terima kasih.  Doakan Kirana supaya jadi anak yang bahagia, ya! :D Ahiii! <3

*untuk Inez: sudah ngeh siapa Devika?


Sabtu, 27 Agustus 2011

1 Bulan Lagi!

Menjelang akhir Agustus, saya dikejutkan oleh fakta bahwa SATU BULAN LAGI, yah, lebih beberapa hari, jadi sekitar SATU BULAN SETENGAH lagi, saya akan ujian ABRSM! 

Terus saya mendadak gugup dong! 
Kadang gugup, kadang percaya diri...tapi sering tiba-tiba merasa nggak bisa gitu.  

Walaupun begitu saya tetap yakin saya pasti berhasil membuat keajaiban menjelang garis mati alias tenggat waktu.  Dan ini biarpun tombol piano sudah kepencet (bukan tuts piano, tapi tombol piano, apakah itu?), saya masih aja nggak akrab-akrab sama tangga nada dan lagu bertempo cepat.  Tapi untungnya, saya udah mulai mesra sama metronom! Haleluya Handel! 

Karena itulah, saya memutuskan untuk membuat music camp sendiri! Lebih tepatnya sih...exam rehearsal for a lazy pianist yang bertempat di sekolah musik Nada, sebelah Yahya.  (eyah, dua sekolah saya dari masa kecil sampai sekarang!).  Acara ini khusus buat saya lho! Soalnya bikin sendiri dan nggak buka pendaftaran.  :P

Saya bakal minjem ruang Kak Angie di pagi hari (pas kosong) selama Senin-Jumat, mungkin 2 atau 3 kali dalam waktu 5 hari itu, dan latihan di sana selama 2 jam atau lebih, tidak ter-distract oleh komputer, netbook, televisi, DVD, buku sketsa, diary, kue, cemilan, tali skipping, pensil warna... Saya akan menyerahkan hidup sementara pada piano.  Piano akustik.  Karena latihan pakai piano akustik akan jauh lebih efektif menyempurnakan teknik, kepekaan, dan segalanya.  

Maka dengan itu, barangkali ini blog akan ditelantarkan sampai 12 Oktober mulai dari 5 September, karena saya benar-benar mau menggila bersama tuts hitam putih.  

Doakan ujian saya ya! Doakan tangga nada supaya baik sama saya! :D

:* Muah muah!


Rabu, 13 Juli 2011

Elgar-Salut d'Amour


Elgar-Salut d'Amour
 diinterpretasikan oleh Kak Alia (biola) dan Katarina Ningrum (gendang, ya bukanlah, piano)

Minggu, 19 Juni 2011

Anak-Anak DEWA! *atau titisan Mozart, entahlah

Sabtu tanggal 18 Juni 2011, saya pergi sama guru piano, Kak Angie, naek Transline, ke Ibu Kota! *bangga lo? 

Tujuan kami adalah Yamaha Building di dekat Plaza Semanggi tempat kami berhenti, mau nonton Yamaha Piano Competition 2011 tingkat nasional.  Kabarnya bagus-bagus soalnya.  Guru saya ngotot ngajak saya lihat, "Pokoknya kamu mesti nonton, Ningrum!" 

Saya pun menaati amanat beliau dan kami berangkat.  Jam 5 pagi kami berangkat dari Bandung, cuma berduaan di dalam mobil Transline-nya.  Kami sama-sama ketiduran di dalam mobil, dan kami tiba pukul tujuh di Jakarta.  Agak...kepagian sih.  Makanya nongkrong dulu di Dunkin Donuts sembari mengobrol tentang parahnya mental orang Indonesia (nggak bercanda, lho).  Udah gitu, begitu masuk Dunkin, kami mendengar siaran radio yang isinya kecelakaan-kecelakaan.  Ah, nggak enak banget, pagi-pagi udah masukkin hal seperti itu ke kepala.  

Tapi sudahlah, saya pun menyesap Latte Tiramisu hangat seharga tujuh belas ribu lima ratus Rupiah.  Ya itu, sambil ngobrolin orang-orang Indonesia.  

Sejam kemudian kami ke gedung Yamaha.  Setiap kali mau naik elevator, lupa mencet tombol terus (dan kenapa ya, yang lupa dua-duanya, minimal ada satu orang inget, kek).  Namun kami sampai dengan selamat di lantai lima setelah keliilng kota ke lantai tiga dan empat.  

Jam setengah sepuluh, ada gladiresik sekaligus nyoba piano.  Itu kaget tahap satunya, kawan-kawan.  Yang  ikut masih kecil-kecil, unyu! Tapi begitu nyentuh piano di panggung, mainnya gila-gilaan! Umur mereka berapa sih, belum tahu.  Soalnya belum dapat buklet.  

Hanya saja, bayangkan: 

Seorang bocah kecil, duduk di bangku pianonya pun di ujung banget, kakinya lurus 45 derajat nyentuh pedal, udah susah payah, pokoknya badannya masih kekecilan banget!

Ia menarik nafas.  

Lalu ia meletakkan tangannya di atas tuts hitam-putih tersebut.  

Dan ia memainkan salah satu etude berjudul Winter Wind karya Chopin.  WOW banget! (seperti ini lah kira-kira, tapi live, jadi bikin merinding bener-bener merinding).  

Saat pertunjukan sebenarnya dimulai, tambah-tambah deh saya syok! Anak-anak kecil itu kok main lagunya canggih-canggih, ya? Yang partiturnya aja saya kadang nggak berani baca saking dahsyatnya! Umur mereka rata-rata 6-11 tahun, ini yang kategori A.  Bikin merinding karena kaget sama ukuran mereka yang kayaknya kontras sekali dengan kematangan bermain mereka.  Gayanya dapet, musiknya mulus, rapi-rapi...beuh! 

Kategori B sensasinya lain.  Usia mereka sekitar 12-20 tahun, ada sembilan orang.  Memang sudah lebih jadi, tapi ternyata tidak serapi anak-anak kecil dari Kategori A.  Cuma, di sini cowoknya banyak, dan melihat mereka main piano...aih...jatuh cinta aja lho.  Kayaknya memang kalau cowok lagi main musik, gampang bikin terpukau.  Saya sampai nggak nafas aja nonton salah satu kontestan dari Batam! Terus yang terakhir, namanya Wilson, itu mainin lagu gaya Meksiko dengan kerennya.  Pakai loncat-loncat segala. Di akhir lagu, ia memainkan beberapa nada, berdiri, dan membanting tuts keras-keras sebagai penutup (dan memang buntut lagunya begitu).  Saya lagi-lagi nggak nafas selama lima menit lebih! *masih hidup juga

Dan akhirnya...setelah sekian lama...TOMBOL SAYA KEPENCET BENERAN! Begitu balik dari Jakarta, sudah diasupi Fish Sandwich-nya A&W, saya betul-betul mandi, makan, latihan piano dari jam delapan sampai jam sembilan lebih.   Latihan pianonya sepenuh hati, sampai terharu sendiri.  Saya mikir, masa saya nggak bisa, sih? Anak kecil aja bisa semaksimal itu, masa saya ogah-ogahan?  Sebegitu parahkah sifat moody saya?

Memang saya cinta banget sama piano.  Maaf ya, kadang-kadang saya suka menelantarkan piano karena merasa sudah bisa, padahal saya belum berlatih maksimal!  

Terima kasih, Kak Angie, sudah mengajak saya ke Jakarta, sehingga tombol saya kepencet.  Hihi! :D Senangnya! Sekarang saya punya semangat main piano yang berjuta-juta lipat ganda! 

xoxo

Sabtu, 11 Juni 2011

Eric Legnini Trio

Saya baru nonton jazz dari Eric Legnini trio!  Teman-teman yang pergi bersama adalah Esther, Inez, dan Arthur.  Dari sore kami sudah nongkrong bikin kerusuhan di warung Lezat, depannya Gramedia Merdeka.  Tempat bernuansa kayu-kayu yang menyediakan hidangan-hidangan sedap seperti: pisang bakar, roti panggang, mi hijau, kentang goreng, dan jus alpukat.  

Dan jangan lupa, lampionnya setinggi kepala Inez! Hahaha. :P  

Sesudah cukup jenuh berada di sana selama sejam lebih, main Tanya Pak Polisi, foto-foto sama lampion, dan berpikir-pikir mau ngapain sampai jam setengah tujuh entar malam (pertunjukan mulai jam 7.30, tapi karena gratis, harus buru-buru), kami pun melangkah keluar dan jalan ke Ranggamalela.  Maksudnya mau menemui teman kami Kendi yang hari ini pembukaan toko di Rangga Point, sekalian nyari DVD.  

Nah, habis bertemu dan menambah penuh Rangga Point, kami pun keluar lagi.  Kali ini ke Wira Angun-Angun bermaksud menyambangi Movie Room.  Begitu sampai, TUTUP! *kecewa  

Diiringi kesedihan *lebay, kami pun memutuskan untuk makan yang dingin-dingin.  Kami berputar-putar mencari batangan untuk memilih mau ke Riau Junction atau Pisetta (saat itu kami ada di tengah-tengah Jalan Bahureksa).   Kami memakai sedotan, tapi malah bingung, yang dipakai ujungnya atau tekukannya.  Akhirnya kami menemukan sumpit bambu yang ujungnya runcing.  Dan akhirnya sang sumpit memilih: Pisetta! 

Kami makan es krim di Pisetta.  :9 Saya dan Esther, sama seperti waktu di Lezat, lagi-lagi memilih menu yang sama dan bahan yang sama (PISANG! Lezat: Pisang Panggang Susu Coklat Keju, Pisetta: Banana Cherry).  

Setelah menjilat-jilat es krim, kami pun berhenti mengudap dan pergi ke CCF.  Parah! Mentang-mentang gratis, penuh banget deh... sampai waktu pintu dibuka, masuknya berjejal-jejalan.  Untung kebagian tempat duduk di sayap kiri tepat di undakan sehingga panggung terlihat jelas.  

Pertunjukan dimulai sedikit telat (biasalah) tetapi cukup singkat untuk sebuah pertunjukan jazz.  Kira-kira pukul setengah sepuluh udah beres! Biasanya kalau jazz kan molor-molor... 
Tetapi musik singkat yang hebat itu telah membuat saya terobsesi untuk latihan piano

Kalau dipikir-pikir, piano memang teman saya dari kecil.  Memang dulu saya malas latihan *ngaku, tetapi saya selalu suka mendengar suara piano.  Di mana-mana, kalau kedengeran suara piano, pasti langsung semangat.  Apalagi dulu waktu zaman tinggal di Jalan Gempol Wetan 30, piano sewaan ada di dalam kamar tidur saya! Bayangin.  
Pagi-pagi, entar Papa saya masuk terus mencet-mencetin tuts piano supaya saya bangun.  Sore, saya latihan piano sampai eneg-eneg kelamaan.  Malam, sebelum tidur bisa main piano dulu.  Kalau lagi libur atau pulang pagi (jam 9 misalnya, waktu itu saya masih SD), saya suka main-mainin piano.  Pokoknya menggila sekali!

Tanpa disadari, keadaan itu membuat saya seakan kecanduan piano.  Waktu SMA saya baru sadar: kalau saya sakit, entah itu masuk angin atau demam akibat influenza, begitu saya sembuhan sedikit, hasrat saya cuma satu: MAIN PIANO! Dan anehnya, kalau diturutin dan saya mulai dentang-dentingin piano, pasti saya sembuh dengan cepatnya! 

Sampai sekarang saya masih les piano.  Walau kadang frustasi kalau ada yang nggak kunjung saya kuasai (misalnya Capricio-nya Bach dan aural), atau sedih karena diomelin guru (dan bikin saya main dengan mata berkaca-kaca, kalau diajak ngobrol suaranya gemetaran, air matanya keluar, terus akhirnya guru saya bilang, "Aduh, maaf..."-terjadi 2 kali), atau kadang capek latihan dan malas-malasan...apa pun hambatannya...SAYA CINTA PIANO! :D 

xoxo, Piano! :) 

n.b: Semarah apa pun gurumu, beliau marah karena ingin kau maju, bukan supaya kau menyerah. Semuanya tergantung sikapmu menghadapi kritikan darinya. :)