Rabu, 19 September 2012

Serangkai Cerita

Tanpa perlu banyak basa-basi, mari kita langsung ke titik persoalan...saya pingin punya pacar! yaitu betapa labilnya saya.  (._.)a

Oke.  
Barusan, beberapa jam yang lampau, saya berencana mau bikin tulisan galau tentang keinginan saya punya gandengan.  Saya udah bikin ilustrasi nyesek supaya kalian merasakan betapa pedihnya hati ini di Malam Minggu (ceileh).  

Lalu saya makan siang.  

Dan rencana galau saya hilang!

Oh, rupanya saya risau karena lapar...

Okelah.  

Sekarang, saya akan bercerita! Campuran cerita senang dan cerita agak kurang senang.  Tapi ayo bahas yang asyik-asyik dulu.  Kita mulai dari ulang tahun ke-61 Mama saya! :D 

Di hari itu, 12 September, di pagi yang cerah, ketika saya, Mama, dan sepupu saya baru selesai sarapan, dan kami masih siap-siap mandi, tiba-tiba seseorang memanggil Mama dari depan pintu pagar.  

Yoi.  Ada yang datang!

Dan rupanya itu Om dan Tante serta sepupu saya! 

Nah, kenapa belakangan banyak kata 'sepupu'? Ini karena, seorang sepupu saya, sebut saja dia Dimdim, kuliah di Bandung, sementara keluarganya pindah ke Lampung.  Dia sekitar tiga tahun lebih muda dari saya.  Umurnya baru 17 dan dia sudah kuliah.  Pinter apa keblinger nih anak!? 

Jadi, dia tinggal bersama keluarga saya, sedangkan kakak perempuannya bersama ayah bundanya di Lampung.  

Hari itu, mereka datang dari Lampung, membawa sebuah kue cantik untuk Mama, memboyong motor untuk si Dimdim, dan kue-kue! 

Yep, kakak si Dimdim, sebut saja Martha, yang doyan K-Pop, ini sangatlah perempuan.  Kebalikan deh dari saya (hahaha).  Dia jago bikin kue.  Kuenya cantik kayak orangnya.  Dari kue kering alias kukis sampai tart krimi, bisa dia racik.  Tak ketinggalan, roti! 

Sudahlah, suaminya pasti bahagia.  (Yeah, dia sudah punya pacar lho.  Nggak aneh ya.  :D  Kalau saya punya pacar kan...Bumi gonjang-ganjing.  Tapi mari kita simpan untuk akhir postingan hari ini soal kejombloan saya yang belum beres juga).

Nah, demikian penampakan kue tart buatan Martha: 

cantik banget ya!

tahap satu: ayah dan ibu...

 diganti anak-anak (kalian tau kan saya yang mana?)...

...berwajah cumi-cumi!

Itulah pesta kami. :D Senang yaaa, pesta kebun minimalis! Hehehe. 

Nah, acara berikutnya yang sempat didokumentasikan adalah pameran lukisan.  
Ceritanya, sesudah les melukis gaya Tiongkok setahun, akhirnya guru saya, Lao Shi Mu Yen, memberi saya visa, eh, kesempatan untuk ikut pameran IWPIJ! 

Pameran yang judulnya Piece of Life ini menampilkan juga tante-tante dan om-om main angklung dan calung dan angklung yang gede-gede tapi saya lupa namanya, serta pertunjukan wayang golek & wayang kulit.  Ciamik deh.  Kok tau saya doyan gamelan, sih? 

Berikut sedikit cuplikan visualnya, untuk kalian nikmati.  :)

ikan-ikan gendut :3

lukisan saya di atas kepala tuh, yang Bebek Peking lagi bergaul

dan, bunga ini bukan untuk saya (._.)

cangkir raksasa dekat lokasi

mas-mas gamelan. <3 span="span">

 Ucapan terima kasih untuk Pak Raden dan Si Unyil.  Muah. :*

Maka beralihlah kita ke topik selanjutnya. Ini tentang kejombloan saya. 
Kita bahas secara khusus di postingan berikutnya! 

Yiha! Kecele deeh. :P 

Salam cintrong.  




Tidak ada komentar: