Selasa, 16 Juli 2013

Gajah, Saya Cinta Kamu, dan Seisi Dunia Seharusnya Juga Cintai Kamu


Sudah dengar tentang pembantaian gajah bernama Papa Genk di Sumatra? Carilah hashtag #RIPPapaGenk atau #RipPapaGenk di Twitter.  Dan bersiaplah untuk tergerak.  Mungkin diawali dengan tangis atau amarah, atau jijik jika melihat fotonya.  

Tapi sekarang benar-benar sudah saatnya tindakan dimulai.  Manusia-manusia tertentu sudah sangat keterlaluan.  Apa salah mereka? Untuk apa gading gajah diburu? Untuk apa uang banyak tetapi nyawa dihabisi?

Mari mulai cintai mereka, dan lupakan kekerasan.  Hapus kekerasan sejak dini, terutama di usia anak-anak.  Jangan biasakan anak-anak hidup melihat yang sadis.  

Kenapa film keras tidak disensor, sementara sebuah kecupan selalu disensor di televisi sini? Jelas itu membuat anak-anak berpikir bahwa kekerasan itu wajar, kecupan itu haram.  

Dan mereka terbiasa marah, berontak, bukan memeluk atau merangkul. 

Memang sih nggak nyambung dari nasib gajah saya jadi bicara sosial.  Tapi saya rasa ini ada koneksinya lho.  Dan, tidak, bukan cuma tentang gajah.  Bagaimana tentang orangutan dan hewan lain, sampai semut dan kecoa yang sering dipencet tanpa dia berbuat salah? 

Manusia, kenapa kita dibutakan oleh uang? Itu hanya kertas dan logam! Kita butuh uang, tetapi jika uang membuat kita kehilangan rasa, kitalah yang sudah terlalu terikat padanya.

Mari berdoa untuk arwah Papa Genk, keluarga yang ditinggalkan, baik keluarga gajahnya dan keluarga manusia yang dia sayang dan mengasihinya.  

God bless your soul, Papa Genk.  :'( 


Tidak ada komentar: