sepintas kecerewetan

Sabtu, 18 Januari 2014

Setelah Januari Bergulir Sebanyak Delapan Belas Hari...


...saya sudah cukup rutin makan dua jenis buah setiap hari. 

...saya benar-benar mengurangi asupan daging hewan berkaki empat. 

...saya untuk pertama kalinya merasakan seekor ayam makan dari tangan saya dan rasanya lucu. 

...saya meneruskan naskah-naskah novel yang tertunda.

...saya terobsesi menguasai Toccata karya Debussy, bagian dari Pour Le Piano.

...saya kembali ke IFI dan les lagi, menemukan kerinduan yang terobati.

...saya punya banyak ide baru.

...saya pergi ke berbagai mal dalam dua minggu dan tidak membeli apa-apa.

...saya sudah bisa memutar peg sendiri, juga peg biola orang lain.

...saya telah mempelajari kord C, F, G, C7, dan A Minor di ukulele saya Pandu Mahalo.

...saya terus bersyukur.

...saya menyederhanakan perawatan kulit dan tata rias saya.

...saya tidak membeli majalah.

...saya punya mesin jahit portable sekarang, dan saya bisa membuat karya dengannya.

...saya senang, dan akan selalu senang. 


Selamat bermalam Minggu! :)

Kamis, 02 Januari 2014

What A Wonderful World (Hanya Iseng Belaka)




Hai! Di awal tahun baru, saya ingin membuat semuanya ngakak.  Semoga saja ini bikin ngakak.  Karena saya iseng ngerjain soal lucu ini! Kalian juga boleh salin ya!  :D

KEANE PLAYLIST VERSION

RULES:

1. Put your iTunes, Windows Media Player, mp3 player, etc. on shuffle.
2. For each question, press the next button to get your answer.
3. YOU MUST WRITE THAT SONG NAME DOWN NO MATTER HOW SILLY IT SOUNDS.
4. Tag 15 friends
5. Everyone tagged has to do the same thing.
6. Have fun!


IF SOMEONE SAYS "IS THIS OKAY" YOU SAY?
Somewhere Only We Know 
(LOL!)

WHAT DO YOU LIKE IN A GUY/GIRL?
Sea Fog 
(such a freak...)

HOW DO YOU FEEL TODAY?
You are Young 
(I feel so young! Yoohoo!)

WHAT IS YOUR LIFE'S PURPOSE?
Black Burning Heart 
(What an emotional purpose.)

WHAT IS YOUR MOTTO?
You Don’t See Me 
(Invisible, just like viola's sound in orchestra)

WHAT DO YOUR FRIENDS THINK OF YOU?
Day will Come 
(Speechless!)

WHAT DO YOU THINK OF YOUR PARENTS?
Spiralling (Parents are confusing sometimes. But we should understand that they have culture shock anyway...)

WHAT DO YOU THINK ABOUT VERY OFTEN?
Neon River
(How come a river could produce neon particles?)

WHAT DO YOU THINK OF YOUR BEST FRIEND?
Nothing in My Way 
(What?!)

WHAT DO YOU THINK OF THE PERSON YOU LIKE?
The Way You Want It
(Hahaha, just think about him your way!)
WHAT IS YOUR LIFE STORY?
Broken Toy
(Every break is a new start! :p)
WHAT DO YOU WANT TO BE WHEN YOU GROW UP?
You Haven’t Told Me Anything
(Yes, tell me what I want to be!)
WHAT DO YOU THINK WHEN YOU SEE THE PERSON YOU LIKE?
This is The Last Time
(This is the last time...when I will show my face.  One last tender lie and I'm out of this place. Of course I will not go away from you, I like you!)
WHAT DO YOUR PARENTS THINK OF YOU?
Better Than This
(So after this, I should be better for my parents...)
 
WHAT WILL THEY PLAY AT YOUR FUNERAL?
Snowed Under
(Oops...)

WHAT WILL YOU DANCE TO AT YOUR WEDDING?
The Boys
(Wow, I'm going to dance The Boys! Finally I found a boy from the boys!)

WHAT IS YOUR HOBBY/INTEREST?
Allemande
(Think about Germany? What?)

WHAT DO YOU THINK OF YOUR FRIENDS?
Love is The End
(When one found love, it ends? Oh, surely no...)
WHAT'S THE WORST THING THAT COULD HAPPEN?
Bend and Break
(Sure! LOL.)
HOW WILL YOU DIE?
In Your Own Time
(Someday far far away...)
WHAT IS THE ONE THING YOU REGRET?
Watch How You Go
(I wish I've confessed my love to you, dear Past Crush :p )
WHAT MAKES YOU LAUGH?
Dinner at Eight
(Ehm, well, okay...)

WHAT MAKES YOU CRY?
Rubbernecking
(Hahaha, whatever!)
WILL YOU EVER GET MARRIED?
She Opens Her Eyes
(...)
WHAT SCARES YOU THE MOST?
Try Again
(I don't like failure, so I'm afraid to try anything for the second time!)
DOES ANYONE LIKE YOU?
Disconnected
(What?!)
IF YOU COULD GO BACK IN TIME, WHAT WOULD YOU CHANGE?
Happy Soldier
(I will pause any war anywhere...) 

WHAT HURTS RIGHT NOW?
It’s Not True
(Last night's dream hasn't been a reality. Yes it hurts.) 

WHAT WILL YOU POST THIS AS?
What a Wonderful World
(Good!)

Senin, 23 Desember 2013

Dua Puluh Dua

Terima kasih, untuk semua yang berputar di sekitar saya, untuk kasih sayang yang menghujani saya, dan terima kasih karena menerima cinta yang saya bagikan. :) 

Saya sangat bahagia dengan keberadaan kalian, wahai manusia, satwa, dan alam! Senang berjumpa dan bercengkrama selama 22 tahun ini.  Mari lanjutkan kebersamaan kita. 


<3 br="">

Senin, 16 Desember 2013

Kampanye!

Saya lagi kampanye lho! :) 

Kampanye apa? Ya jelas bukan kampanye mau jadi pemimpin daerah atau pun negara. Tak pula kampanye ketua OSIS atau HIMA, secara saya nggak terlibat dalam kongsi pendidikan mana pun kecuali les-lesan saja.  

Kampanye saya bukan untuk jadi pemimpin, tapi justru sebagai pembelajaran leadership diri sendiri.  Supaya tetap kuat dan semangat mewujudkan cita-cita saya!

Cita-cita apa? 
Itu, merasakan tinggal di Planet Bumi yang lebih asri, bersih, dan bersahaja! :D 
Selama masih jadi penduduk Bumi, harus bertanggung jawab dong.  

Nah, ini ceritanya saya mau bagikan program kampanye saya sebagai penghuni planet yang baik.  Walau belum sempurna dan sedikit demi sedikit perlu revisi, saya akan coba ajak kalian semua wahai pemudi pemuda maupun lansia untuk ikut serta dalam program saya yang lucu! 

Oke, Program Planet #1 yang sedang saya usahakan habis-habisan adalah: 
MENGURANGI PEMAKAIAN KERTAS TISU 

Saya prihatin dengan pemborosan diri sendiri dan orang lain dalam penggunaan si tisu unyu ini.  Sepupu saya pakai tisu biasanya cuma seujungnya dikit, lalu dibuang.  Saya emang kalau buang ingus di tisu, sampai tisunya nyaris jadi bubur kertas.  Namun jika ingus banyak keluar, ya, sama aja kan banyaknya? Sampah sudah terlalu banyak di atas Bumi, yuk, kurangi dikit-dikit sembari ditunda produksi limbahnya.  ;) 

Kertas tisu kan kertas? Apa salahnya? Dia nanti hilang di tanah nggak kayak plastik, kan? Nggak juga.  Kertas tisu bagaimana pun sudah mengandung zat-zat pemutih, ya seperti kertas tulis/gambar kita. Kasihan tanah.  Lagipula, semakin banyak kita pakai dan dukung, makin banyak produksi, tambah bejibun pohon yang ditebang! Lagipula kenapa juga ya kita harus pakai tisu banyak-banyak? Masih ada lap dan saputangan di muka Bumi ini, yang tidak harus dibuang kecuali sudah berubah jadi kebun jamur dan lumut.  

Ngelap ingus pakai saputangan kayak orang-orang tua? Masih zaman? 
Ibarat tren, zaman pun berputar.  Tisu memang hebat, dia bikin semuanya jadi praktis, bersihin apapun, ngelap ingus, keringat, jadi gampang dan tinggal buang.  Tapi, dia dikemas dalam plastik, jadi semakin sering beli tisu sama dengan apa? Jawab sendiri ya. ;) 
Nah, kalau kasusnya ingus dan keringat, sesungguhnya sederhana buanget lho! Dua cairan tersebut bisa kering.  Nanti kalau sudah nggak keruan, baru kita cuci saputangannya. 
Malu kalau bawa-bawa ingus di tas? Kan ingusnya di bagian dalam, lipat saja supaya yang tampak luar saputangan cantiknya.  Dalemnya ingus, siapa yang peduli...

Serius?
Iya, serius! Yuk, kita bawa saputangan aja mulai sekarang. :) 

Untuk kasus-kasus heboh macam minyak tumpah di meja atau lainnya, gimana?
Nah, kalau benar-benar tidak ada alat pengelap lain selain tisu di depan mata, boleh, sedikit aja tapi. Hanya untuk menyerap minyak, seandainya perkaranya tumpah minyak. 

Saputangan juga bisa jadi limbah kalau sudah rusak...
Tapi nggak secepat tisu kan usia pakainya! :D  

Ingat, tidak ada program yang langsung sempurna dan berdampak besar, karena ini urusan satu planet! Tapi kita akan mainkan sama-sama. Jadi, yuk, tetap optimis! :) 

Siapa siap ganti sepaket tisu isi sepuluh lembar/lebihnya dengan sehelai saputangan cantik/ganteng? :D 

 

       


Jumat, 29 November 2013

Ini Kerjaan Bersama, Bos!





Menurut kalian, pekerjaan rumah tangga itu kewajiban siapa sih? Perempuan? Ibu? Bapak? Asisten rumah tangga? Kalau buat saya, urusan tetek bengek seperti cuci piring, baju, setrika, sapu rumah, ngepel, nyiram tanaman, belanja sayur, sampai ke pasang lampu, memang merepotkan. Walau begitu, sebetulnya ini kegiatan yang sudah seharusnya dilakukan oleh siapa pun tak terkecuali kaum pria lho!

Tapi, coba pikirkan lagi.  Kita kan menghuni sebuah rumah atau mungkin ruangan apartemen atau rumah susun atau kos.  Otomatis dan alami, kita harus mengurus rumah kita, kan? Bayangkan kalau kita malas dan nggak pernah bersih-bersih.  Alhasil, debuan, kotor, buluk! Kecuali kalian memang suka banget sama yang buluk-buluk, ya nggak apa-apa.  Cuma, dasarnya, kebersihan itu baik.  Apalagi kalau kita di kota, debu jalanan di mana-mana dan kita cenderung menyimpan banyak barang yang berpotensi menampung si debu-debu.  Lain cerita kalau rumah kita gubuk jerami di pedalaman hutan. :)) 

Terus nih, kita pakai baju dan baju tersebut mau nggak mau sedikit terkotori, atau kena noda bahkan.  Kalau dibiarkan terus, dia bakal jadi lapuk, warnanya berubah, dan bau! Makanya ada aktivitas mencuci baju di dunia.  Sejak zaman dulu lho, sebelum deterjen ditemukan (dan ternyata deterjen malah merusak lingkungan air, duh).  
Apa lagi? Makan.  Kita menggunakan peranti makan, toh? Masak juga.  Lalu apa salahnya mencuci benda-benda itu biar bisa dipakai lagi? Kalau tidak dibersihkan, sisa makanan di situ bisa-bisa mengundang bakteri, bahkan, euh, belatung.  
Benda-benda sekali pakai mungkin praktis.  Tapi sama aja.  Selain menuh-menuhin lapisan Bumi, kita sebetulnya cuma memindahkan kewajiban membersihkan ke pengurus limbah doang.  Sama aja dong! :D 

Nyiram tanaman? Ya bayangin aja, kalau nggak dirawat, nanti daun-daun hijau segar nan sehat untuk mata itu, jadi coklat kering dan menyedihkan.  

Masih banyak kok, tugas rumah tangga yang menanti kita.  Sekarang, yang mau saya obrolin adalah pembagiannya.  Di sini, budaya kita agak-agak ngeselin.  Masih banyak laki-laki nggak boleh masuk dapur sama ibunya.  Bahkan kerja rumah tangga juga dilarang.  Alasannya macam-macam, mulai dari kasihan, bukan tugas pria, atau mungkin merasa pekerjaan cowok di bidang ini nggak memuaskan.  

Menurut eke, ini benar-benar salah! Saya juga kalau bersihin ranjang masih suka dikritik Mama kurang rapi.  Apalagi kakak saya yang cowok, dia lebih berantakan lagi, tapi masih ada usaha.  Jadi sebetulnya kami sama-sama tidak profesional (karena biasanya yang sudah profesional memang Mama dan Papa).  Tunggu, Mama dan Papa?  Yep! Papa memang kalau masuk dapur cuma buat makan, ambil cemilan, atau bikin minuman dingin.  Bikin? Iya, Papa saya suka bikin sendiri minuman favoritnya.  Tapi, kadang Papa juga inisiatif beresin ranjangnya kalau Mama lagi nyiapin sarapan, atau, Papa yang belanja sayur ke pedagang lokal yang giring-giring gerobak. 

Oh, kita kembali ke topik.  Saya pernah marah sama anak-anak cowok saudara saya (termasuk kakak dan si adik sepupu) karena mereka nggak mau bantuin di dapur.  Lho, saya kan udah bantu Mama siapin makan.  Mereka ikut makan dan pakai perkakas makan.  Lalu, apa juga alasan mereka nggak mau cuci piring, ogah buang sampah, dan sebagainya? Apa mereka pikir setelah makan tugas mereka selesai dan boleh manja-manjaan lagi nonton televisi sementara mereka pikir perempuan sih harus kerja? OH, MAAF YA.  Itu nggak berlaku.  Itu terlalu kolonial.  Apalagi kalau mereka seharian cuma ngendon depan komputer nggak ngapa-ngapain! 

Marahinnya sih susah, nunggu mereka berubah juga lama.  Soalnya, budaya 'laki-laki adalah raja' sudah terlalu mengakar.  Sedangkan perempuan pun terlalu kemakan isu kalau dapur dan rumah tangga adalah urusan feminin! Mana ada! Rumah kan ditinggali bersama-sama, jadi semua harus mengurus bersama! 

Saya harap, kita mulai tegas sama cowok-cowok yang masih kolonial itu, supaya nggak dengan teganya bermalas-malasan nonton kita cuci piring, setidaknya kalau kita lagi cuci piring, dia lap meja makan, kek...

Apa hanya soal cuci piring? Masih banyak sih.  Pokoknya menurut saya, jangan biarkan laki-laki menjajah perempuan lagi! Laki-laki dan perempuan itu sederajat, jadi ya kerjaannya sama aja. Toh, sekarang perempuan juga bisa nyetir mobil dan antar jemput, bisa pasang Elpiji sendiri, bahkan ada yang jadi pengurus pipa air mungkin.  

Saya cinta Indonesia, tapi kalau tentang kesamaan hak dan kewajiban laki-laki-perempuan, saya mengimpor pemikiran Barat, hehe.  :) 

Segitulah curhat saya hari ini.  Selamat Hari Jumat! :D

Sabtu, 16 November 2013

Kekasih Baru :)

Selamat Malam Minggu, teman! 

Kalian pasti sudah familiar dengan nama Devika di blog ini, kan? Pernah nggak sih kalian kepo, siapa sebenarnya Devika? Beberapa orang sudah tahu siapa dia. Dia itu partner saya. ;)

Nah, belakangan, Devika sudah resmi punya adik! Iya, adik.  Tapi, asal muasal dan ayah mereka lain (ibunya sih, alam semesta kali ye).  Namanya Lai. Sudah pernah saya tulis di blog juga rupanya. Lebih mungil, suara lebih imut-imut, tapi mereka sama-sama keren.  Sebentar lagi, Devika akan dipinang oleh orang lain yang masih sekeluarga sama saya. 

Maka, saya sekalian mau kecup Devika dan bilang terima kasih untuk penyertaannya selama nyaris 5 tahunan ini.  Kamu sesuatu banget, Devika! Telah kau bawa saya ke mana-mana keliling kota.  Kamu sudah rela kehujanan, kepanasan, ketendang orang di angkot, kejeduk, dianggurin seminggu tapi nggak lagi pundung, kamu sudah dewasa, Nak.  :) 

Devika, selalu berbahagialah dan bawalah cinta saya ke mana-mana, oke? :D 

Oke.  Sekarang,  Lai, mari kita bersenang-senang! <3 nbsp="" span="">

Eh, kalian penasaran nggak sih, sebenarnya seperti apa tampang Devika dan Lai? Mari kita biarkan mereka tampil yuk. 

Jeng jeng, ini dia, perkenalkan, Devika dan Lai! 

 

Nah, sekarang, sekilas info saja.  Minggu ini saya lagi batuk.  Entah efek kebanyakan hujan atau overdosis gorengan, atau mungkin tersedak rosin.  Tapi saya batuk, malah pekan kemarin mah ditambah pilek segala.  

Terus saya minum Nin Jiom Pei Pa Koa alias Obat Batuk Ibu dan Anak.  Terbuat dari bahan-bahan pilihan, madu, herbal Cina, dan mestinya sih nggak pakai bahan kimia macem-macem.  Rasanya juga enak, kayak ceri dicampur madu kasih mentha piperita agar berefek semriwing dikit.  Baru tiga hari minum sehari dua-tiga sendok, eh, batuk saya udah mendingan aja lho! Jadi, teman-teman, ramuan Nin Jiom Pei Pa Koa sangat dianjurkan lho untuk disimpan di musim Langit-Nangis-Melulu ini. 

Oh, lalu, jangan lupa, kita cegah banjir yuk! Jangan buang sampah sembarangan ya. Makin kita nambah sampah dan menaruhnya seenak jidat, makin besar resiko banjir.  Oke? Ingat ya!

n.b.  Barusan saya sempat sakit kepala.  Lalu saya setel lagu Keane.  Eh, langsung sembuh! Apa ini sugesti atau karena lagu Keane cocok sama detak jantung saya ya? *iklan* 

 
 

Sabtu, 02 November 2013

Kamu

Dan aku kembali ke jalur menuju kamu.  

Semoga kali ini dengan kebijaksanaan yang lebih baik 

agar tidak menimbulkan badai.