Kamis, 01 September 2011

Impian Masa Kecil

Dari kecil, saya punya macam-macam impian.  Aneh-aneh! Pingin jadi Hermione, pingin jadi Cardcaptor Sakura, pingin jadi Sailor Moon! Hahahaha. Dasar bocah.  

Dan pas anak-anak, saya sempat selalu punya katalog Oriflame yang sangat beken dijualin sama ibu-ibu teman Mama.  Di situ kan ada line kosmetik yang khusus anak-anak tuh...entah apa namanya.  Happy Girl? Sparkling Girls? Glitter Girls? Ah, lupa! Yang jelas penuh dengan gemerlap deh, kemasannya. Produknya terdiri dari lipstik, kuteks kerlap-kerlip, glitter buat badan, dan apa deh, saya lupa.  :)) 

Zaman itu, saya tergila-gila banget.  Pingin.  Ngidam.  Ngebujukkin Mama, tapi nggak dikasih.  "Anak kecil belum perlu pakai make-up!" 

Memang saya kecewa sih (namanya juga anak-anak).   Tapi akhirnya saya tumbuh dewasa (sambil masih pingin punya alat make-up) dengan selamat dan sekarang punya peralatan dandan sendiri! :) 

Belakangan, jumlah kecil senjata dandan saya bertambah dan kotak persabunsampopelembapan saya jadi kepenuhan + berantakan.  Maka saya membuat kotak! Ya, semacam daur ulang kemasan The Face Shop yang entah dari mana juga datangnya tahu-tahu ada di rumah, dengan flip magnet dan gambar bunga merah berlatar belakang putih.  

Bagian dalamnya saya tempelin kain belacu dan karton-karton dari dus bekas makanan ringan dan odol sebagai pembatasnya.  Maafkan desain yang acak-acakan, berhubung semuanya tanpa dipikir dan kalau sudah dibuat kagak bisa dihapus.  :P 

Dan setelah belepotan lem UHU, tangan kena spidol, dan lain-lain, 
Ningrum mempersembahkan...kotak kosmetik! :D 






Apaan tuh? Garis-garis sok sirkus, tapi bawahnya tanaman.  :)) Bener-bener spontan (dan agak TERLALU spontan, sih).  Mungkin filosofinya: bersenang-senang sambil tetap mencintai alam! *maksa

Ngomong-ngomong, itu isinya minimalis banget.  Hihihi.  Memang koleksi dandan saya cuma segitu lho. Tapi biar sedikit, tetap efektif! :)  
Oke, oke, itu barang-barangnya: Nature's Minerals Make Up dari The Body Shop (seperti biasa), berupa fondasi, perona pipi, dan pewarna kelopak mata.  Selanjutnya bersemayam sebiji serutan dan pengeriting bulu mata.  Di kotak sebelah kiri bawah, semua yang berbatang-batang: pensil alis (yang amat jarang dipakai karena takut jadi ondel-ondel), maskara, dan penegas garis mata coklat tua bentuk pensil (ngeri sama yang spidol).  
Nah, yang dibungkus hitam-hitam sok misterius itu kuas untuk bedak dan pembaur rona pipi saya.  (hahahaha! Tahan nggak, sama bahasa gila saya?) 

Sekian cerita tentang sisi perempuan tulen saya. :) 

n.b: Saya lagi gila menggambar dan gila buku sketsa.  Bahaya kalau ketemu buku sketsa bagus, pasti langsung pingin dibawa ke kasir.  Hihihi. Jadi jangan ragu-ragu kalau mau merekomendasikan buku sketsa atau spidol warna-warni ke saya.  Pasti didengarkan baik-baik! :) Terima kasih. 

xoxo

4 komentar:

Inez mengatakan...

AJARIN DONG!

Ini kosmetik saya: (ga pake box)
- lipstik gelap (menang doorprize)
- bedak (ato foundation? apa bedanya sih???) (menang doorprize)
- lip balm (masih dari doorprize)
- pensil bibir ga penting (doorprize jg.. lu tau lah doorprize yg mana..)

Empat2nya ga dipake. Ga akan dibawa jg.. =_=;
(jadi, ngapain minta diajarin?)

Pengen bisa sih tapi.. lamun butuh..

Ningrum mengatakan...

Ah, Nona Inez... saya juga lagi belajar. Hahaha.

Tapi saya pingin iseng nanggepin. :P

-lipstik gelap: dipulaskan di bibir dan jangan dijilat! Entar luntur. :P

-bedak sama foundation...hahaha, gitulah. Jadi sebetulnya ada bedak, ada foundation alias alas bedak, tapi kadang-kadang ada yang disatuin. *repot ya?

-Lip balm...yang ini mah bisa dipakai kapan saja di mana sajalah, selama belum kadaluwarsa.

-Pensil bibir jadiin pensil buat catetan aja. Biar catetannya seksi. Hahaha! *seenaknya

Semoga di masa depan mereka akan berfungsi sebagaimana mestinya. Hahaha!

Ineeeezzzz *kangen.

maya mengatakan...

biar sedikit, tetap efektif. itu yg penting. alat kosmetik ane jg dikit kok, seperlunya saja :)

Ningrum mengatakan...

Kak Maya: Hehehe. Iya. Kalau numpuk-numpuk kebanyakan mubazir! :P Biar sedikit yang penting bisa dinikmati.