Selasa, 04 Maret 2014
Jumat, 28 Februari 2014
For You Dear GFC Followers
If you are here to follow my green beauty journey,
please follow the other page:
(just click the title or the picture anyway)
Thanks! :D
Rabu, 26 Februari 2014
Selagi Berkelana di Bab 18
Maka saya bercerita lewat gambar-gambar ini.
Gambar pertama diulas di sini.
![]() |
| kesukaanku <3 span=""> 3> |
![]() |
| cincin hasil keisengan :) |
![]() |
| rindu produk-produk ini! |
![]() |
| mejanya penuh ! |
![]() |
| akibat doyan belanja alat warna |
Senin, 24 Februari 2014
Pemanja Telinga
Selagi menulis novel, saya malah melanglangbuana ke dunia maya (salahkan saja modemnya, biar ramai, biar mengaduh nepi ka tunduh). Tapi, sekalian saja saya mau membagikan daftar 10 judul lagu favorit saya sepanjang Februari ini! :D
1 - Perahu Kertas - Maudy Ayunda
Lagu tema Perahu Kertas, film dari novel Dee.
Tiap menyimak lagu berjudul mirip ilmu origami ini, saya pasti terharu sendiri. Hahaha.
2 - Huddle - Kisses
Musiknya unik, tapi yang paling bikin saya kesengsem adalah pasangan manis yang mendirikan musiknya itu. Band lucu bernama Kisses. Mereka begitu...retro.
3 - Piknik - Naif
Bikin hati ringan ceria dan pingin kencan sambil makan sorbet stroberi bersama cowok idaman. :p
4 - Toccata - Claude A. Debussy
Yang satu ini piano solo klasik. Bikin keranjingan.
5 - Higher Than The Sun - Keane
Salah satu bonus trek di CD terbaru mereka, The Best of Keane. Enak!
6 - Why Do You Let Me Stay Here? - She & Him
Jelas-jelas curhat colongan seorang Ningrum. :)
7 - L'Amoureuse - Carla Bruni
Syahdu-syahdu elegan.
8 - Tout Les Garcons et Les Filles - Francoise Hardy
Lagunya bikin berbunga-bunga sendiri, ngebayangin piknik romantis di taman. Padahal belum tentu nyambung sama lirik lagunya. :p
9 - Electrified - Naif
Seru aja dengerin lagu yang aneh ini.
10 - Dear Sunday Night - Katarina Ningrum
Iya, saya iseng ngarang lagu kemarin ini, pake Garage Band. Hasilnya lumayan memuaskan sih.
Rabu, 19 Februari 2014
Citraramya Ngacir ke Sebelah
Oke, saya lupa bilang ke saudara-saudara sekalian, wahai yang follow blog ini lewat GFC, atau lewat telepati (?).
Blog centil-centilan saya yang dulu alamatnya di tumblr, si Citraramya, sekarang udah jadi tetangga sekomplek sama Pramudita! :D
Pencet belnya di sini, ya.
Isi rumahnya nggak jauh-jauh dari kosmetika dan gaya hidup yang idealis! :D
Dan tentu saja, gambar-gambar lucu juga ngumpul di situ.
Bisa juga klik bel di sebelah kanan yang ada gambar lipstik, yang judulnya "Satu Lagi Tempat Bermain Saya yang Agak Centil "
:)
sekian berita hari ini.
Blog centil-centilan saya yang dulu alamatnya di tumblr, si Citraramya, sekarang udah jadi tetangga sekomplek sama Pramudita! :D
Pencet belnya di sini, ya.
Isi rumahnya nggak jauh-jauh dari kosmetika dan gaya hidup yang idealis! :D
Dan tentu saja, gambar-gambar lucu juga ngumpul di situ.
Bisa juga klik bel di sebelah kanan yang ada gambar lipstik, yang judulnya "Satu Lagi Tempat Bermain Saya yang Agak Centil "
:)
sekian berita hari ini.
Betul, Tulisan Ini Buat Kamu!
Ada beberapa kata ganti orang pertama tunggal untuk melengkapi kalimatku yang ditujukan untukmu:
Aku suka tertawa bersamamu.
Saya terkesan dengan kamu.
Akika normal, kok.
Abaikan jika semakin lama semakin tak paham.
:)
Aku suka tertawa bersamamu.
Saya terkesan dengan kamu.
Akika normal, kok.
Abaikan jika semakin lama semakin tak paham.
:)
Kampanye Kedua :)
Setelah cukup sukses hidup tanpa tisu beringus atau ingus yang butuh tisu, saya memutuskan untuk mulai menaruhnya di slot 'Kampanye Aman Berjalan', dan menambah target berikutnya.
Kampanye yang satu ini lebih fokus ke kejiwaan. Euleuh, kejiwaan? Terdengar epik, ye?
Yap. Sadar nggak sih, kita punya satu kebiasaan yang bentuk kata berimbuhannya: ngomel. Kata dasar: omel. Arti kata: mengeluh. Protes. Menggerutu. Konotasinya negatif.
Apa yang kita sering omeli? Apa saja yang bikin kita kurang senang. Tapi, kita punya aksi ngomel yang cukup parah belakangan. Namanya...
Ngomel tentang cuaca dan iklim.
Salahnya apa? Nggak salah. Kita kalau kepanasan pasti komplain. Kedinginan pusing. Pancaroba, bikin pilek. Hujan melulu, kena flu. Hujan abu, kelabu. Hujan uang, bau!
Wajar kalau kita ngomel, kan? Semua berdampak aneh buat badan dan mood.
Apalagi sekarang kita sedang mengalami kenyataan bernama Perubahan Iklim alias Climate Change. Cuaca harian semakin gonta-ganti, warna-warni. Sehari bisa mengalami empat musim sekaligus. Malah lima, ditambah pancaroba atau paceklik.
Oke, ini lucu sih. Konon katanya, perubahan iklim terjadi karena efek rumah kaca. Nah, dari mana datangnya efek rumah kaca? Berbagai kegiatan manusia di Bumi (saya nggak perlu merinci apa saja, kan? Semua orang udah tau, kan diajarin di sekolah [diajarin lalu dihafalin doang].)!
Udah ngerti maknanya? Kalau labilnya cuaca belakangan memang berawal dari keserakahan manusia, kenapa kita harus ngomel? Itu udah resiko alami, Nak, resiko alami!
Saya juga suka protes kalau terlalu terik, terlalu dingin, terlalu bersalju (walau belum pernah), terlalu ganteng, terlalu labil. Tapi, saya baru sadar, harusnya saya nggak ngomel karena itu sudah resiko dari kelakuan kaum saya, manusia. Iya, memang, pup sapi juga mengeluarkan gas metana. Tapi siapa coba yang memutuskan bikin peternakan sapi massal di mana jumlah pupnya pun menjadi kolosal? Manusia, kan?
Jadi, mulai sekarang, kurangi ngomel-cuaca, yuk? Mending kita pikirkan cara memperbaiki yang sudah kita rusak bareng-bareng ini. :D
Selamat Hari Rabu! :)
label
Bumi,
foto-foto,
hari demi hari,
hijo
Langganan:
Postingan (Atom)







