sepintas kecerewetan

Rabu, 19 Februari 2014

Betul, Tulisan Ini Buat Kamu!

Ada beberapa kata ganti orang pertama tunggal untuk melengkapi kalimatku yang ditujukan untukmu:

Aku suka tertawa bersamamu.

Saya terkesan dengan kamu.

Akika normal, kok.

Abaikan jika semakin lama semakin tak paham.

:)

Kampanye Kedua :)

Setelah cukup sukses hidup tanpa tisu beringus atau ingus yang butuh tisu, saya memutuskan untuk mulai menaruhnya di slot 'Kampanye Aman Berjalan', dan menambah target berikutnya.  

Kampanye yang satu ini lebih fokus ke kejiwaan.  Euleuh, kejiwaan? Terdengar epik, ye? 

Yap.  Sadar nggak sih, kita punya satu kebiasaan yang bentuk kata berimbuhannya: ngomel.  Kata dasar: omel.  Arti kata: mengeluh. Protes.  Menggerutu.  Konotasinya negatif.  
Apa yang kita sering omeli? Apa saja yang bikin kita kurang senang. Tapi, kita punya aksi ngomel yang cukup parah belakangan.  Namanya...


Ngomel tentang cuaca dan iklim.



Salahnya apa? Nggak salah.  Kita kalau kepanasan pasti komplain.  Kedinginan pusing.  Pancaroba, bikin pilek.  Hujan melulu, kena flu. Hujan abu, kelabu.  Hujan uang, bau! 
Wajar kalau kita ngomel, kan? Semua berdampak aneh buat badan dan mood.  
Apalagi sekarang kita sedang mengalami kenyataan bernama Perubahan Iklim alias Climate Change.  Cuaca harian semakin gonta-ganti, warna-warni.  Sehari bisa mengalami empat musim sekaligus.  Malah lima, ditambah pancaroba atau paceklik

Oke, ini lucu sih.  Konon katanya, perubahan iklim terjadi karena efek rumah kaca.  Nah, dari mana datangnya efek rumah kaca? Berbagai kegiatan manusia di Bumi (saya nggak perlu merinci apa saja, kan? Semua orang udah tau, kan diajarin di sekolah [diajarin lalu dihafalin doang].)! 
Udah ngerti maknanya? Kalau labilnya cuaca belakangan memang berawal dari keserakahan manusia, kenapa kita harus ngomel? Itu udah resiko alami, Nak, resiko alami!

Saya juga suka protes kalau terlalu terik, terlalu dingin, terlalu bersalju (walau belum pernah), terlalu ganteng, terlalu labil.  Tapi, saya baru sadar, harusnya saya nggak ngomel karena itu sudah resiko dari kelakuan kaum saya, manusia.  Iya, memang, pup sapi juga mengeluarkan gas metana.  Tapi siapa coba yang memutuskan bikin peternakan sapi massal di mana jumlah pupnya pun menjadi kolosal? Manusia, kan? 

Jadi, mulai sekarang, kurangi ngomel-cuaca, yuk? Mending kita pikirkan cara memperbaiki yang sudah kita rusak bareng-bareng ini.  :D 

Selamat Hari Rabu! :)

Rabu, 12 Februari 2014

Belakangan Ini...

Mencari yang tidak-tidak di dunia yang iya iyalah, termasuk menonton Goban (Manusia Tapi Robot)--cari saya di Youtube. 

Mengerjakan hal-hal lucu dan mencari banyak buah-buahan di berbagai tempat.

Dan ini saya beri beberapa dokumentasi visual:

Sekarang jadi rajin bawa saputangan :)

Membuat kain bermotif.

Ilustrasi di atas tas untuk teman :D

Jangan lupa mampir ke SINI karena ada cerita-cerita spesial Hari Kasih Sayang! ;)

Jumat, 07 Februari 2014

Jus Alpukat dalam Botol

Karena biasanya beli jus alpukat sama dengan menambah satu limbah plastik berupa gelas dan tutup ditambah sedotannya, saya pun memutuskan membawa jus tersebut di dalam botol minum pribadi. 

Mengurangi satu sampah, apa artinya? Ya, suatu saat akan ada maknanya, kok. 

:) 

Selamat Hari Jumat, semua!


Selasa, 04 Februari 2014

Daftar Keinginan



Iya, bahasa gaulnya: wishlist. Saya juga bakal punya wishlist versi kosmetik, tapi itu buat citraramya.   Kalau di sini, saya mau ngedaftar hal-hal apa saja yang saya ingin coba di tahun ini.  Kalau kebiasaannya baik, semoga bisa dilanjutkan sampai tua, dan menurun ke anak cucu. 

Sekarang mari mulai merunut. 

1.  Bola Pencuci
Saya pingin banget cobain si EcoBall ini.  Sejenis bola pencuci yang isinya partikel keramik, ah, saya nggak pinter menjelaskan.  Intinya, pemakaian benda inovatif ini akan mengurangi pencemaran air, lingkungan, dan hemat! Bisa dipakai 3 tahun, katanya.  Tinggal celup di cucian, putar mesin, tadaa!

2.  Biopori
Saya memang tinggal di rumah yang mesti berbagi tanah sama beberapa pihak luar tak dikenal.  Tipenya mirip apartemen rumahan gitu.  Jadi saya nggak bisa pakai tanah di bawah seenaknya.  Tapi saya benar-benar mau menggali lubang dan bikin biopori! Pokoknya harus! Nanti biopori itu malah bisa dipakai bersama-sama tetangga lainnya.  Lebih banyak yang mengerti, lebih baik, kan? :)
3. Bikin pengharum ruangan dari bahan-bahan alami.
Misalnya minyak esensial.  Campur air distilasi, taruh di botol semprot.  Ah, pasti udara jadi segar! :D

4.  Kombinasi Gizi Seimbang
Saya mau memperbaiki pola hidup, tapi nggak diet. Memperbanyak buah dan sayur.  Dan saya akan memakan apa yang saya suka, selama saya tahu batasan dan mempertimbangkan apa yang masuk ke pencernaan.  Oh, dan saya kan nggak makan daging merah lagi. 
 5. Belanja lebih sedikit. 
Ketamakan sebenarnya cuma ilusi.  Kita bisa kok hidup terus-terusan membeli sampai keluar dari daftar kebutuhan.  Boleh saja menghibur diri dengan cemilan-cemilan lucu atau baju-baju menarik.  Tapi jangan kebablasan sampai jadi rakus! 

6. Membuat Lai Maheswari makin yahud.
Semoga biola alto ini semakin cantik saja svaranya.  Semua tergantung saya!


7. Menguasai Toccata karya Om Debussy
Lagi ini sangat, sangat, sangat, dan 100(sangat) keren.  Dan saya sudah mulai menghafal sembari memperbaiki tekniknya.  Saya ingin menguliknya sampai asyik! 


8. Merampungkan Naskah-Naskah Novel yang Tertunda
Ceritanya masih rahasia.  Tapi asal kalian tau, tahun ini saya mau luncurkan 3 naskah.  Satu yang pertama sudah pasti lanjutan novel saya sebelumnya, Cappuccino Paradise.  Tapi, 2 yang lain, ada deh! 


9. Mencintai.
Kita nggak boleh egois.  Jangan terus menuntut dicintai doang.  Belajarlah mencintai.  Saya akan mencintai semua yang ada di depan mata.  Semua orang.  Semua keadaan.  Segala barang yang saya punya! Iya, kalau kita mencintai, kita akan dicintai. 


10. Makin Kocak.
Terdengar nggak penting? Bagi saya, humor itu sesuatu.  Selama humornya nggak mengandung kekejaman atau penghinaan.  Saya sih suka humor kata-kata, atau humor kritis.  Saya ingin melatih kemampuan saya ngeguyon, supaya orang gembira ria kalau ada saya.  Kecuali saya ketemu orang yang lagi mau curhat sedih, ya, nggak mungkin saya ngebodor banyak-banyak.  Bisa-bisa dia ngacir karena tersindir! :D


Itulah daftar kepingin-kepingin saya.  Ada yang kembaran? ;)



Sabtu, 25 Januari 2014

Matahari!

Dan akhirnya, kutemui engkau, wahai mentari! <3 nbsp="" p="">
Senangnya bisa mencuci rambut dan mengeringkannya. :)


Senin, 20 Januari 2014

Tenang, Semua Ada Solusinya :)





Hai, Para Alien Bumi yang Baik! Selamat siang! Tadinya saya mau pergi agak lama hari ini, tapi ternyata nggak jadi lama-lama, jadi saya balik ke depan komputer.  Sembari ngerjain pesanan-pesanan pernak-pernik, saya mau cerita-cerita sedikit. 

Yah, sebenarnya sih bukan cerita, seperti biasa ini pikiran saya yang kebanyakan dan harus ditumpahkan demi pencapaian misi-misi! 

Tapi mari kita mulai satu persatu, sekarang topik yang paling umum dulu, yaitu: 

Seperti yang sudah kita tahu, sekarang sudah waktunya selalu pakai reusable bag kalau belanja.  Memang repot.  Tapi tanpa sadar, kalau dibiasakan, nggak kerasa apa-apa kok.  Malah jadi budaya tersendiri, dan menambah rasa tanggung jawab.  Kalau dari kecil anak kita diajarkan bawa tas sendiri (atau, botol minum pribadi, kotak bekal, saputangan, dan semua benda yang menunda limbah), pasti dia sikap tanggung jawabnya besar, ayo dicoba, para orang tua muda! :D 

Nah, sekarang, budaya ini kadang bikin masalah tersendiri bagi kita para alien.  Ya nggak? Kadang, tas kita kurang, jadi, masih butuh keresek.  Atau, kadang ibu di rumah bilang, kereseknya ambil saja buat buang sampah.  Atau karena beli telur, kita butuh satu kantung buat melindunginya secara terpisah, yang ukurannya kecil.  Terus kita kan misahin belanjaan: sayur/buah yang basah, belum ada daging, lalu barang-barang berkemasan, dan sebagainya.   Kalau kita nggak telaten dan masih suka lupa...tenang, namanya jugaproses belajar.  Kalau omongan orang yang malah mendukung untuk nambah kantung plastik, atasi dengan senyum kece di wajah dan ketenangan.  Bilang aja kamu alergi plastik!

Lalu, gimana dengan kantung darurat yang ukurannya lebih kecil? Bikin saja, atau sesekali beli barang di toko yang memberi kita tas tisu ukuran mini.  Kalau saya biasanya ngumpulin tas kalau belanja dari toko Happy-Go-Lucky, karena bisa dipakai lagi.  :D

Tapi, saya baru kepikiran untuk membuat tas kecil sendiri yang bahannya lebih tebal supaya aman untuk telur.  Tas dari bahan tisu aman untuk benda-benda lunak macam baju atau perintilan, tapi kurang melindungi barang pecah belah.  Kalau sudah berhasil buat, saya kasih tutorialnya! :D

Oh iya, ini ada inspirasi dari keluarga yang...ah, pokoknya keren.  Ayo tengok ke sini dan semoga ketularan 4R mereka: refuse, reduce, reuse, recycle.  :D

Saya bercuap segitu dulu saja deh.  Selamat Hari Senin, ya! :)