Kamis, 30 September 2010

Kembali ke Indonesia

Saya nggak baru balik dari liburan lintasnegara, kok. Hahaha... :D Saya cuma teringat lagi pada hobi saya: fanIndonesia, alias fanatiknya Indonesia! Bukan bermaksud ngaco atau berlebihan. Cuma mencoba untuk lebih setia. Saya sudah bablas belakangan ini. Bablas tentang nasionalisme. Tiba-tiba jadi skeptis sejati yang tidak lagi peduli apa yang terjadi. Ah! Sekarang saya kembali. Membawa inspirasi. Membawa konsep. Walaupun masih sulit dijadikan sebuah uraian kata-kata. Nanti, deh, saya bagi sedikit-sedikit. Nyicil! :P

Ngomong-ngomong, saya kepingin sekali masyarakat Indonesia punya kepercayaan diri. Seriusan! Gara-gara sering nggak pede, sepertinya Indonesia jadi agak-agak terpuruk. Contoh kecilnya, apakah Indonesia punya rasa bangga terhadap biudayanya? Budaya tidak mencakup kesenian saja, lho. Ada lagi: bahasa, tutur kata, sopan santun, dan lain-lain. Budaya basa-basi kita yang lucu. Budaya kekeluargaan. Sebut mereka pusaka. Pusaka, karena semakin langka ditemui dalam gerombolan manusia-manusia yang mengaku modern namun di beberapa sisi ketinggalan zaman. Sangat ketinggalan zaman. Bahwa sekarang zamannya punya identitas sebagai Indonesia, bukan Indonesia-Indonesiaan (berstatus Indonesia, tapi gayanya sama sekali JAUH dari perpusakaan Indonesia). Kita harus kembali. Menelaah dan menggali apa yang terlewat selama masa kolaps, dan...BANGKIT! Indonesia, BANGKIT! Kita punya kemampuan. Sungguh. Jangan pandang rendah bangsa kita sendiri. Bangsa saya. Bangsamu. Bangsa kita.

Kita melangkah bersama!

Ah...lelah berorasi. Kembali lagi...kapan-kapan. :)

Tidak ada komentar: