sepintas kecerewetan

Jumat, 07 Januari 2011

Sudah Tanggal 7 Lagi Dong!

Iya. Saya kaget.  7 hari sudah berlalu dari awal tahun 2011 dan saya belum ngapa-ngapaiiiin! Ah, tapi nggak juga sih.  Saya mulai belajar vibra, yang memang merupakan target saya tahun ini.  Terus saya betul-betul sudah lupa bahwa saya takut anjing dan kebablasan bergaul akrab sama guguk-guguk manis di mana saja (dulu saya fobia lho sama hewan itu!). Lalu...iya, saya udah kangen Engkong.  :'(  Entah apa yang saya kangenin.  Random.  Seperti suaranya, baunya, nyanyian Jembatan Merahnya yang sepoi-sepoi, dan perintah "Makan!"nya. 

 Cuma, yaaa...life goes on! *klise iiiih

Untuk cerita minggu pertama Januari, saya sudah membereskan satu biji cerpen, bisa baca di Nona Mesin Tik.  Lalu, saya sekarang akrab lagi sama netbook! Dengan kata lain, saya menulis lagi, lagi, dan lagi! :-) 
Terus, terus, saya baru ditawarin guru saya untuk ikut kompetisi piano.  Ah! Itu benar-benar jawaban doa saya.  Isinya hanya gini: 



"Tuhan, kalau memang aku harus bermusikria, ya, kasihlah jalan. Aku hanya bisa mendeskripsikan detail-detailnya, tapi Kau yang ringkas. Aku agak pusing kalau mesti membuat garis besar. Terima kasih. Amin."

Itu saja! Dan sepertinya sih, Tuhan mulai menyusunnya.  Saya tahu saya bakal kalang kabut sendiri (kayak tahun lalu, tiba-tiba bisa main di Gedung Kesenian Jakarta, secara saya masih pemain viola kelas janin), nggak percaya diri, tapi beriman teguh dan nekat... mudah-mudahan tahun 2011 lebih baik lagi, deh, cara bersikapnya! Haha... :D Tapi serius deh, rasanya jadi banyak utang budi gini sama banyak orang.  Aahhh.  

Maaf, ini saya meracau lagi.  Udah ngantuk tapi pingin nulis.  Kalau bingung, soriii, beribu sori. Miliki hari baik yaa. :D


Sabtu, 01 Januari 2011

As Long As We Got Each Other


 Nah, lirik lagu ini menarik! :D Merupakan lagu tema sebuah komedi situasi keluarga tahun 80-an, Growing Pains,  yang dibintangi oleh...err...saya lupa namanya.  Ah pokoknya lucu-lucu deh orangnya.  :) Nagih deh tuh sitkom.  :9

Ngomong-ngomong, yang saya garis bawahi berarti sangat inspiratif dan unik! :) 

AS LONG AS WE GOT EACH OTHER

Show me that smile again
Oh, show me that smile
Don't waste another minute on your cryin'
We're nowhere near the end
We're nowhere near
The best is ready to begin

All in a cloudy daze
I look into your eyes and see them shining out
Holding you close this way
Holding you this way
Is like having summer everyday
Ooh, ooh

As long as we got each other
We got the world spinnin' right in our hands
Baby, you and me
We gotta be
The luckiest dreamers who never quit dreamin'

As long as we keep on givin'
We can take anything that comes our way
Baby, rain or shine
All the time
We got each other
Sharin' the laughter and love

Promise me here and now
Nothing but jokes
Will never come between us
You can depend on me
'Cause I need you like the air I breathe
Oh, oh

As long as we got each other
We got the world spinnin' right in our hands
Baby, you and me
We gotta be
The luckiest dreamers who never quit dreamin'

As long as we keep on givin'
We can take anything that comes our way
Baby, rain or shine
All the time
We got each other
Sharin' the laughter and love

As long as we got each other
We got the world spinnin' right in our hands
Baby, you and me
We gotta be
The luckiest dreamers who never quit dreamin'

As long as we keep on givin'
We can take anything that comes our way
Oh, baby, rain or shine
All the time
We got each other
Sharin' the laughter and love


Pour Inez, jika ia bertandang ke pramudita: xoxo *meaningfully 

Sekiranya Tahun 2011


Itu kalimat judulnya nggak jelas banget... hahaha!
Intinya sih, saya mau nyoba-nyoba menulis resolusi tahun baru (yah klise sih, tapi pingin). 
Baiklah, saya buat dengan penomoran, biar agak rapi.  :) Barangkali ada pembaca pramudita yang entar tekadnya sama, mari kita berjuang sama-sama! 


2011 akan menjadi tahun di mana...

1. Ningrum akan menjadi manusia yang lebih ramah lingkungan, sehingga ia akan selalu membawa tas belanjanya yang bisa dilipat jadi duplikat buah stroberi bahan parasut ke mana pun dan menggiwing botol minum rubbermaidnya agar tak perlu membeli air botolan.

2. Juga ia mesti mencoba menjalankan aturan Rumtariannya yang (tidak) legendaris itu lebih ketat supaya tekadnya tetap bulat.  (baca tentang Rumtarian di Nona Jenaka)

3. Ia pun akan mengefisienkan penggunaan listrik, air, dan energi lain yang membuat Bumi menjadi gerah, dimulai dari hal-hal terkecil sekalipun.  

4.  Program Redyus, Riyus, Risaikelnya juga akan digalakkan secara ramah.  Ia percaya tingkah laku kreatif sangat menolong untuk ini.  Misalnya: mengubah kotak Supravit jadi dus kado.  

5. Ningrum ingin memperbaiki kelakuannya.  Ia berharap punya lebih banyak cinta untuk dibagi dan rela mengulurkan tangan bagi yang membutuhkan tepukan, salam hangat, pelukan, dan sebagainya, karena percuma kalau cinta tidak dapat dirasakan oleh sesama.  Semua orang.  Keluarganya, isteri-isterinya, sahabatnya, partner kerjanya, teman gilanya, gurunya, muridnya, peliharaannya, supir angkotnya, pengamennya...

6.  Secara awal tahun ini dibuka dengan latihan orkestra kamar di gereja St. Laurensius yang serba terkantuk-kantuk (lantaran semuanya begadang), sepertinya kehidupan musik saya akan bertambah semarak.  *ramalan yang aneh

7.  Jadi Ningrum akan meluangkan waktu benar-benar untuk latihan musik di rumah.  Entah itu piano, viola, bahkan suling bambu, ketipung, karinding, dan barangkali Casio Tone.  Yang dimaksud latihan adalah BENAR-BENAR sebuah latihan.  

8.  Berdasarkan panggilan hati, ia akan menulis lebih banyak untuk Indonesia, dunia, dan seluruh umat manusia.  Sehingga ia berharap dapat berjalan-jalan bersama siapa saja mencari inspirasi keliling dunia.  Daftarkan diri Anda sekarang untuk menjadi partner saya! *kayak ada yang mau aja

9.  Ngomong-ngomong tentang keliling dunia, ia memastikan akan tiba di Paris atau kota lain untuk sekolah musik.  Pokoknya di Perancis dan sebelum usianya mencapai 26-an tentunya, supaya bisa menikah tanpa kepentok sekolah belum beres gitu (hahaha).  Alasan kenapa Perancis, oh entahlah, cintanya menclok di La Tour Eiffel, selain Candi Borobudur.  Juga keeksentrikan manusia-manusia Perancis.  

10.  Ah, bicara soal nikah, dia nggak mungkin menikah tahun ini kok.  *ya eyalah.  Tapi tetap, dia kepingin punya pacar, sebetulnya.  Kadang-kadang sedih sendiri (aw), meskipun tau benar bahwa meratapi nasib itu bodoh.  Jadi Ningrum akan membuka matanya melihat cowok-cowok oke! Hahaha... Tapi entah kenapa ia tidak juga melanjutkan deskripsi cowok idamannya.  Nampaknya dia kini berorientasi pada cintanya, bukan keperfeksionisannya.  Cintalah yang mesti dibagi, bukan tuntutan.  Oh, baik adanya.  

11. Ganti topik deh.  Ningrum ingin belajar copic dan cat air juga pensil warna serta bolpoin dan seluruh teknik gambar yang diinginkannya dalam waktu yang tidak jelas.  :)) Semoga lewat gambarnya manusia dapat tersenyum dan mensyukuri hidup. 

Dan itulah: 11 resolusi tahun 2011! :) Yihhaaa.  Aplaus! :D 
Semoga Tuhan memberkahi tekad bulat-bulat-tak-sempurna anak manusia obsesif ini.  <3 Terima kasih sebelumnya, Tuhan, untuk tahun ini.  Tahun yang masih menyisakan 365 kejutan lagi.  

Miliki tahun terbaik, kawan-kawan! Semoga beruntung! *dan undanglah keberuntungan itu ke dalam hidupmu 

 


Senin, 27 Desember 2010

Bicara Tas Riyusebel

Hehehehe.  Bacanya: reusable.  Begitulah.  :) Saya tadi pagi belanja bersama Papa Mama ke toserba Griya Pasteur membawa dua kantong belanja (satunya dari SuperIndo, sih) dan berhasil memaksimalkan fungsinya hingga kami benar-benar bebas keresek hari ini! Yipiiii! :D  Dapat payung cantik untuk anak cantik! *hah

Tapi saya sebel.  Sama orang-orang.  Mereka melihat tas reusable yang dijual di Toserba Griya/ Yogya itu sebagai sebuah tas biasa.  Padahal, tas tersebut 'kan punya tugas mulia, yaitu mengurangi sampah plastik.  Lagipula, bisa dibawa dengan enak, yaitu digantung di pundak.  Udah gitu, nggak bakal jebol.  Keuntungannya banyak, harganya murah.  Fast acting, long lasting! 

Paling aneh saya pernah lihat orang sekeluarga beranak dua gitu.  Anak-anaknya ngeyel-ngeyel pingin beli tas tersebut (desainnya emang bagus loh tapi).  Saya sempet, "Wow, anak-anak peduli lingkungan!" 
Tapi begitu sampai kasir, saya pingin pundung deh.  Dua tas yang mereka beli itu akhirnya ditaruh di kereta belanja, dan masuk ke kantong keresek dan semua belanjaan mereka tetap dikemas dalam kantong plastik jahat tersebut! *@&!()&^! Orang tuanya juga kok ya nggak ngeh dengan fungsi esensial tas tersebut?! Anak-anak itu apa nggak belajar di sekolah? Ah, gurunya juga nggak peduli kali ya.  DODOL! CENDOL! KONYOL! Udah gitu, si Mbaknya juga kenapa nggak coba menawarkan/menjelaskan/menyugestikan? Dia juga nggak ngerti kayaknya.  

Saya janji deh, kalau jadi orang tua, pasti anak saya dikasih tas reusable.  Anak-anak, suami, dan saya mesti punya masing-masing kalau andaikata kami pergi berpencar-pencar (who's the lucky husband?)! :) Janji! *doain ya biar saya konsisten

Terus mengenai buang sampah...ah, begini.  Kalau kata dosennya Kak Alia, guru violaku, orang Indonesia masih punya pola pikir primitif.  Maksudnya, mereka percaya kalau sampah dibuang ke tanah pasti terurai.  Ya, memang begitulah, kalau sampahnya kulit pisang.  Lah kalau sampahnya kaleng cat? Plastik bungkus tutup air botolan? Tapi beberapa orang memang masih begitu karena mungkin pendidikan di sini masih kurang getol, dan kalau untuk generasi orang tua, akibat kaget oleh pembangunan dan modernisasi tapi masih susah mengubah kebiasaan.  

Yang bikin saya pingin ngamuk, bahkan anak-anak sekolah saya dulu, di SMA, yang saya percaya pasti berpendidikanlah, dan kami hidup dengan koridor berubin putih bersih dan gedung sekolah tanpa ancaman rubuh (kecuali ada gempa 9,9 SR), tetapi mereka membuang sampah plastik dan apa saja secara barbar.  Sembarangan.  Bahkan, pernah saya kena lempar plastik bungkus tutup botol itu.  Mukanya tenang-tenang aja lagi tuh yang buang limbah seenaknya.  Bukannya kita dari dulu seharusnya diajarkan buang sampah di tempatnya, 'kan?

MINTA DIPENTUNG!!! *pakai sendal jepit Swallow

Klasifikasi sampah juga begitu.  Ah, tebak aja skenarionya gimana.  Dalam tong sampah organik ada plastik, di bagian anorganik terendam secarik kulit jeruk.  Pemerintah juga mestinya ngasih penjelasan sih.  Soalnya 'kan sebagian besar dari masyarakat Indonesia belum terlalu ngerti pembagian sampah.  Jangan-jangan pemerintahnya aja nggak ngerti, tapi sok ikut-ikutan doang.  Pintar, pintar.  

Ah, baiklah.  Saya udah kebanyakan ngomel nih.  

Saya percaya Indonesia akan membaik untuk urusan lingkungan hidup ini.  Pendidikan, majulah.  Generasi muda, ayo kita beri contoh terbaik bagi adik-adik bangsa kita! Kita harus berubah, sebelum ini jadi gawat. Yuk kita bertindak sekarang juga! :D

cheers, 

Ningrum Si Tukang Kampanye


Jenis-Jenis Percaya

Percaya? Kata-kata umum yang dipakai dalam segala konteks sesuai kebutuhan.  Percaya sama pacar, percaya pada perusahaan, percaya pada Tuhan, percaya akan promosi...dan lain-lain.  Asal jangan tertukar dengan pepaya.  

Sekarang saya kepingin bercuap tentang percaya pada hal yang baik dan buruk.  Ada, mungkin cukup banyak, orang percaya lebih kepada kenegatifan.  Mereka percaya bahwa orang-orang di sekitarnya jahat dan licik, percaya kalau promosi-promosi di toko A atau B cuma bohongan, percaya kalau dunia akan kiamat tahun 2012, percaya kalau garuk-garuk kulit kepala memproduksi ketombe (memang iya sih...), percaya dia akan menua dengan cepat, pokoknya mukanya sampai nyureng-nyureng gitu seharian, cuma gara-gara terganggu oleh 'iman'nya yang negatif! 

Anehnya, atau memang hukum alam, orang-orang tipe di atas memang seringkali tertimpa hal-hal yang dipercayainya.  Promosi bohong, orang jahat...dan macam-macam, terutama yang urusannya pribadi (kalau kiamat 2012 'kan urusan kolosal tuh)! Banyak kok contohnya, coba kalian lihat-lihat sekitar... hahaha. Terus, mereka memang jadi nggak pernah sepenuhnya bahagia, karena takut ini itu.  

Well, jika harus memilih, tentu kita nggak mau 'kan, hidup kayak gitu? :)

Mulai sekarang, belajar untuk mempercayai hal yang bagus-bagus aja, yuk? Percayalah, hidup ini indah karena Tuhan memberikannya untuk kita.  Percaya, bahwa promosi-promosi yang ada di toko menguntungkan dan kita akan dapat laba (kayak saya! Hahaha...), percayalah bahwa orang-orang itu baik, meskipun kelakuannya aneh--pasti ada alasan kenapa dia jadi semacam psikopat, 'kan? Imanilah, bahwa kita akan selalu punya alasan untuk bersyukur.  Begitu rasa percaya kita penuh, tentu akan semakin banyak alasan senyum datang ke hidup kita.  Imanilah Tuhan mencintai kita, karena Dia pencipta kita! Untuk apa Ia mengirim kita ke dalam rimba kehidupan kalau kita hanya akan menderita habis-habisan bak berada di neraka? 

Kebahagiaan datang dari dalam.  Percayalah akan hal baik dan syukurilah.  Hidupmu akan semakin indah! Saya sudah mencobanya! Bagaimana dengan Anda? 

percobaan (untuk dipraktekkan/menjadi inspirasi/menambah semangat/baca sesaat)

Saya selalu berkata bahwa ke mana pun saya pergi naik mobil, pasti ada parkir.  "Ada Ningrum, ada parkir!" Tanpa maksud narsis, tentunya.  Tapi ajaib.  Setiap kali, meskipun lapangan parkir bahkan penuh bak kaleng sarden belum dibuka, selalu ada tempat parkir untuk saya dan keluarga/teman! Kadang-kadang mesti agak sabar, sih.  

Dan ngomong-ngomong, bagi orang kota, marilah kita menurunkan kecepatan ritme hidup sedikit.  Sedikiiiiit aja.  Kadang-kadang kita harus bernafas dan mencoba menikmati hidup. Cobalah, pasti ketagihan (hati-hati ketelatan tapi)!

Oh iya.  Saya ada kabar bagus.  SAYA MENULIS DENGAN NETBOOK! SAYA MEMBUKA FILE NOVEL SAYA! AKHIRNYA SAYA KEMBALI KE DUNIA SASTRA SAYA! Haleluyaaaa... (a la Handel) *kalau nggak ngerti baca pos-pos sebelumnya, deh

Minggu, 26 Desember 2010

Sedang Meracau

Yang satu ini boleh dibaca, boleh tidak.  Saya cuma ngelindur dan ngeracau.

Saat ini Katarina Ningrum sedang (mencoba) membereskan Gentong Rotan Ajaibnya, yang isinya perintilan nggak jelas, mulai dari kumpulan batas buku (dari sisa-sisa guntingan karton dan yang memang pada esensinya beridentitas sebagai pembatas baca) dalam kotak bekas coklat Delfi Pictoria Symphony (coklat persegi panjang dengan ukiran piano grand / biola di atasnya, dua kacamata penahan-sinar-ultraviolet bonus majalah GoGirl! yang kedobelan karena saya beli dan beberapa bulan kemudian dikasih lagi edisi tersebut sama temannya Si Kokol, rumahnya kacamata minus saya, kantong HP yang berfungsi sebagai tempan menyimpan segepok tiket Bambi Land yang tak kunjung ditukarkan dengan hadiah, botol Pursue--cairan pencuci tangan 25 ml--nan isinya surut, sebutir kemasan model telurnya Tender Care Protecting Balm-nya Oriflame yang dibeli dari teman saya Ocha atas nama Mama dalam rangka nyobain dan ternyata tidak terlalu laku dalam percobaan di rumah (berhubung saya téh masih punya dua jar Born Lippy-nya The Body Shop hadiah dari seseorang pada zaman saya SMA yang nggak habis-habis dan Mama saya nggak suka pakai 'begituan', istilahnya untuk kosmetika dsb.), kantung pensil kuning gading bersulam nama saya: ningRum + seorang anak perempuan bergaun kembang-kembang + seekor kupu-kupu hadiah dari sepupu saya Martha-Tangan-Terampil*http://marrykayshop.wordpress.com/, buku notes kecil dari Martha juga (tulisan di sampulnya: Jeckapah), Lace Border--semacam selotip tapi penampilannya seperti renda dan bahannya kertas tebal lentur, dan tetek bengek-tetek bengek lainnya seperti bonus So Good seri Upin & Ipin itu.  

Begitu isi gentong ini keluar, Papa saya sampai melotot.  Benar-benar mustahil.  Ya nggak juga, sih.  Tapi kok, saya nimbun barang bisa begini perintil-perintil gini, coba? Hahaha! berlagak santai dan nyanyi-nyanyi~♫♪ 

Selain gentong, saya juga menyortir kumpulan spidol warna-warni saya yang bermacam-macam tipenya: Stabilo Pen 68, Stabilo Point 88, Snowman Marker, Staedler, Uniball, Maped Color Peps, ZA Penciltic, Carinex Color Highlighter, Pinkfoot, Zebra Milipen, beberapa yang mereknya sudah sirna (saking kunonya), ditambah gunting Kenko dan penggaris berhias gambar putri duyung didekorasi mote-mote imut yang sejak zaman saya TK masih hidup saja meskipun sudah tak ada airnya (dulu jadi kayak akuarium kecil gitu! ♥ Lucu banget.). Semua benda ini berdesak-desakan dalam kaleng bekas peach Del Monte 825 gram.  

Aaaaaaahh.  Dan untuk berlari sebentar dari kebanyakan materi, saya nulis di pramudita dulu, nih. 

Saya Ubah Tampilan Pramudita

Alasannya: bosaaaan dan butuh sedikit sinar matahari (berhubung belakangan cuaca mendung).  Jadi beginilah sekarang halaman ini: cerah berlangit biru-awan putih-tulisan kuning dan serba pastel.  :) 

Semoga jadi lebih menyenangkan Anda para pembaca secara psikologis.  *karena penulisnya juga ngerasa begitu

Saya nge-stuck  lagu Mary's Boy Child yang musiknya diaransemen oleh Fauzie Wiriadisastra sang pemimpin SLCO.  Manis-manis gitu nuansa lagunya.  Problemnya hanya satu: rhytym ruwet! Tapi toh, kami berhasil memainkannya tanpa banyak belepotan.