sepintas kecerewetan

Kamis, 24 Juli 2014

My Playground

Inspired by Pinterest finds and the other thoughts, I made a design for my working-space, a.k.a my playground.  

I need a special zone to create things out from my visual dreams, and to make absurd music.  Oh, haven't mentioed my literature obsession.  

So here's my design: 



Imagine a room with cute tables, completed with an iMac (nice epic monitor, thank you). 
And yes, a little printer and scanner is absolutely important! 
Beside the computer table, there's the manual world.  I'll put a lot of markers, pencil colours, paints, and other tools there.  And I want the drawing table to be 45 degrees like that.  For a better body posture and to make things more balance. 

And why do I put a carpet in the centre? Because I need freedom! I need a room to breathe, to relax, and to straighten my legs.  To read magazines and books, and maybe to sing with a ukulele accompaniment.  And to play with my furry pet (whether it's a cat or dog or rabbit).  

Yes, plus, windows with backyard background is my priority.  Oxygen, please! :D

C'est tout. 
Alors, je veux introduite mes amis dans la classe IFI maintenant: 

 

Mademoiselle Maya, une belle professeur. 
Et moi, Mia, Tanti, Regi, Sienta, Resti, et Amimah. 

<3 i="" nbsp="">

 Mon Samedi est spéciale avec leur! :D

Senin, 21 Juli 2014

Memulai Hari dengan Cinta



Selamat pagi, penghuni Blogspot! 
Iya, saya lagi semangat karena liburan nanti banyak banget yang akan saya kerjain dan melibatkan meja, warna, dan kebahagiaan.  Judulnya: ngegambar dan latihan buat ujian teori musik Yamaha.  Hup, hup! :D 

Setelah beres itu, saya perlu belajar untuk DELF B1 pula.  Tapi saya senang, senang, dan senang.  Karena sikap senang sanggup memudarkan malas dan kesal.  <3 nbsp="" p="">

Kemarin saya baru beli majalah Frankie.  Majalah yang kata orang-orang 'Ningrum banget' itu.  :p Memang sih, tiap lihat, saya pasti pengen bawa pulang.  Pengen nyemplung ke dalam dunia yang dibahas di sana.  Rasanya kayak bakal pulang ke habitat sebenarnya gitu. 

Saya pun sedang asyik menelusuri apakah unicorn benar-benar ada...

Oh, dan perkembangan vegetarian saya? Lumayan.  Saya mulai males makan telur.  Hahaha.  Tapi olahan telur susah dihindari.  Jadi saya nggak ngoyo lah di urusan satu ini.  
Kalau ayam, saya malah kikuk lho melihat ayam.  Semacam tiba-tiba lupa, rasanya kayak apa.  Berasa move on dari gebetan yang hilang.  *halah* 

Saya tentu saja masih makan keju.  Secara saya ini cheeser.  Maniak keju.  Maaf ya, Pi, Sapi,  masih saya culik dikit produk dari tubuhmu.  

Nah, kalau kelamaan main di sini, saya bisa lupa waktu nih.  Proyek saya hari ini memasak.  Jadi, selamat menanti update makanan yang saya buat hari ini bareng Inez ya! :D Mumpung dia mudik, saya ajak mamam aja.  

 
 

Rabu, 16 Juli 2014

Semau Kita

Pernah mikir, nggak, sih? Dari mana datangnya ketentuan-ketentuan dunia? 
Kenapa cuma perempuan yang boleh pakai gaun? Kenapa kita harus bersepatu kalau sekolah? Kenapa jomblo didiskriminasi? Kenapa anak laki-laki dilarang main boneka? Kenapa dari SMP harus ke SMA, nggak langsung kerja? Terus kenapa juga manusia harus kerja?

Dunia memang demikian, Sob.  Selalu ada pihak-pihak yang lebih berkuasa dan mau bikin aturan yang berlaku buat semua orang.  Lah, ngapain? Entahlah.  Banyak faktor! Mulai dari ingin pengakuan, emang otoriter, dan mungkin merapikan tatanan masyarakat.

Tapi pernah nggak, kalian pingin bebas? Menentukan hak sendiri.  Mengatakan dengan bangga bahwa kalian nggak bekerja, namun bermain berbonus uang! Atau...kalian cuek pakai baju yang kalian paling suka tanpa harus dipelototin orang-orang di jalan? Berambut pink nggak pake diketawain? 

Sebetulnya, kita bisa banget kayak gitu.  Butuh keberanian, sih.  Dan, kita harus percaya diri! Semua kan dimulai dari diri sendiri.  Kalau kita sungkan pas rambut kita lagi warna hijau, misalnya, itu kan karena kita mikirin pendapat orang dan males diketawain.  Jadi, kalau kitanya senang sih, nggak perlu ragu sebetulnya. Selama kita nggak berbuat kriminal dan nyusahin sesama makhluk hidup atau Bumi, ya, jangan gelisah. :D 

Kalau iklan deterjen bilang berani kotor itu baik, mari kita berkata: berani beda juga asyik! 

Jumat, 04 Juli 2014

Groar.

Do you ever feel like...you're the only one who cares about every little details of everyone but anyway you're left alone without anybody cares about you? :(

Senin, 30 Juni 2014

Asal Tahu Saja, Ini Nggak Gampang Lho

Siapa bilang perjalanan jadi vegetarian itu mudah? 
Nggak segampang membalikkan telapak tangan, lho! :D
Mau tahu tantangan saya yang paling berat kala beranjak meninggalkan sumber pangan hewani yang (sejujurnya) lezat-lezat?


Satu. Saya doyan beef cordon bleu. Perpaduan keju dan smoked beef di dalam daging begitu nikmat.  Pas SD-SMP, saya pengagum berat teknik masak cordon bleu ini.  Kalau pun saya sudah beralih dari sapi ke ayam, tetap saja di dalamnya ada smoked beef! Jadi, saya benar-benar harus berpisah dengan cordon bleu manapun, sampai suatu saat bisa bikin cordon bleu jamur atau tahu. 

Dua. Makanan-makanan cepat saji kebanyakan dibuat dari ayam dan sapi.  Lihat saja Hoka-Hoka Bento, KFC, McDonald, A & W, dan teman-temannya.  Memang sih ada alternatif seperti ikan, udang, cumi--yang saya masih bisa lahap sampai batas waktu yang ditentukan. Tapi, kebanyakan menu enaknya, sih, olahan daging ayam-sapi.  Contoh: beef yakiniku, ayam goreng krispi, cheese burger.  Yah, itu kenyataan kok.  

Tiga. Masakan daerah Indonesia dominan daging.  Saya suka kangen sama ayam pop ala Padang, bebek betutu gaya Bali, bebek goreng.  Ah, masakan-masakan berbumbu itu. Dan satu lagi, ayam hainan juga enak!  
Bersyukur sih, penganan Padang masih menyediakan sayur nangka, terong, perkedel jagung, daun singkong--tak ketinggalan kuah kuningnya yang lezat.  Dan masakan Sunda juga banyak sayur serta lalapan.  Masakan Bali? Yang penting ada sambal bawangnya. <3 nbsp="" span="">

Empat. Saya nggak suka terong dan tahu! Bukannya benci, tapi nggak terlalu doyan.  Demikian juga dengan tomat bongkahan. Tapi toh saya melalui tahap perubahan dan sekarang mulai terbiasa dengan makanan-makanan tawar itu. :p Lagipula, tahu tuh enak banget, dan tomat sehat. 

Lima. Restu orang tua butuh waktu. Memang awal-awal suka dikhawatirkan akan kekurangan gizi, sih.  Terutama sama Mama.  Tapi, sekarang malah didukung.  Kalau ada makanan berdaging, Mama nanya, apa aku mau makan atau enggak.  Jika memesan makanan tanpa daging di restoran, Mama ikut menimpali, "Iya, jangan pakai daging, nih anak vegetarian."
Padahal belum sampe jadi vegetarian juga, tapi udah didukung.  Terharu. :') 


Petualangan menuju vegetarian memang berat untuk anak Indonesia--terutama karena ketersediaan makanan nabati yang lezat cukup jarang--apalagi, definisi lezatnya kan macem-macem! :D 

Tapi kalau mengingat wajah para binatang yang polos itu, saya jadi pingin terus berjuang.  Nggak ada poinnya lho, menyembelih hewan secara massal cuma demi menyumpal perut.  Kalau bicara gizi, sesungguhnya banayk sekali gizi tersembunyi di antara asupan-asupan nabati di sekitar kita! Apalagi di Indonesia yang kaya raya ini.  

Selamat Berpuasa bagi yang menunaikan! ;D

 

 

Kamis, 26 Juni 2014

Masa Lalu yang Artistik!

Kemarin ini saya keranjingan nonton film-film musikal zaman dulu.  Misalnya: Singin' in The Rain dan Annie Get Your Gun.  Kira-kira seangkatan deh sama Sound of Music yang terkenal itu. :D 








Nggak tahu kenapa, nih film-film kok menarik ya? Dan suasana klasiknya bikin gemes.  Belum lagi, karena musikal dan lagunya asyik-asyik, saya...kecanduan.  Sampai hafal lagunya tanpa sadar! Padahal cuma dua kali tonton ulang kok. :p 

Maka jadilah saya, di sini, nyanyi-nyanyiin soundtrack film-film tersebut.  Sambil berusaha membereskan novel-novel yang tertunda.  Sambil ngerjain ini dan itu.  Uh yeah.  

Jangan lupa, main-main ke halamannya Cappuccino Paradise, ya! Ada yang baru dan foto profilnya baru! (penting banget) X)

Selamat Hari Kamis! :) 




Jumat, 13 Juni 2014