Ini tulisan kecil yang dibikin sebagai ajuan kompetisi menulis diary tentang menggenggam impian yang diadakan oleh Diva Press :D. Masuk 10 terbaik. Silakan diklik dan dikilitik! :)
Sabtu, 21 Mei 2011
Rabu, 18 Mei 2011
Oh My Gusti!
Wuhuy! :D Saya datang lagii...
Saya baru pergi ke nikahan teman saya, Laura, waktu hari Sabtu.
Pergi ke pernikahan sih, bukan hal yang menghebohkan. Mestinya. Tapi, berhubung ini yang menikah adalah teman saya yang pertama di SD Yahya! Jadi, intinya dia seumur sama saya (sekitar 19an), satu sekolah pas SD dan SMP, masih suka kontak sampai sekarang biarin SMA pisah, mama saya dan mamanya saling kenal...terus...astagajibreuglah! Dia MENIKAH!
Ya.
MENIKAH! MARRIED! Held a wedding reception last Saturday!
Dan dia seumur saya. Dan dia temen saya. Dan kita kadang SMSan. Kita terakhir ketemu di Pasar Seni ITB tahun lalu. Dan saya cuma tahu, pokoknya dia punya pacar... *yang sekarang sudah bertitel 'suami'.
Oh my Gusti!
Cukup deh, histerianya. Sekarang alur ceritanya! Saya pergi pagi-pagi benar, naik angkot 2 kali, St.Hall-Gunung Batu dan Kalapa-Ledeng. Udah gitu sampai deh, di GKJ! Sebuah gereja. Lalu saya duduk di samping teman janjian-hadir-bareng yang mencakup salah satu 'isteri' saya dari 2 'isteri' yang saya miliki (bingung? Ke sini saja untuk tahu lebih lanjut tentang per'isteri'an saya dan dua 'isteri' saya. Nah! Saya bersama Inez masih agak-agak cekikikan gimana, gitu.
Kami cukup kaget sih, soalnya, si Lau kok udah nikah lagi? Kita berdua masih jomblo...boro-boro nikah...
Kami cukup kaget sih, soalnya, si Lau kok udah nikah lagi? Kita berdua masih jomblo...boro-boro nikah...
Nah, habis gitu saya pulang deh, setelah pelukan sama Laura *ew, dia pakai baju pengantin! , ngasih selamat, blablabla, foto-foto, saya dan Inez berpisah... saya ke rumah, dia mau belanja dulu di Merdeka.
Di rumah, saya latihan piano, makan, udah gitu pergi ke Nada, Jalan Riau, untuk ngerekam permainan Nocturne-nya Chopin buat pendaftaran Bandung Music Camp. Kak Angie sangat menolong! Baik banget. *hik hik
Rekaman saya lumayan dodol. Bagian pertama aja ada salah-salah kecil. Tapi seenggaknya, nggak terputus-putus, jadi lagunya terdengar utuh. Saya juga agak nggak terbiasa dengan piano akustik, karena di rumah pakai piano listrik (yang mana merupakan penyakit yang mesti disembuhkan, kata guru saya). Mana si piano ruang guru saya katanya sih 'kaleng' banget. Suaranya jembreng-jembring nggak jelas. Tapi buat saya sih udah asyik banget, soalnya suaranya padat bergizi, nggak nanggung kayak piano listrik.
Habis rekaman, saya pulang, ngikut Kak Angie sampai Abdul Rivai naik mobil.
Nah, itu hari Sabtu.
Minggunya, saya ke gereja, misa pagi, terus latihan orkestra! Jam 1-4.30. Berhubung rodi kepepet waktu mepet. :P Tapi ramai banget lho! Terompet, melofon, klarinet kuadrat, flute kuadrat, selo kubik, kontrabas, biola banyak, viola sih...masih solo-solo saja *belum punya adik. Hahaha! Bener-bener seru dan ramai!
Itu, kegiatan weekend saya. Sekarang Senin sudah datang, malah udah Selasa, eh, RABU! Ya ampun. Nggak kerasa juga.
Pas hari Senin, saya CCF, cuma berdua muridnya. Saya dan (Teteh) Dea, sama gurunya. Selesai.
Selasa saya di rumah aja! Mumpung liburan. *oh iya, Selamat Hari Waisak ya! :)
Tapi sorenya ke BTC sama Mama, mau nonton tapi nggak ada film bagus, jadi ya, makan... :P
Rabu! Baru beli sayur di Mang Sayur yang suka mangkal dan buka pasar kecil yang selalu ramai dikerubuti ibu-ibu, mbak-mbak, nenek-nenek... dan...lalat.
Begitulah, hari-hari saya!
*ngomong-ngomong, rekaman dodol itu telah membawa saya ke...Bandung Music Camp! I can enter the camp! :D Yipii! Nggak sabar nunggu bulan Juli!
Sabtu, 14 Mei 2011
Jeckapah's Award 2011
This post is special!
1. Written in English which I rarely do! :D
2. This is an award. A real award. But none of the winner gets a prize or trophy. Just an appreciation from me and other cashflow from me. :P LOL.
3. This is local-international edition of award!
1. Written in English which I rarely do! :D
2. This is an award. A real award. But none of the winner gets a prize or trophy. Just an appreciation from me and other cashflow from me. :P LOL.
3. This is local-international edition of award!
My Favourite Brands/ Products/ Whatsoever
both local and global in every session
*the first name is local, the second is nonlocal
fashion
♥ Kuyagaya-a clothing line that opened distro across my school building! I always discover cute things and comfortable atmosphere inside the shop. :) Well, I'm glad they are exist!
♥ Zara-nicely decorated store, great products, but pricey! :( But I know someday I'll be able to be Zara's customer. *amen
foods and beverages
♥ Klepon-this is not a brand...okay, maybe just call this product. :P Since I was a little girl, I always enjoy eating kue klepon. Made from something green and jelly-like, but more supple, with sprinkles of grated coconut, and inside the 'cake' inside, there's a Javanese sugar (it's gula jawa) melting on your tongue when you bite it! Wow, what an invention!
♥ Soyjoy-I know you've been told by me that I LOVE the tiny snack! My church chamber orchestra's leaders (because there are TWO leaders and they are cute lovebirds) said: "It tastes like a carton box!" the guy even added, "Carton box tastes better!" But whatever happens, whatever people say about SOYJOY, I will always love SOYJOY.
♥ Frisian Flag-the milk tastes better! I love their style of chocolate milk--unique, sweet, and mild. The tag in their TV commercial "Susu Bendera coklat nikmat...tinggal tetes terakhir" is absolutely realistic! The most celicious chocolate milk!
♥ Tipco-all natural juice from Thailand. They come in fresh-designed box, with grapes as sweetener (really, no added sugar!), pulps, and lots of variation. Aloe-vera, broccoli and mixed fruit, pomegranate, beetroot, here they are come from Tipco! xoxo for Tipco's founder.
cosmetics and skin care
♥ Sariayu-by Martha Tilaar. My Mama sticks to this brand forever. All of their products are so Indonesia, so simple, practical, smells nice, and sometimes they collaborate with good organisations like WWF, which I admit as a plus point! :) Their cosmetics have wonderful themes, just like Senandung Rimba Sumatera, etc. They always remind me to still love Indonesia.
♥ The Body Shop-you know, you knew, you had knew! The love came from my preteen era, I often see their beautiful paperbag in my grandpa's (Engkong) house, their products in the bathroom, and I just love them based on my taste for something vintage and looks good. :P I did a research last year and somehow I know their products are great and their campaigns and their 'Bring Back Our Bottle' is my first reason to be their faithful costumer! And I purely love their products. Really!
Well, I'm sleepy. I've promise to have no more late-night-online-activity that will just reduce my health and increase my dark circle below my two beloved eyes, so, bye! I'll be on my bed. Thank you for reading, and give me your comment or suggestions, or you want to write your list? :D It always entertaining to make your own award! Trust me. I do this since I was in elementary school!
Kamis, 12 Mei 2011
Hari-Hari Di Mana Aku Kembali Insyaf
Ya, sesudah berminggu-minggu nyomotin terus Indomie, kue-kue manis, daging, lemak, gorengan dan wew, semua yang kurang sehaat dan rupa-rupanya bikin saya berjerawat dan semakin bermassa, akhirnya saya kembali ke Rabu-Jumat vegetarian yang lebih strict!
Kemarin Rabu, makan pagi saya oatmeal polos. Makan siang nasi, tempe goreng, dan sayur bening. Makan malam nasi, tahu goreng, dan sayur bening. Thanks for my Mama, yang kalau ngegoreng pintaar sekali, sampai minyaknya nggak kerasa sama sekali. :P Bravo!
Dan tadiii, saya sangat senang karena TIPCO di Riau Junction beli 1 gratis 1! Jadi dapet 2 seharga 1 boks. :) TIPCO itu bebas gula lho! Pemanisnya alami (sepertinya dari anggur putih, kalau ditengok dari komposisinya).
Udah gitu saya nemu mi instan KOKA! Ini juga favorit saya, karena nggak mengandung MSG alias vetsin, dan mi gorengnya suitable for vegetarian. Mmuuaah! Dan di RiJu, harganya lebih murah dikit dari di tempat lain. :D
Maka saya pun belanja dengan riang hati dan merasa sehat. *baru rasanya sih , yah, tapi perasaan sehat toh pasti membuat tubuh juga sehat!
Jadi inilah...foto terbaik kudapan kesayangan saya. :-*
Ngomong-ngomong, ada sebuah karya baru di cetakcetik! :D Silakan dikunjungi dan dikomentari. Monggo.
Sekian dulu dari saya. Harus ngacir ke CCF! :)
Minggu, 08 Mei 2011
Obladi Oblada Masuk Kandang!
Halo, halo, saudara-saudari! Selamat Hari Ibu Sedunia yaa. :) I love you, every mothers on Mother Earth! And I love you so, Mother Earth! And I love you, My Momma!!! Muaaah! ♥ *as we always do whole day: hugs and kisses
By the way, thank you so much, Papa, for married her and made me her daughter. Huahaha. Best parents ever! Muaaaah! Don't ever be bored with me, a lovely girl-almost-woman who always disturb you. :P I won't dissapoint you. Promise.
Jadi gitu ceritanya, kawan-kawan. *apa ya?
Kemarin tuh saya olahraga. Pantas dicatat. Olahraga. Saya kan jarang olahraga! Hihihi. Jadi saya tuh lompat tali, terus senam-senam, terus stretching otot-otot doang. Lumayan capek (secara lama nggak dikeber).
Rupanya gara-gara itu, sayaa hari inii...JOMPO! Jalan tertatih-tatih. Sakit banget bo, kaki saya! :(( Latihan orkestra pula, jam 1 siang sampe jam 5. Mantaplah sudah! Maka dengan ini...saya sedang beristirahat di depan komputer. Huf!
Senin, 02 Mei 2011
Catatan Para Abang
Terus terang, saya lagi kayak monyet. Makan pisang melulu (dan bahkan keramas dengan sampo pisang The Body Shop)! Minggu lalu saya memang ngidam pisang, nggak tahu kenapa. Akhirnya pas belanja di Giant, saya pun membeli sesisir pisang Sunpride. Huah! Enak banget!
Tapi bukan itu sih inti pos hari ini. :)) Barusan pagi saya ketemu 3 bapak-bapak tereksis di Babakan Jeruk.
Yang pertama adalah Bapak Penjaga Warung BakJer III. Orangnya berkumis, nyureng, dan gayanya agak rock. Biasanya saya ketemu dia di warung depan sono, tetapi belakangan memang dia menghilang dan tahu-tahu sudah ngebangun warung kecil lagi di ujung Babakan Jeruk IIID! *buka cabang?
Nah, tadi pagi saya ketemu beliau di rumah sebelah, lagi bantuin Pak Wahyu, manusia serbabisa ahli pertukangan, pembangunan, perlistrikan, kecuali perElpijian, beresin genteng tetangga. Saya lagi buang sampah di luar. Si Bapak Penjaga Warung BakJer III ngelihat saya dan bilang, "Oh, ternyata Neng tinggal di sini?" Saya ketawa gitu nggak jelas. Hahaha. Terus, saya tanya, "Udah nggak jaga di sana lagi, Pak?" (nunjuk ke lokasi warung utama si bapak). Si Bapak hanya menggeleng.
Yang kedua adalah Bapak Tukang Tagih Iuran Keamanan-RW-Kebersihan. Biasanya interaksi kami hanya sebatas memberi uang pembayaran dan ucapan terima kasih. Beliau selalu tiba di depan pagar rumah saya setiap awal bulan. Kadang tanggal satu, kadang tanggal dua. Dalam tangannya tersedia kwitansi dan uang kembalian. Nah tadi pagi, ia tiba dengan senjata-senjata tak berbahayanya dan seperti biasa saya mesti memberikan selembar uang yang...menjadi awal dari obrolan sejenak paling aneh kami.
bapak tukang tagih : "Berarti kembaliannya..."
saya : (sama lemotnya kalau ngitung) "...kayaknya seginisegini, Pak..."
bapak tukang tagih : "Oh! Iya! Ginilah Neng, saya dulu pas sekolah pelajaran Matematika selalu jeblok. Jadi kalau ngitung payah."
saya : "Hahaha! Saya juga nggak pinter Matematika, kok, Pak."
bapak tukang tagih : "Tapi, Neng, kalau ngitung duit mah..."
saya + bapak tukang tagih : "...LANCAR!"
*intinya apa coba?
Yak! Bapak ketiga adalah Bapak Pembersih Limbah. Bapak ini sudah tua, kurus, bajunya selalu kemeja tangan panjang dan celana kain serta topi jenis cap gitu. Masuk-masuk halaman depan rumah setiap orang untuk membersihkan tong sampah yang juga dikasih cuma-cuma darinya, berupa bak mandi plastik bekas dan papan kayu penutup (aduh, aduh, baik banget! *nangis terharu) Tadi Mama ngelihat dia dan saya langsung disuruh bayar iuran sampah. Saya buru-buru turun menghampiri si Bapak. Eh, pas ngasih kuitansi, si Bapak bilang gini:
Selain Bapak-Bapak Babakan Jeruk, masih banyak figur Abang-Abang dan Engkong-Engkong yang kerjaannya remeh temeh dan bajunya pasti itu-itu lagi, dan kadang kita pandang sebelah mata...tapi orangnya baik-baik.
Misalnya, Bapak Penyeberang BTC. Jalur penyeberangannya kan agak serem tuh. Si Bapak ini selalu membawa palang STOP dan menolong orang-orang nyebrang. Usianya sudah tua. Kumis-jenggot putih kontras dengan kulit hitam. Baju selalu rompi oranye tukang parkir. Waktu itu ada dialog lucu. Jadi Abang, Mama, dan saya lewat jalan di mana beliau mangkal. Lantas si Bapak nawarin Abang: "Nyeberang, A?" Kakak saya ngegeleng.
Ke Mama: "Nyebrang, Bu?" Mama ngegeleng.
Lantas giliran saya. Ke saya dia bilang: "Oh! Si Neng ieu!" (Oh, neng ini!)
Hahaha! Lucu banget... Ngomong-ngomong, Bapak Nyeberang ini punya partner yang masih muda, dia juga baik. Selalu nanya, "Nyebrang, Neng?" ke saya. Orangnya tinggi, hitam, besar, lumayan cakep. Tapi pas saya ngasih seribuan mumpung ada di kantong celana, dia bilang, "Makasih Neng!" dengan supercempreng ala Sunda gitu. Saya ngakak deh. Aduh, kocak! Nggak nyambung sama perawakan!
Oh iya. Teman saya satu lagi adalah Tukang Pulsa Depan Yahya. Saya pernah punya dosa sama dia. Jadi saya pesen pulsa 50.000 fisik, tapi dia baru bisa bawain besok. Sorenya, karena pulang bareng Papa, saya malah beli di tempat lain. Eh, pas besoknya ke tukang pulsa itu, dia udah bawain! Ujung-ujungnya saya diomelin, "Ini teh saya rugi kalau nggak kejual! Udah khusus saya pesenin..."
Tahu nggak? Saya sampai minjem duit Esther dan Inez buat beli tuh pulsa spesial buat neng Ningrum. 10.000-an seorang. *besoknya dibalikin kok Udah gitu pakai atraksi menangis tragis pula di depan tukang pulsa (amit-amit! Aib!)
Besok-besoknya, saya jaraaaaaang banget beli pulsa ke si akang itu. Namun lama kelamaan ketegangan sepihak saya mencair. Hahaha! Saya pun kembali padanya. Dan semenjak saya lulus, saya kan masih sering lewat tempatnya jualan pulsa (depan warung mi bakso dan nasi goreng lezat yang kami, anak-anak Yahya, panggil 'Maman'). Saya tetap selalu nyapa dia, malah kadang ngobrol dulu, ditanyain, "Ke mana? Dari mana? Ngapain?"
Di Yahya, sekolah tercinta pun, satpamnya baik-baik. Hafal nama anak satu persatu. Ada satu yang mulanya manggil saya 'Esther' terus, sampai akhirnya saya bilang, nama saya Ningrum! (emang sih, saya, Esther, dan Inez kan sering bareng, hingga dulu pernah dikira kembar tiga *minus berapa itu yang ngomong?) Sekarang karena masih main di situ-situ juga, ya, saya suka bertegur sapa sama si Pak Satpam itu. Saya lupa namanya. Iwan atau Tatang...saya lupa. :)
Pak Maman, satpam paling jangkung di Yahya, juga orangnya baik hati. Selalu nyapa, dan entah kenapa mukanya bijaksana.
Lalu ada Pak Aji, karyawan kebersihan yang berkumis lebat. Orangnya suka nyanyi-nyanyi, ngeguyon nggak jelas dan narsis. Kalau difoto selalu bergaya. Ramah banget pokoknya.
Dulu juga, waktu SMP, saya-Esther-Inez berteman sama Mang Juju, penjual komik & majalah dekat sekolah. Kami selalu ke situ sepulang sekolah, sore-sore pun nunggu angkotnya di sana. Menggilanya di sana. Ngobrol di sana. Cara Mang Juju ngasihtahu namanya unik, lagi. Salah satu dari kami penasaran nanya, "Mang namanya siapa?"
Lalu ia mengeluarkan dompet dan menunjukkan KTP. Tertulis di sana nama: Junaedi. "Juju!" katanya. Sejak itulah kami tahu bahwa beliau adalah Mang Juju. Hihi!
Sayang, suatu hari, waktu kami mau nyari komik, tahu-tahu yang kami temukan bukan Mang Juju, melainkan seorang bapak botak entah siapa. Kami ngebet tanya, "Mang Juju mana?"
"Mang Juju sekarang ngelukis di ...(aduh, lupa nama daerahnya)."
Akhirnya sejak itu jarang sekali terdengar kalimat, "Ke Mang yuk!" Karena setelah Mang Juju ganti profesi pun, tak lama warung komik majalah tutup. :'(( Ganti jadi warung rokok dan jual pulsa. Yah...apa boleh buat. Hidup tetap mengalir.
Oke, oke, yang satu ini namanya Bob. Jangan tanya sejarahnya. Pokoknya semua orang manggil dia Bob. Orangnya botak, kocak, dan jualan minuman pakai gerobak. Minumannya macam-macam. Cappuccino dingin, sirup jeruk, mangga, vanila, soda, daaaan masih banyak variasinya. Harga berkisar di 1500-3500. Boleh pilih pakai (kantung) plastik atau gelas (plastik). Kerjanya gesit dan sambil ngomong terus. Hebat deh pokoknya. Yang paling memorial dari Bob adalah: kalau manggil pelanggan nggak pernah bener, kecuali kalau kita berkali-kali ngasihtahu kalau nama kita adalah... (isi dengan nama Anda). Kalau Bob belum yakin siapa nama kita, pasti panggilannya berubah. Saya pernah dipanggil Neng Yanti, Neng Tuti, Neng Lastri, Neng Marijan, pokoknya nggak pernah akurat! Hahaha. Oh, Bob, betapa kocaknya dikau.
Jadi begitulah. Begitu banyak figur abang-abang berprofesi ajaib dengan kelakuan aneh masing-masing. Dan karena bisa mengenal mereka, saya semakin mensyukuri hidup, dari dulu sampai detik ini.
Sukses terus, ya, Bapak-Bapak! :)
Tapi bukan itu sih inti pos hari ini. :)) Barusan pagi saya ketemu 3 bapak-bapak tereksis di Babakan Jeruk.
Yang pertama adalah Bapak Penjaga Warung BakJer III. Orangnya berkumis, nyureng, dan gayanya agak rock. Biasanya saya ketemu dia di warung depan sono, tetapi belakangan memang dia menghilang dan tahu-tahu sudah ngebangun warung kecil lagi di ujung Babakan Jeruk IIID! *buka cabang?
Nah, tadi pagi saya ketemu beliau di rumah sebelah, lagi bantuin Pak Wahyu, manusia serbabisa ahli pertukangan, pembangunan, perlistrikan, kecuali perElpijian, beresin genteng tetangga. Saya lagi buang sampah di luar. Si Bapak Penjaga Warung BakJer III ngelihat saya dan bilang, "Oh, ternyata Neng tinggal di sini?" Saya ketawa gitu nggak jelas. Hahaha. Terus, saya tanya, "Udah nggak jaga di sana lagi, Pak?" (nunjuk ke lokasi warung utama si bapak). Si Bapak hanya menggeleng.
Yang kedua adalah Bapak Tukang Tagih Iuran Keamanan-RW-Kebersihan. Biasanya interaksi kami hanya sebatas memberi uang pembayaran dan ucapan terima kasih. Beliau selalu tiba di depan pagar rumah saya setiap awal bulan. Kadang tanggal satu, kadang tanggal dua. Dalam tangannya tersedia kwitansi dan uang kembalian. Nah tadi pagi, ia tiba dengan senjata-senjata tak berbahayanya dan seperti biasa saya mesti memberikan selembar uang yang...menjadi awal dari obrolan sejenak paling aneh kami.
bapak tukang tagih : "Berarti kembaliannya..."
saya : (sama lemotnya kalau ngitung) "...kayaknya seginisegini, Pak..."
bapak tukang tagih : "Oh! Iya! Ginilah Neng, saya dulu pas sekolah pelajaran Matematika selalu jeblok. Jadi kalau ngitung payah."
saya : "Hahaha! Saya juga nggak pinter Matematika, kok, Pak."
bapak tukang tagih : "Tapi, Neng, kalau ngitung duit mah..."
saya + bapak tukang tagih : "...LANCAR!"
*intinya apa coba?
Yak! Bapak ketiga adalah Bapak Pembersih Limbah. Bapak ini sudah tua, kurus, bajunya selalu kemeja tangan panjang dan celana kain serta topi jenis cap gitu. Masuk-masuk halaman depan rumah setiap orang untuk membersihkan tong sampah yang juga dikasih cuma-cuma darinya, berupa bak mandi plastik bekas dan papan kayu penutup (aduh, aduh, baik banget! *nangis terharu) Tadi Mama ngelihat dia dan saya langsung disuruh bayar iuran sampah. Saya buru-buru turun menghampiri si Bapak. Eh, pas ngasih kuitansi, si Bapak bilang gini:
"Sengaja saya nggak ngebel, Neng. Serelanya aja, kalau soal uang mah. Bulan-bulan nanti bayarnya juga nggak apa-apa..."Selanjutnya si Bapak masih nyeroscos pakai Bahasa Sunda, sayup-sayup khas lansia. Saya sampai nggak ngerti. Tapi apa pun itu, omongan si Bapak yang tertangkap tadi bikin saya terharu...
Selain Bapak-Bapak Babakan Jeruk, masih banyak figur Abang-Abang dan Engkong-Engkong yang kerjaannya remeh temeh dan bajunya pasti itu-itu lagi, dan kadang kita pandang sebelah mata...tapi orangnya baik-baik.
Misalnya, Bapak Penyeberang BTC. Jalur penyeberangannya kan agak serem tuh. Si Bapak ini selalu membawa palang STOP dan menolong orang-orang nyebrang. Usianya sudah tua. Kumis-jenggot putih kontras dengan kulit hitam. Baju selalu rompi oranye tukang parkir. Waktu itu ada dialog lucu. Jadi Abang, Mama, dan saya lewat jalan di mana beliau mangkal. Lantas si Bapak nawarin Abang: "Nyeberang, A?" Kakak saya ngegeleng.
Ke Mama: "Nyebrang, Bu?" Mama ngegeleng.
Lantas giliran saya. Ke saya dia bilang: "Oh! Si Neng ieu!" (Oh, neng ini!)
Hahaha! Lucu banget... Ngomong-ngomong, Bapak Nyeberang ini punya partner yang masih muda, dia juga baik. Selalu nanya, "Nyebrang, Neng?" ke saya. Orangnya tinggi, hitam, besar, lumayan cakep. Tapi pas saya ngasih seribuan mumpung ada di kantong celana, dia bilang, "Makasih Neng!" dengan supercempreng ala Sunda gitu. Saya ngakak deh. Aduh, kocak! Nggak nyambung sama perawakan!
Oh iya. Teman saya satu lagi adalah Tukang Pulsa Depan Yahya. Saya pernah punya dosa sama dia. Jadi saya pesen pulsa 50.000 fisik, tapi dia baru bisa bawain besok. Sorenya, karena pulang bareng Papa, saya malah beli di tempat lain. Eh, pas besoknya ke tukang pulsa itu, dia udah bawain! Ujung-ujungnya saya diomelin, "Ini teh saya rugi kalau nggak kejual! Udah khusus saya pesenin..."
Tahu nggak? Saya sampai minjem duit Esther dan Inez buat beli tuh pulsa spesial buat neng Ningrum. 10.000-an seorang. *besoknya dibalikin kok Udah gitu pakai atraksi menangis tragis pula di depan tukang pulsa (amit-amit! Aib!)
Besok-besoknya, saya jaraaaaaang banget beli pulsa ke si akang itu. Namun lama kelamaan ketegangan sepihak saya mencair. Hahaha! Saya pun kembali padanya. Dan semenjak saya lulus, saya kan masih sering lewat tempatnya jualan pulsa (depan warung mi bakso dan nasi goreng lezat yang kami, anak-anak Yahya, panggil 'Maman'). Saya tetap selalu nyapa dia, malah kadang ngobrol dulu, ditanyain, "Ke mana? Dari mana? Ngapain?"
Di Yahya, sekolah tercinta pun, satpamnya baik-baik. Hafal nama anak satu persatu. Ada satu yang mulanya manggil saya 'Esther' terus, sampai akhirnya saya bilang, nama saya Ningrum! (emang sih, saya, Esther, dan Inez kan sering bareng, hingga dulu pernah dikira kembar tiga *minus berapa itu yang ngomong?) Sekarang karena masih main di situ-situ juga, ya, saya suka bertegur sapa sama si Pak Satpam itu. Saya lupa namanya. Iwan atau Tatang...saya lupa. :)
Pak Maman, satpam paling jangkung di Yahya, juga orangnya baik hati. Selalu nyapa, dan entah kenapa mukanya bijaksana.
Lalu ada Pak Aji, karyawan kebersihan yang berkumis lebat. Orangnya suka nyanyi-nyanyi, ngeguyon nggak jelas dan narsis. Kalau difoto selalu bergaya. Ramah banget pokoknya.
Dulu juga, waktu SMP, saya-Esther-Inez berteman sama Mang Juju, penjual komik & majalah dekat sekolah. Kami selalu ke situ sepulang sekolah, sore-sore pun nunggu angkotnya di sana. Menggilanya di sana. Ngobrol di sana. Cara Mang Juju ngasihtahu namanya unik, lagi. Salah satu dari kami penasaran nanya, "Mang namanya siapa?"
Lalu ia mengeluarkan dompet dan menunjukkan KTP. Tertulis di sana nama: Junaedi. "Juju!" katanya. Sejak itulah kami tahu bahwa beliau adalah Mang Juju. Hihi!
Sayang, suatu hari, waktu kami mau nyari komik, tahu-tahu yang kami temukan bukan Mang Juju, melainkan seorang bapak botak entah siapa. Kami ngebet tanya, "Mang Juju mana?"
"Mang Juju sekarang ngelukis di ...(aduh, lupa nama daerahnya)."
Akhirnya sejak itu jarang sekali terdengar kalimat, "Ke Mang yuk!" Karena setelah Mang Juju ganti profesi pun, tak lama warung komik majalah tutup. :'(( Ganti jadi warung rokok dan jual pulsa. Yah...apa boleh buat. Hidup tetap mengalir.
Oke, oke, yang satu ini namanya Bob. Jangan tanya sejarahnya. Pokoknya semua orang manggil dia Bob. Orangnya botak, kocak, dan jualan minuman pakai gerobak. Minumannya macam-macam. Cappuccino dingin, sirup jeruk, mangga, vanila, soda, daaaan masih banyak variasinya. Harga berkisar di 1500-3500. Boleh pilih pakai (kantung) plastik atau gelas (plastik). Kerjanya gesit dan sambil ngomong terus. Hebat deh pokoknya. Yang paling memorial dari Bob adalah: kalau manggil pelanggan nggak pernah bener, kecuali kalau kita berkali-kali ngasihtahu kalau nama kita adalah... (isi dengan nama Anda). Kalau Bob belum yakin siapa nama kita, pasti panggilannya berubah. Saya pernah dipanggil Neng Yanti, Neng Tuti, Neng Lastri, Neng Marijan, pokoknya nggak pernah akurat! Hahaha. Oh, Bob, betapa kocaknya dikau.
Jadi begitulah. Begitu banyak figur abang-abang berprofesi ajaib dengan kelakuan aneh masing-masing. Dan karena bisa mengenal mereka, saya semakin mensyukuri hidup, dari dulu sampai detik ini.
Sukses terus, ya, Bapak-Bapak! :)
Jumat, 22 April 2011
Selamat Hari Bumi! :D
Haaai, umat manusia! Selamat Hari Bumi, dan Selamat Jumat Agung, dan selamat buat anak-anak kelas XII yang sudah beres UAN.
Wah, banyak juga ucapan selamatnya. Hihihi. ;)
Hari ini, saya punya banyak camilan favorit! Mulai dari black chocolate, Tae Kae Noi, Vita-Weat, dan kejuu. Semuanya gratis, karena dikasih... *horeee
Dan hari ini saya masak sayur bening (jangan khawatir, sampah organiknya dibuang ke kebun kok)! Walau lupa beli jagung...
Tadi pagi saya makan sebuah kiwi! :D Senang. Enak dan (rasanya) sehat. Mulai hari komitmen saya semakin kuat untuk hidup sehat dan didominasi sayur buah. Yipi!
Well, ngomong-ngomong, saya udah bolos lompat tali selama dua hari (huahaha...). Kenapa sih, komitmen olahraga susah? Huf. Apa emang bawaannya aja males olahraga? Ada yang punya saran supaya tetap rajin olahraga?
Oke deh. Saya mau menikmati Hari Bumi dulu. Hihi. :)
all the best for Mother Earth!
Langganan:
Postingan (Atom)
